Jumat, 12 Februari 2010

Minyak Kelapa Sawit

KARYA ILMIAH LIPI

1.
Judul Karya :
Pembuatan gliserol monostearat dari gliserol dan asam stearat minyak sawit
Penulis : Hilyati; Wuryaningsih; Anah, Lik
Sumber : Prosiding ; Seminar Nasional Kimia dalam Industri dan Lingkungan ; Yogyakarta
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian Kimia
Penerbitan : Yogyakarta: Jaringan Kerjasama Kimia Indonesia
Tahun Terbit : 2001
Deskripsi Fisik : hal. 315-319
Lokasi : web
Klass : 660
Deskriptor : Glyceral; Stearic acid; Palm oils
File FullText : 2691.pdf

2.
Judul Karya :
Produksi katalis dari katalis bekas dan bahan alam untuk hidrogenasi minyak sawit
Penulis : Tursiloadi, Silvester
Sumber : Laporan teknis : Proyek Penelitian dan Pengembangan Bahan dan Proses Industri Kimia ;
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian Kimia Terapan
Penerbitan : Bandung: Puslit Kimia Terapan - LIPI
Tahun Terbit : 2000
Deskripsi Fisik : hal. 1-25
Lokasi : Web
Klass : 661
Deskriptor : Catalyst; Spent catalyst; Precipitation; Hydrogeneration; Crude palm oil
File FullText : 3275.pdf

3.
Judul Karya :
Proses pembuatan surfaktan non-ionik dari minyak sawit
Penulis : Hilyati
Sumber : Laporan teknis : Proyek Penelitian dan Pengembangan Bahan dan Proses Industri Kimia ;
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian Kimia Terapan
Penerbitan : Bandung: Puslit Kimia Terapan - LIPI
Tahun Terbit : 2000
Deskripsi Fisik : hal. 1-59
Lokasi : Web
Klass : 661
Deskriptor : Esterfication process; Glycerol mono stearate; Sorbitan mono Stearate; Emulsifer; Powder
File FullText : 3276.pdf

4.
Judul Karya :
Proses produksi alfa-, beta-karoten minyak sawit
Penulis : Sulaswaty, Anny
Sumber : Laporan teknis : Proyek Penelitian dan Pengembangan Bahan dan Proses Industri Minyak Sawit ;
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian Kimia Terapan
Penerbitan : Bandung: Puslit Kimia Terapan - LIPI
Tahun Terbit : 2000
Deskripsi Fisik : hal. 1-17
Lokasi : Web
Klass : 661
Deskriptor : Palm oil; Crude Palm oil; Concentration; Saponification
File FullText : 3277.pdf

5.
Judul Karya :
Optimasi parameter proses pemekatan karoten minyak sawit dengan fluida CO2 superkritik
Penulis : Sulaswatty, Anny; Aiman, Syahrul
Sumber : Prosiding ; Seminar Nasional Teknologi Pangan ; Denpasar
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kimia Terapan
Penerbitan : Jakarta: Perhimpunan Teknologi Pangan Indonesia
Tahun Terbit : 1997
Deskripsi Fisik : hal. 471-486
Lokasi : Web
Klass : 543
Deskriptor : Carotenoids; Palm oils; Supercritical fluid extraction
File FullText : 3290.pdf

6.
Judul Karya :
Teknik pemekaran B-karoten minyak sawit dengan transesterifikasi dan saponifikasi
Penulis : Sulaswatty, Anny; Aiman, Syahrul
Sumber : Prosiding ; Seminar Nasional Kimia dalam Industri dan Lingkungan ; 1995 Des. 11-12
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kimia Terapan
Penerbitan : Yogyakarta: Jaringan Kerjasama Kimia Analitik Indonesia
Tahun Terbit : 1995
Deskripsi Fisik : hal. 293-302
Lokasi : Web
Klass : 660
Deskriptor : Carotene; Palm oils; Ester interchange; Hydrolysis
File FullText : 3297.pdf

7.

Judul Karya : Karakteristik pemekatan B-karoten minyak sawit dengan teknik fluida CO2 superkritik
Penulis : Sulaswatty, Anny; Aiman, Syahrul
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kimia Terapan
Penerbitan : Bogor: Institut Pertanian Bogor
Tahun Terbit : 1998
Deskripsi Fisik : 8 hal.
Lokasi : Web
Klass : 543 hal.
Deskriptor : Carotene; Palm oils; Carbon dioxide; Supercritical fluid extraction
File FullText : 3299.pdf

8.
Judul Karya :
Pemekatan karoten minyak sawit : hidrolisis enzimates sebagai perlakuan awal
Penulis : Sulaswatty, Anny; Aiman, Syahrul
Seminar Nasional II Kimia dalam Pembangunan ; 1998 Mei 5-6
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kimia Terapan
Penerbitan : Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kimia Terapan - LIPI
Tahun Terbit : 1998
Deskripsi Fisik : 14 hal.
Lokasi : Web
Klass : 660
Deskriptor : Carotenoids; Oil palms; Enzymatic hydrolysis
File FullText : 3338.pdf

9.
Judul Karya :
Pengolahan zeolit alam Lampung untuk menurunkan kadar asam lemak bebas dalam minyak kelapa sawit
Penulis : Astuti, Widi ... [et al.]
Sumber : Prosiding Seminar Nasional Iptek Solusi Kemandirian Bangsa dalam Tahun Indonesia untuk Ilmu Pengetahuan ; Seminar Nasional Iptek Solusi Kemandirian Bangsa dalam Tahun Indonesia untuk Ilmu Pengetahuan ; Yogyakarta
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Balai Pengolahan Mineral Lampung; Bidang Rekayasa Telimek Lampung
Penerbitan : Jakarta: Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik - LIPI
Tahun Terbit : 2006
Deskripsi Fisik : hal. 89 - 96
Lokasi : web
Klass : 549
File FullText : 7466.pdf

10.
Sumber :
Pengembangan proses sistem kontinyu pembuatan monoetanolamida dari minyak sawit : laporan akhir kumulatif kegiatan program kompetitif LIPI 2006-2007 ;
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian Kimia; Biro Perencanaan dan Keuangan; Pusat Penelitian Informatika
Penerbitan : Serpong: Puslit Kimia - LIPI
Tahun Terbit : 2007
Deskripsi Fisik : hal. 1-116
Lokasi : web
File FullText : 9361.pdf

11.
Sumber :
Pengembangan plasticizer pengganti DOP dari turunan minyak sawit : laporan akhir kumulatif program penelitian dan pengembangan Iptek riset kompetitif T.A. 2006 ;
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian Kimia; Biro Perencanaan dan Keuangan
Penerbitan : Bandung: Puslit Informatika - LIPI
Tahun Terbit : 2006
Deskripsi Fisik : hal. 1-139
Lokasi : web
File FullText : 9407.pdf

12.
Sumber :
Pengembangan pengolahan air limbah industri minyak kelapa sawit : laporan akhir kumulatif program penelitian dan pengembangan Iptek riset kompetitif TA 2006 ;
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian Kimia; Biro Perencanaan dan Keuangan; Pusat Penelitian Informatika
Penerbitan : Serpong: Puslit Kimia - LIPI
Tahun Terbit : 2006
Deskripsi Fisik : hal. 1-88
Lokasi : web
File FullText : 9435.pdf

13.
Sumber :
Pembuatan monoetanolamida dari minyak sawit sebagai bahan surfaktan : laporan akhir kumulatif program penelitian dan pengembangan Iptek riset kompetitif LIPI TA 2004/2005 ;
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian Kimia; Kantor Pusat LIPI; Pusat Penelitian Informatika
Penerbitan : Bandung: Puslit Kimia - LIPI
Tahun Terbit : 2005
Deskripsi Fisik : hal. 1-103
Lokasi : web
File FullText : 9437.pdf

14.
Judul Karya :
Perekayasaan proses sistem kontinyu pembuatan monoetanolamida dari minyak sawit
Penulis : Irawan, Yan ... [et al.]
Sumber : Prosiding ; Seminar Pemaparan Hasil Litbang Ilmu Pengetahuan Teknik ; Jakarta
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian Kimia
Penerbitan : Jakarta: Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI
Tahun Terbit : 2008
Deskripsi Fisik : hal. C.223-228
Lokasi : web
Klass : 668

15.
Judul Karya :
Poliurethan rigid foam dari poliol turunan minyak sawit
Penulis : Haryono, Agus; Triwulandari, Evi; Astrini, Nuri
Sumber : Prosiding ; Seminar Pemaparan Hasil Litbang Ilmu Pengetahuan Teknik ; Jakarta
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian Kimia
Penerbitan : Jakarta: Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI
Tahun Terbit : 2008
Deskripsi Fisik : hal. C.229-234
Lokasi : web

PATEN INDONESIA

16.
Judul Paten :
Perolehan senyawa-senyawa karotenoid, tokoferol, dan sterol dari minyak kelapa sawit yang teresterikasi
Penemu : Hock, Augustine Ong Soon (Malaysia); May, Choo Yuen (Malaysia); Hock, Goh Swee (Malaysia); Seek, Kam Toh (Malaysia)
Alamat : No.6, Persiaran Institusi, Bander Baru Bangi, 4300 Kajang, Selangor, West MalaysiaLembah Pantai, 59100, Kuala Lumpur, West Malaysia
No. Paten : ID 0 001 658
No. FullText Data : 1658.pdf
IPC : CO7C 403/00; C07D 311/72; CO7J 9/00
Tanggal : 5 Mei 1997
Abstrak : Penemuan ini adalah untuk menghasilkan suatu metoda pengisolasian komponen-komponen minor non-gliserid dari minyak kelapa-sawit atau minyak sayur semacam itu yang mengandung asam lemak bebas dan komponen-komponen nongliserid yang serupa dengan yang ada pada minyak kelapasawit; metoda tersebut terdiri atas: i. esterifikasi komponen asam lemak bebas pada minyak dengan satu atau lebih senyawa-senyawa alkohol monohidrat untuk membentuk minyak teresterifikasi dengan kandungan asam lemak bebas yang amat rendah, ii. konversi senyawa-senyawa gliserida menjadi monoester melalui transesterifikasi dengan memakai satu atau lebih senyawa-senyawa alkohol monohidrat, 111. adsorbsi komponen-komponen non-gliserid pada adsorben selektif untuk memisahkan komponen-komponen tersebut dari senyawa-senyawa ester minyak, dan iv. sesudah itu, desorbsi komponen non-gliserid dari adsorben dengan menggunakan pelarut untuk memperoleh komponen-komponen tersebut. Adsorben sebaiknya berupa alumina aktif, karbon aktif atau silika gel, sebaiknya reverse phase (terutama C,,) silika gel. Dengan metoda tersebut, dapat diisolasi senyawa-senyawa karoten, sterol, tokoferol dan komponen-komponen non-gliserid lainnya.

17.
Judul Paten :
Suatu proses untuk mencegah penurunan beta karoten pada minyak sawit
Penemu : Muchtadi, Tien R. (Indonesia)
Alamat : JI. Lengkeng No.2, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Indonesia
No. Paten : ID 0 002 569
No. FullText Data : 2569.pdf
IPC : A61K 09/08
Tanggal : 27 Maret 1998
Abstrak : Minyak sawit adalah suatu komoditi prima di Indonesia yang banyak mengandung pigmen beta karoten, sebagai provitamin A. Pengolaban minyak sawit secara konvensional selalu menggunakan suhu dan tekanan yang tinggi dalam proses deasidifikasi yang tanpa disadari perlakuan suhu tinggi ini mengakibatkan terjadinya kerusakan terhadap senyawa beta karoten dalam minyak tersebut. Dengan menerapkan teknik SFE (Supercritical Fluid Extraction) deasidifikasi dapat dilakukan pada suhu rendah, sehingga terjadinya kerusakan beta karoten dapat dihindari. Dalam penerapan metode SFE ini digunakan solven CO, bertekanan tinggi yang dalam kondisi super kritisnya dapat memisahkan komponen (dalam hal ini asam lemak) tanpa terjadi perubahan-perubahan komponen lain (dalam haI ini beta karoten) di dalam bahan awalnya (GPO/Crude Palm Oil).

ARTIKEL MAJALAH DAN MAKALAH

18.
Judul :
Kadar minyak, serat dan air pada daging buah (mesocarp) kelapa sawit, Elaeis guineensis Jacq
Judul terjemahan : The content of oil, fibre and water of mesocarp of E. guineensis Jacq
Sumber : Buletin Pusat Penelitian Marihat , 3 (1) 1983: 5-15
Penulis : Lubis, Adlin U.
Tahun Penerbitan : 1983
Deskriptor : Palm oil ; Moisture ; Fibers ; Coconut palms ; Oil palms

19.
Judul :
Komposisi asam lemak pada minyak kelapa sawit
Judul terjemahan : Free fatty acid composition of palm oil
Sumber : Buletin Pusat Penelitian Marihat , 2 (2) 1982: 25-32
Penulis : Lubis, Adlin U.
Tahun Penerbitan : 1982
Deskriptor : Palm oil ; Fatty acids ; Compositions

20.
Judul :
Penggunaan sabun natrium dari minyak inti sawit sebagai bahan pemantap lateks pusingan amonia tinggi
Judul terjemahan : The use sodium soap of palm kernel oil as stabilizer for high ammonia centrifuged latex
Sumber : Buletin Perkaretan , 3 (1) 1985: 10-17
Penulis : Dalimunthe, Rusdan
Tahun Penerbitan : 1985
Deskriptor : Soaps ; Ammonia ; Palm oil ; Latex

21.
Judul :
Rafinasi minyak sawit secara fisis
Judul terjemahan : Physical refining of palm oil
Sumber : Buletin Perkebunan: Balai Penelitian Perkebunan Medan , 16 (2) 1985: 85-90
Penulis : Loebis, Boyke
Tahun Penerbitan : 1985
Deskriptor : Palm oil ; Refineries ; Physical processes

22.
Judul :
Fluktuasi harga minyak sawit kaitannya dengan produksi bulanan minyaknabati lainnya
Judul terjemahan : Palm oil price fluctuation and its relationship with monthly productionof other vegetable oils
Sumber : Bul Pus Penelit Marihat, 6 (1) 1986: 3-13
Penulis : Lubis, Adlin S. ; Sri Wahyuni
Tahun Penerbitan : 1986
Deskriptor : Palm oil ; Prices ; Production increases

23.
Judul :
Prospek industri hilir minyak sawit dan minyak inti sawit
Judul terjemahan : The prospect of down stream industry of palm oil and palm kernel oil
Sumber : Maj BPPT, (10) 1986: 17-26
Penulis : Rasyid, Fuadi
Tahun Penerbitan : 1986
Deskriptor : Palm oil ; Food industry

24.
Judul :
Situasi dan prospek pemasaran minyak sawit
Sumber : Lokakarya Manajemen Industri Kelapa Sawit: Prosiding, Medan, 24-25 Nop1987
Penulis : Bonar, H.
Tahun Penerbitan : 1987
Deskripsi Fisik : 15 hal., lamp
Deskriptor : Oil palms ; Marketing
Kode Panggil : 633.851 Lok p

25.
Judul :
Peranan minyak kelapa sawit untuk penanggulangan masalah gizi dan peningkatan kesehatan masyarakat
Sumber : Lokakarya Manajemen Industri Kelapa Sawit: Prosiding, Medan, 24-25 Nop1987
Penulis : Muhilal
Tahun Penerbitan : 1987
Deskripsi Fisik : 12 hal. lamp
Deskriptor : Oil palms ; Nutrition ; Public health care
Kode Panggil : 633.851 Lok p

26.
Judul :
Efisiensi dalam industri minyak kelapa sawit
Sumber : Lokakarya Manajemen Industri Kelapa Sawit: Prosiding, Medan, 24-25 Nop1987
Penulis : Idris, H.Z. Arifin ; Chairat
Tahun Penerbitan : 1987
Deskripsi Fisik : 11 hal
Deskriptor : Efficiency ; Oil palms ; Industry
Kode Panggil : 633.851 Lok p

27.
Judul :
Masalah pembangunan pabrik minyak sawit di Indonesia
Sumber : Lokakarya Manajemen Industri Kelapa Sawit: Prosiding, Medan, 24-25 Nop1987
Penulis : Siregar, M.
Tahun Penerbitan : 1987
Deskripsi Fisik : 7 hal., lamp
Deskriptor : Oil palms ; Construction ; Manufacturing
Kode Panggil : 633.851 Lok p

28.
Judul :
Usaha meningkatkan daya saing industri minyak sawit
Sumber : Lokakarya Manajemen Industri Kelapa Sawit: Prosiding, Medan, 24-25 Nop1987
Penulis : Budiman, S.
Tahun Penerbitan : 1987
Deskripsi Fisik : 14 hal., lamp
Deskriptor : Oil palms ; Industry

29.
Judul :
Produksi minyak sawit
Sumber : Simposium Kelapa Sawit: Proceedings, Medan, 27-28 Mei 1985
Penulis : Sumardiko
Tahun Penerbitan : 1985
Deskriptor : Palm oil ; Agricultural production
Kode Panggil : 633.851 Sim p

30.
Judul :
Perkembangan pemasaran minyak sawit Indonesia menghadapi peningkatan produksi pada Pelita IV
Sumber : Simposium Kelapa Sawit: Proceedings, Medan, 27-28 Mei 1985
Penulis : Arifin, Hasanul
Tahun Penerbitan : 1985
Deskriptor : Marketing ; Palm oil
Kode Panggil : 633.851 Sim p

31.
Judul :
Potensi cuphea sebagai pesaing sumber minyak nabati kelapa dan inti sawit
Sumber : Tinjauan Perkelapaan dalam Bidang Produksi, Surabaya, 26-27 Jan 1988
Penulis : Basuki ; Soedarsan, Achmad
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 7 hal
Deskriptor : Coconut oil ; coconut palms
Kode Panggil : 338.476 648 Kon

32.
Judul :
Beberapa pokok pikiran untuk masukan penetapan baku mutu limbah cair pabrik minyak sawit dan pabrik karet
Sumber : Seminar Nasional Pengendalian Limbah Pabrik Minyak Sawit dan Karet:Prosiding, Medan, 20-21 Des 1988
Penulis : Arjuna, Jaya ; Yusuf, Syamsinar ; Dardak, Abu
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 8 hal
Deskriptor : Environment quality ; Rubber ; Wastewater ; Palm oil

33.
Judul :
Pengendalian limbah industri minyak sawit: pengalaman Malaysia
Sumber : Seminar Nasional Pengendalian Limbah Pabrik Minyak Sawit dan Karet:Prosiding, Medan, 20-21 Des 1988
Penulis : Zakaria, Zin Z. ; Hassan, Abdul Halim
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 9 hal., lamp
Deskriptor : Industrial wastes ; Palm oil ; Sanitation engineering
Kode Panggil : 363.728 Sem p

34.
Judul :
Hasil sigi pengendalian air limbah pabrik kelapa sawit
Sumber : Seminar Nasional Pengendalian Limbah Pabrik Minyak Sawit dan Karet:Prosiding, Medan, 20-21 Des 1988
Penulis : Loebis, Boyke ; Tobing, P.L.
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 6 hal
Deskriptor : Sanitation engineering ; Wastewater ; Palm oil
Kode Panggil : 363.728 Sem p

35.
Judul :
Pengendalian proses pengolahan kelapa sawit yang berhubungan dengan karateristik dan volume limbah
Sumber : Seminar Nasional Pengendalian Limbah Pabrik Minyak Sawit dan Karet:Prosiding, Medan, 20-21 Des 1988
Penulis : Naibaho, Ponten M.
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 10 hal
Deskriptor : Sanitation engineering ; Industrial wastes ; Wastewater ; Palm oil
Kode Panggil : 363.728 Sem p

36.
Judul :
Inventarisasi dan karakteristik limbah pabrik kelapa sawit
Sumber : Seminar Nasional Pengendalian Limbah Pabrik Minyak Sawit dan Karet:Prosiding, Medan, 20-21 Des 1988
Penulis : Lubis, Adlin U. ; Purba, P. ; Ariana, Diwan Prima
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 11 hal
Deskriptor : Wastewater ; Industrial wastes ; Palm oil
Kode Panggil : 363.728 Sem p

37.
Judul :
Pengendalian air limbah pabrik sawit secara anaerobik
Sumber : Seminar Nasional Pengendalian Limbah Pabrik Minyak Sawit dan Karet:Prosiding, Medan, 20-21 Des 1988
Penulis : Subagio, Hari
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 11 hal., lamp
Deskriptor : Sanitation engineering ; Industrial wastes ; Palm oil ; Anaerobic processes
Kode Panggil : 363.728 Sem p

38.
Judul :
Biodegradasi bahan lignoselulosa sebagai alternatif pemanfaatan limbah kelapa sawit
Sumber : Seminar Nasional Pengendalian Limbah Pabrik Minyak Sawit dan Karet:Prosiding, Medan, 20-21 Des 1988
Penulis : Sparringa, Roy A.
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 10 hal., lamp
Deskriptor : Biodeterioration ; Lignocellulose ; Industrial wastes ; Oil palm
Kode Panggil : 363.728 Sem p

39.
Judul :
Pemanfaatan limbah pabrik karet dan minyak sawit
Sumber : Seminar Nasional Pengendalian Limbah Pabrik Minyak Sawit dan Karet:Prosiding, Medan, 20-21 Des 1988
Penulis : Wood, B.J. ; Lim, K.H.
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 20 hal., lamp
Deskriptor : Industrial wastes ; Rubber ; Palm oil
Kode Panggil : 363.728 Sem p

40.
Judul :
Percobaan pemanfaatan residu hasil pembuatan tawas dari kaolin sebagai penyerap warna minyak sawit mentah
Judul terjemahan : The treatment of utilization of residue yield in kaolin sulphate process as color absorbent for crude palm oil
Sumber : Buletin PPPTM (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral) : 13 (9) 1991: 1-6
Penulis : Wijayanti, Retno
Tahun Penerbitan : 1991
Deskriptor : Kaolin ; Adsorbents ; Palm oil ; Alum

41.
Judul :
Analisis komposisi asam lemak minyak sawit yang dipercepat
Judul terjemahan : Accelerated composition analysis of fatty acids in palm oil
Sumber : Berita Penelitian Perkebunan Medan : 1 (1) 1991: 25-32
Penulis : Latif, Sjafrul
Tahun Penerbitan : 1991
Deskriptor : Palm oil ; Fatty acids

42.
Judul :
Diversifikasi minyak sawit dan inti sawit dalam upaya meningkatkan daya saing dengan minyak nabati lainnya dan hewani
Judul terjemahan : The production diversification of palm oil to make it competitive against other vegetable and fat oils
Sumber : Buletin Perkebunan: Balai Penelitian Perkebunan Medan : 21 (2) 1990: 107-124
Penulis : Naibaho, Ponten M.
Tahun Penerbitan : 1990
Deskriptor : Palm oil

43.
Judul :
Pengaruh rafinasi dan pemucatan terhadap kualitas minyak inti sawit hasil ekstraksi expeller
Judul terjemahan : The effect of refinement and bleaching on the quality of palm oil produced by expeller extraction
Sumber : Buletin Perkebunan: Balai Penelitian Perkebunan Medan : 22 (3) 1991: 207-216
Penulis : Naibaho, Ponten M.
Tahun Penerbitan : 1991

44.
Judul :
Proses in-situ epoksidasi minyak sawit
Judul terjemahan : The in-situ epoxidation process of palm oil
Sumber : Buletin Perkebunan: Balai Penelitian Perkebunan Medan : 23 (2) 1992: 115-123
Penulis : Sadi, Supriyadi
Tahun Penerbitan : 1992
Deskriptor : Epoxy compounds ; Palm oil

45.
Judul :
Prospek minyak kelapa sawit sebagai bahan baku oleochemical
Sumber : Majalah BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) : (53) 1993: 67-76
Penulis : Adinegoro, Himawan ; Prio A., Bambang
Tahun Penerbitan : 1993
Deskriptor : Palm oil ; Oleoresins
Abstrak : Indonesia is the world's second largest procedures of palm oilbut exports are threatened by the fluctuation of price in theinternational market of vegetable oils. The fluctuation is due to tooversupply of palm oil (tropical vegetable oil) and other vegetableoils (subtropical oils-sunflower and soybean oil), in addition tofirm competition among the procedures.Now, most of palm oilexprted from Indonesia is still in the form of G|Crude palm oil(CPO). In the future, exported palm oil is only as crude oil, butalso as diversified products, either edible products in the exportmarket as well as domestic market, because of their diversificationinto oleochemicals are widely used in the industries.210 665

46.
Judul :
Pembuatan produk-produk oleokimia dari minyak sawit menggunakan proses enzimatis
Judul terjemahan : The preparation of oleochemical products from palm oil using enzymatic process
Sumber : Berita Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 1 (1) 1993: 85-91
Penulis : Herawan, Tjahjono
Tahun Penerbitan : 1993
Deskriptor : Palm oil ; Enzymes
Abstrak : Pembuatan produk-produk oleokimia dari minyak nabati, termasuk minyak sawit, umumnya dilakukan dengan menggunakan proses thermik yang memerluka suhu dan tekanan tinggi. Pengolahan dengan cara ini seringkali merusak reaktan maupun produk itu sendiri. Alternatif lain dari pengolahan minyak sawit menjadi produk oleokimia adalah dengan proses enzimatis menggunakan lipase sebagai biokatalis. Proses ini keunggulan dibandingkan dengan proses yang menggunakan katalis kimia yaitu tidak memerlukan energi tinggi, pengontrolansangat mudah, investasi relatif murah, kualitas produk lebih baik, aman terhadap lingkungan kerja dan tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan.

47.
Judul :
Kontaminasi minyak sawit selama transportasi dan penimbunan
Judul terjemahan : The contamination of palm oil during transportation and storage
Sumber : Berita Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 1 (1) 1993: 93-103
Penulis : Darnoko ; Tri Hayati ; Naibaho, Ponten M.
Tahun Penerbitan : 1993
Deskriptor : Palm oil ; Food contamination ; Transportation
Abstrak : Kontaminasi merupakan salah satu faktor teknis yang sering mengganggu transaksi perdagangan minyak sawit. Kontaminasi tersebut dapat terjadi hampir pada semua tahap pengolahan, penimbunan, pengangkutan baik darat maupun laaaut, pembongkaran dan pemuatan minyak sawit pada saat bongkar muat. Penanganan minyak yang tidak sesuai dengan prosedur, fasilitas yang tidak memenuhi standar, dan perbedaan standar yang digunakan produksen berbeda dengan standar yang digunakan konsumen, sering menimbulkan masalah klaim yang didasarkan pada adanya kontaminasi dalam minyak. Pengawasan mutu dan standardisasi peralatan proses, pengangkutan dan sarana pemindahan minyak diharapkan dapat mengurangi kontaminasi minyak sawit. Penyesuaian standar ekspor yang memungkinkan pengawasan terhadap kontaminan diharapkan dan membuat seluruh pelaku tataniaga dan industri kelapa sawit untuk memperkecil terjadinya kontaminasi.

48.
Judul :
Efisiensi ekstraksi minyak inti sawit dengan ekspeler
Judul terjemahan : The efficiency of kernel palm oil extraction with expeller
Sumber : Berita Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 1 (1) 1993: 39-47
Penulis : Naibaho, Ponten M.
Tahun Penerbitan : 1993
Deskriptor : Palm oil ; Extraction
Abstrak : Minyak inti sawit memiliki sifat yang hampir serupa dengan minyak kelapa. Oleh karena itu minyak inti sawit banyak diperlukan untuk bahan baku dalam industri oleofood dan oleochemical. Ekstraksi inti sawit dapat dilakukan dengan pelarut atau ekspeler. Efektivitas ekstraksi dengan pelarut lbih tinggi dibanding dengan ekspeler, tetapi memerlukan biaya dan pengamanan yang lebih tinggi. Oleh karena itu perlu diteliti bagaimana cara meningkatkan efisiensi ekstraksi dengan ekspeler.Hasil percobaan menunjukkan bahwa efektivitas ekstraksi dengan ekspeler dipengaruhi oleh kadar air dan kadar kotoran inti sawit. Efisiensi ekstraksi dapat mencapai 90 persen bila kadar air lebih kecil dari 6 persen dan kadar kotoran lebih kecil dar 4 persen. Oleh karena itu dianjurkan agar pengolahan inti di pabrik kelapa sawit perlu dikelola dengan baik sehingga kadar air inti lebih kecil dari 6 persen dan kadar kotoran lebih kecil dari 4 persen.

49.
Judul :
Pengendalian kontaminasi pada minyak sawit
Judul terjemahan : Contamination control of palm oil
Sumber : Berita Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 1 (1) 1993: 49-55
Penulis : Naibaho, Ponten M. ; Lubis, Adlin U.
Tahun Penerbitan : 1993
Deskriptor : Palm oil ; Quality control ; Food contamination
Abstrak : Produksi minyak nabati dan hewani dunia cenderung meningkat setiap tahunnya. Hal ini mengakibatkan persaingan yang semakin ketat, baik mengenal mutu, harga dan ketepatanwaktu.Salah satu penyebab turunnya mutu minyak sawit adalah adanya kontaminasi.Kontaminasi minyak sawit dapat terjadi sejak dari panen, pengolahan, pengiriman, penimbunan, pemompaan ke tangki truk atau alat angkut kereta api. Kontaminasi dapat dikurangi dengan menerapkan pengendalian mutu yang sesuai dengan ISO 9000. Pengendalian mutu minyak sawit pada setiap tahapan penanganan akan mempertinggi daya saing minyak sawit.

50.
Judul :
Penggunaan minyak sawit dan inti sawit sebagai bahan baku surfaktan
Judul terjemahan : Utilizing of palm oil kernel palm oil as surfactant substance
Sumber : Berita Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 1 (1) 1993: 57-63
Penulis : Sadi, Supriyadi
Tahun Penerbitan : 1993
Deskriptor : Palm oil ; Surface active agents
Abstrak : Penganekaragaman produk minyak sawit dan inti sawit di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, umumnya produsen minyak sawit hanya menjual produknya dalam bentuk minyak sawit mentah (crude palm oil). Salah satu produk yang dapat memberikan nilai tambah dari minyak sawit mentah dan minyak inti sawit adalah surfaktan. Sifat biodegradasi surfaktan yang berasal dari minyak sawit jauh lebih baik dibandingkan dengan surfaktan yang berasal dari turunan minyak bumi. Hal ini berarti bahwa minyak sawit dan inti sawit mempunyai prospek untuk digunakan sebagai bahan baku surfaktan.

51.
Judul :
Biodiesel dari minyak nabati sebagai bahan bakar alternatif
Judul terjemahan : Biodiesel from vegetable oil as alternative fuel
Sumber : Berita Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 1 (1) 1993: 65-73
Penulis : Tri Hayati ; Herawan, Tjahjono ; Supriyadi S. ; Naibaho, Ponten M.
Tahun Penerbitan : 1993
Deskriptor : Vegetable oils ; Fuels
Abstrak : Berbagai penyelidikan telah dilakukan untuk mencari alternatif bahan bakar sebagai upaya menghadapi terbatasnya ketersediaan minyak bumi. Salah satu sumber yang dinilai laik adalah bahan yang berasal dari tanaman karena bersifat dapat diperbaharui. Minyak nabati merupakan sumber hidrokarbon yang potensial. Pembuatan bahan bakar minyak diesel dari minyak nabatidialkukan melalui pembentukan metil ester dari trigliserida. Dalam skala laboratorium pembentukan metil ester dilakukan melalui transesterifikasi dengan menggunakan katalis asam atau basa. Pada skala pilot plant, pembuatan metil ester telah dilakukan melalui metanolisis menggunakan katalis natrium metilat dalam metanol. Pendekatan lain pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan bakar adalah dengan mengubah konstruksi mesin. Dengan cara ini minyak sawit mentah (crude palm oil) dapat langsung di gunakan sebagai bahan bakarnya . Pembuatan bahan bakar dari minyak nabati telah dapat dilakukan. Pada tingkat harga minyak bumi sekarang, pembuatan bahan bakar dari minyak nabati dinilai belum ekonomis. Meskipun demikian, teknologi pembuatan bahan bakar dari minyak nabati perlu ditingkatkan untuk menghadapi berkurangnya minyak bumi.

52.
Judul :
Peluang pengembangan pasar minyak kelapa sawit
Judul terjemahan : Palm oil market development opportunities
Sumber : Berita Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 1 (1) 1993: 75-80
Penulis : Buana, Lalang ; Daswir
Tahun Penerbitan : 1993
Deskriptor : Palm oil ; Markets
Abstrak : Pesatnya perkembangan areal kelapa sawit nasional dan dunia serta pesatnya peningkatan produksi minyak nabati lainnya membuat persaingan perdagangan minyak nabati semakin ketat. Kajian ini bertujuan menetapkan potensi konsumsi minyak sawit, yang dicerminkan oleh potensi konsumsi minyak nabati, di beberapa negara sebagai informasi dasar dalam pengembangan pasar minyak sawit. Hasil kajian ini menunjukkan konsumsi minyak nabati beberapa negara seperti Cina, India, Bangladesh, Eks Soviet, Vietnam, maroko, Afganistan, Kenya dan negara sedang berkembang lainnya termasuk Indonesia masih berada di bawah potensial konsumsi. Oleh karena itu, saat ini negara-negara tersebut merupakan negara potensial untuk pengembangan ekspor minyak sawit Indonesia.

53.
Judul :
Pengolahan limbah cair industri minyak kelapa sawit dengan reaktor tipe upflow anaerobik fixed bed
Sumber : Workshop Teknologi Lingkungan: prosiding, Jakarta, 15 Jun 1993
Penulis : Sumekar, Hery ; Lubis, Lukmanul Hakim
Tahun Penerbitan : 1993
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : Industrial wastes ; Oil palms ; Sewage treatment
Kode Panggil : 628.3 Wor p

54.
Judul :
Penetapan kandungan minyak kelapa sawit dengan spektrometer NMR
Sumber : Seminar Nasional Spektroskopi: Temu Ilmiah Jaringan Kerjasama Kimia Analitik Indonesia: prosiding, Yogyakarta, 16-17 Mei 1995
Penulis : Tri Haryati ; Lubis, Adlin U. ; Eka Nuryanto ; Tri Hutomo
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 6 hal.
Deskriptor : Nuclear magnetic resonance spectroscopy ; Palm oil
Kode Panggil : 543 Sem p

55.
Judul :
Metode kalibrasi spektrometer NMR untuk analisis minyak sawit
Sumber : Seminar Nasional Spektroskopi: Temu Ilmiah Jaringan Kerjasama Kimia Analitik Indonesia: prosiding, Yogyakarta, 16-17 Mei 1995
Penulis : Eka Nuryanto ; Naibaho, P.M. ; Tri Haryati
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : Nuclear magnetic resonance spectroscopy ; Palm oil
Kode Panggil : 543 Sem p

56.
Judul :
Pengamatan metoda analisis asam lemak dengan kromatografi gas dan penerapannya pada fraksi minyak kelapa sawit
Sumber : Seminar Nasional Kimia dan Pembangunan: proceedings, Bandung, 23-26 Nop 1992
Penulis : Tjokronegoro, Rukmiati K. ; Suprapto, M. Edang S.M. ; Hadijah, Ijah ; Razak, Darmilah
Tahun Penerbitan : 1992
Deskripsi Fisik : 8 hal.
Deskriptor : Fatty acids ; Gas chromatography ; Palm oil
Kode Panggil : 660 Sem p

57.
Judul :
Studi pemanfaatan minyak sawit merah (MSM) sebagai sumber beta-karoten pada pembuatan "Cookies" dan penggorengan kerupuk bawang
Sumber : Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) VI, Serpong, 11-15 Sep 1995
Penulis : Rimbawan ; Putri, Sri Susi Isma ; Shafitri, Susi ; Damayanti, Evy ; Mudjajanto, Edi S.
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 16 hal.
Deskriptor : Palm oil ; Cookies ; Chips
Kode Panggil : 600 Kon k

58.
Judul :
Produksi dan pemanfaatan lipase mikrobial dalam pembuatan oleokimia dasar dari minyak kelapa sawit
Sumber : Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) VI, Serpong, 11-15 Sep 1995
Penulis : Suryani, Ani
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 18 hal.
Deskriptor : Palm oil ; Lipase
Kode Panggil : 600 Kon k

59.
Judul :
Aplikasi teknologi ekstraksi fluida superkritis (Supercritical fluid extraction) untuk menghasilkan minyak sawit merah kaya beta-caroten
Sumber : Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) VI, Serpong, 11-15 Sep 1995
Penulis : Muchtadi, Tien R.
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 9 hal.
Deskriptor : Palm oil ; Supercritical fluid extraction
Kode Panggil : 600 Kon k

60.
Judul :
Kinetika reaksi pirolisis limbah kelapa sawit untuk pembuatan bahan Co-surfactant untuk menaikkan perolehan minyak bumi
Sumber : Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo 1995: prosiding, Bandung, 23-24 Okt 1995
Penulis : Murachman, Bardi ; Sajidi, Moedjiana ; Hardjono ; Purwono, Suryo ; Liem, Lindawati
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 10 hal.
Deskriptor : Oil palms ; Agricultural wastes ; Pyrolysis ; Surface active agents

61.
Judul :
Penetapan kandungan minyak mesokarp sawit dengan spektrometer NMR
Sumber : Seminar Nasional Spektroskopi: prosiding, Jakarta, 16-17 Mei 1995
Penulis : Tri Haryati ; Lubis, Adlin U. ; Eka Nuryanto ; Tri Hutomo
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 6 hal.
Deskriptor : Nuclear magnetic resonance spectroscopy ; Palm oil
Kode Panggil : 543 Sem p

62.
Judul :
Metode kalibrasi spektrometer NMR untuk analisis minyak sawit
Sumber : Seminar Nasional Spektroskopi: prosiding, Jakarta, 16-17 Mei 1995
Penulis : Eka Nuryanto ; Naibaho, P.M. ; Tri Haryati
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : Nuclear magnetic resonance spectroscopy ; Palm oil
Kode Panggil : 543 Sem p

63.
Judul :
Teknik pemekatan beta-karoten minyak sawit dengan transesterifikasi dan saponifikasi
Sumber : Seminar Nasional IV Kimia dalam Industri dan Lingkungan: prosiding, Yogyakarta, 11-12 Des 1995
Penulis : Muchtadi, Tien R. ; Sulaswatty, Anny ; Aiman, Syarul
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 6 hal.
Deskriptor : Carotenoids ; Palm oil ; Esterification ; Saponification
Kode Panggil : 660 Sem p

64.
Judul :
Studi karakteristik minyak sawit dan minyak inti sawit
Sumber : Simposium II Hasil Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri: prosiding, Bogor, 21-23 Nop 1994
Penulis : Naibaho, Ponten M.
Tahun Penerbitan : 1994
Deskripsi Fisik : 12 hal.
Deskriptor : Palm oil
Kode Panggil : 633 Sim p

65.
Judul :
Studi proses transesterifikasi minyak kelapa sawit menjadi bahan bakar motor setara solar
Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi. Diskusi Ilmiah: prosiding, Jakarta, 13-14 Jun 1995
Penulis : Sidjabat, Oberlin ; Yunus, Rahmat ; Harimurti, Kun
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : Palm oil ; Diesel fuels ; Transesterification
Kode Panggil : 553.2 Pus p

66.
Judul :
Pengaruh perbedaan beberapa sifat fisika kimia bahan bakar kelapa sawit pada unjuk kerja motor
umber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi. Diskusi Ilmiah: prosiding, Jakarta, 13-14 Jun 1995
Penulis : Djoko S. Widodo, J.
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : Palm oil ; Engines ; Fuel oil
Kode Panggil : 553.2 Pus p

67.
Judul :
Penetapan kandungan minyak mesokarp sawit dengan spektrometer NMR
Sumber : Temu Ilmiah Jaringan Kerjasama Kimia Analitik Indonesia dan Seminar Nasional Spektroskopi, Yogyakarta, 16-17 Mei 1995
Penulis : Tri Haryati ; Lubis, Adlin U. ; Eka Nuryanto ; Tri Hutomo
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 6 hal.
Deskriptor : Nuclear magnetic resonance ; Mesocarp ; Oil palms
Kode Panggil : 543 Tem p

68.
Judul :
Efisiensi waktu pembibitan mikroba anaerob dalam menurunkan angka cod limbah cair minyak kelapa sawit
Sumber : Seminar Nasional Biologi XV Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI): prosiding, Bandar Lampung, 24-26 Jul 1997
Penulis : Arita, Susila ; Sintawardani, Neni ; Karim, Arif ; Saleh, Abdullah ; Nasir, Subriyer
Tahun Penerbitan : 1997
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : Anaerobiosis ; Microbial inoculants ; Sewage ; Palm oil
Kode Panggil : 574.6 Sem p

69.
Judul :
Parameter kinetika pengolahan air limbah minyak kelapa sawit dalam bioreaktor unggun fluidisasi anaerobik dua tahap
Sumber : Seminar Peranan Mikrobiologi Terapan dalam Menunjang Pengembangan Industri Berwawasan Lingkungan: prosiding, Bandar Lampung, 12 Des 1996
Penulis : Hasanudin, Udin
Tahun Penerbitan : 1996
Deskripsi Fisik : 9 hal.
Deskriptor : Bioreactors ; Biological sewage treatment ; Fluidization ; Anaerobic digestion ; Palm oils
Kode Panggil : 660.62 Sem p

70.
Judul :
Pengamatan kandungan mikroba dan analisis kimia residu minyak sawit (sludge) iradiasi
Sumber : Pertemuan Ilmiah Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Isotop dan Radiasi 1996/1997: risalah, Jakarta, 18-19 Feb 1997
Penulis : Jenny M.U. ; Suwadji, E. ; Andini, L.
Tahun Penerbitan : 1997
Deskripsi Fisik : 6 hal.
Deskriptor : Microorganisms ; Chemical analysis ; Residues ; Palm oil ; Sludges
Kode Panggil : 621.4837 Per r
Abstrak : Telah dilakukan pengamatan pada sludge sawit dari perkebunan kelapa sawit Malingping dan Lampung. Pengamatan dilakukan terhadap jenis dan kandungan mikroba total dan analisis kimia, setelah sludge sawit diiradiasi dengan dosis 0, 2, 4, dan 6 kGy, dan disimpan selama 0,2,4,6,8,10, dan 12 minggu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa beberapa jenis mikroba masih tahan sampai dosis 6 kGy. Dalam sludge sawit dijumpai jenis mikroba seperti Streptococcus, E. coli, staphylococcus, dan pseudomonas sp. Pada hasil analisis kimia diketahui kadar protein kadar berkisar 9,77 - 13,58 persen. Hasil pengamatan selama masa simpan sampai 12 minggu tidak menunjukkan adanya peningkatan jumlah mikroba. Oleh karena itu. sludge sawit iradisi cukup baik untuk dijadikan tambahan bahan dasar pakan ternak.

71.
Judul :
Pirolisis lignin limbah sawit: upaya untuk mengembangkan proses pembuatan surfaktan yang berasal dari limbah pengolahan kelapa sawit untuk menaikkan perolehan minyak bumi
Sumber : Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo 1998: prosiding, Bandung, 27-28 Okt 1998
Penulis : Purwono, Suryo ; Murachman, Bardi ; Widodo, Agung
Tahun Penerbitan : 1998
Deskripsi Fisik : 8 hal.
Deskriptor : Palm oil industry ; Pyrolysis ; Lignin ; Waste treatment ; Surfactants ; Crude oil
Kode Panggil : 660 Sem p
Abstrak : Pirolisis lignin yang dibuat dari limbah industri minyak sawit dapat menghasilkan cairan yang mengandung senyawa phenol dan turunan phenol yang dpat disulfonasi untuk menghasilkan surfaktan. Suhu pirolisis yang relatif baik untuk menghasilkan cairan hasil pirolisis adalah sekitar 400 derajat celcius untuk lignin yang berasal dari sabut kelapa sawit dan 350 derajat celcius untuk lignin yang berasal dari tandan kelapa sawit. Hasil surfaktan yang diperoleh antara lain 34 sampai 38 persen dari produk pirolisis. Reaksi pirolisis lignin dapat dianggap sebagai reaksi order satu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes dari surfaktan yang dihasilkan dapat membentuk emulsi dengan minyak. Hal ini menunjukkan bahwa surfaktan tersebut dapat digunakan dalam injeksi minyak.

72.
Judul :
Isolasi dan identifikasi alfa dan beta-karoten dan asam lemak dari minyak sawit mentah (CPD) dari Kalimantan Barat
Sumber : Seminar Nasional Kimia III: prosiding, Yogyakarta, 25 Apr. 1998
Penulis : Matsjeh, Sabirin ; Rahmadi
Tahun Penerbitan : 1998
Deskripsi Fisik : 14 hal.
Deskriptor : Carotenes ; Palm oil ; Fatty acids ; Chemical analysis
Kode Panggil : 543 Sem p

73.
Judul :
Pengolahan limbah cair minyak kelapa sawit dengan sistem anaerobik-aerobik
Sumber : Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Teknologi Pengolahan Limbah I: prosiding, Serpong, 10-11 Des 1997
Penulis : Tomo, Hendro Satsetijo
Tahun Penerbitan : 1997
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : Sewage treatment ; Palm oil ; Anaerobic digestion
Kode Panggil : 363.7289 Per p

74.
Judul :
Design and impelentation of temperature control on crude palm oil crystalization proses (Perancangan dan implementation temperatur pada proses kristalisasi minyak kelapa sawit mentah)
Sumber : Workshop on Electro Communication and Information Bandung Institute of Technology, 3rd: proceedings, Bandung, 3-4 Mar 1999
Penulis : Tjahjono, Anang ; Nuh, Muhammad ; Kuswadi, Son ; Sigit, Riyanto
Tahun Penerbitan : 1999
Deskripsi Fisik : 4 hal.
Deskriptor : Palm oil ; Crystallization ; Temperature control
Kode Panggil : 621.38 Wor p

75.
Judul :
Pemanfaatan atmosfer gas inert untuk menghambat kerusakan minyak kelapa sawit yang dipanaskan pada suhu tinggi
Sumber : Seminar Nasional Kimia VI: prosiding, Yogyakarta, 24-25 Sep 1999
Penulis : Astuti, Endang
Tahun Penerbitan : 1999
Deskripsi Fisik : 8 hal.
Deskriptor : Inert gases ; Atmosphere ; Palm oils ; Oxidation
Kode Panggil : 547 Sem p

76.
Judul :
Perancangan pelumas industri berbahan baku minyak sawit
Sumber : Seminar Nasional Kimia VI: prosiding, Yogyakarta, 24-25 Sep 1999
Penulis : Fajar, Rizgon ; Yubaida, S.
Tahun Penerbitan : 1999
Deskripsi Fisik : 8 hal.
Deskriptor : Palm oil ; Lubricanting oil
Kode Panggil : 547 Sem p

77.
Judul :
Penggunaan minyak ikan lemuru dan minyak kelapa sawit dalam ransum terhadap kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 dalam kuning telur ayam
Sumber : Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner: prosiding, Bogor, 1-2 Des 1998
Penulis : Sastrodiharjo, Soediman ; Suci, Dwi Margi ; Cahyanto, Muhammad Nur
Tahun Penerbitan : 1998
Deskripsi Fisik : 9 hal.
Deskriptor : Fish oils ; Palm oils ; Feeding ; Omega-3 fatty acids ; Omega-6 fatty acids ; Egg yolks ; Chickens
Kode Panggil : 636 Sem p

78.
Judul :
Penggunaan limbah pabrik minyak kelapa sawit sebagai pupuk dan tanah lapisan bawah sebagai media pada pembibitan awal kelapa sawit
Judul terjemahan : Utilization of oil palm mill effluent as fertilizers and sub-soil as media on early seedling of oil palms
Sumber : Buletin Perkebunan Medan: PT Perkebunan IX Medan : 8 (3) 1994: 28-48
Penulis : Sukarji, R. ; Siregar, Hasril H.
Tahun Penerbitan : 1994
Deskriptor : Oil palms ; Sludge ; Seedlings ; Growing media ; Waste utilization

79.
Judul :
Pemisahan karotenoida yang dikandung minyak kelapa sawit mentah (CPO) pada tahap saponifikasi
Judul terjemahan : Separation of carotenoids contents of crude palm oil (CPO) in saponification phase
Sumber : Komunikasi Penelitian: Lembaga Penelitian USU : 5 (1) 1993: 9-17
Penulis : Brahmana, Hemat R.
Tahun Penerbitan : 1993
Deskriptor : Carotenoids ; Palm oil
Abstrak : Minyak kelapa sawit yang berasal dari kulit sabut (pericarp) berwarnakuning jeruk kemerahan disebabkan kandungan senyawa karotenoid, sedangkan minyakinti sawit yang berasal dari inti berwarna kuning pucat. Oleh karena itu pembentukan metil ester asam lemak dari minyak inti sawit dapat dilakukan reaksi interesterifikasi agar senyawa karotenoidanya dapat dipisahkan. Senyawa karotenoide dapat dipisahkan dari campuran garam asam lemak beserta fliserol dengan menggunakan pelarut ekstraksi heksana. Ekstrak heksana dipisahkan secara kromatografi kolom secara elusi bertingkat dengan adsorben alumina yang terdeatifasikan, menggunakan larutan developer benzena-petroleum eter (1:19, v/v) telah digunakan untuk memisahkan senyawa karotenoid. Senyawa karotenoid tersebut adalah keseluruhan alpha-keroten, beta-karoten, ë-karoten dengan jumlah keseluruhan 629,8 ppm. Hasil perolehan karotenoid lebih rendah 20-30 persen bila tidak digunakan anti oksidan buntil hidroksida toluena (BHT) ataupun proses pemisahan tidak dilakukan dalam suasana gas nitrogen.

80.
Judul :
Formulasi vanaspati dari minyak sawit.
Judul terjemahan : Formulation of vanaspati from palm oil.
Sumber : Buletin Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 2 (2) 1994: 105-112
Penulis : Tri Haryati ; Darnoko ; Buana, Lalang
Tahun Penerbitan : 1994
Deskriptor : Palm oil ; Vanaspati
Abstrak : Lemak padat yangbanyaj dikonsumsi di India adalah "hee" dan vanaspati. "Ghee" merupakan lemak hewani, sedangkan vanaspati mengandung konfigurasi trans pada molekul trigliseridanya yang ketahui berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Pada penelitian ini diformulasikan vanaspati menggunakan bahan baku fraksi-fraksi minyak sawit untuk menghindari terbentuknya molekul trans gliserida. Metoda Permukiman Tanggap (MPT) digunakan untuk mencari komposisi bahan baku yang optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vanaspati yang menyerupai produk "Cow Brand" dapat dibuat dari stearin, olein, minyak sawit yang dimurnikanm dipucatkan dan dideodorisasi (refined bleached deodorized palm oil) dengan komposisi berturut-turut 6.33, 19.33, 1.00.

81.
Judul :
Pengolahan limbah pabrik minyak sawit dengan bioreaktor unggun fluidisasi anaerob.
Judul terjemahan : Waste disposal treatment of the palm oil factory using unaerobic fluidized bed bioreactor.
Sumber : Jurnal Penelitian Universitas Muhammadiyah Jakarta : 1 (1) 1995: 21-32
Penulis : Syamsudin A.B. ; Dimyati, H. Salim A. ; Utomo, Suratman
Tahun Penerbitan : 1995
Deskriptor : Sewage treatment ; Bioreactors ; Palm oil

Abstrak : Limbah cair Pabrik Minyak Sawit (PMS) yang dibuang ke sungai ternyata masih mengandung zat-zat organik sangat tinggi, yaitu berkisar antara 40.000-120.000 mg. COD/liter dan bersifat asam dengan pH berkisar 3,5-4,5. Penelitian pengolahan limbah PMS dilakukan di dalam Bioreaktor Unggun Fluidisasi Anaerob dalam unit skala laboratorium, dengan ukuran diameter 8 cm dan tinggi 200 cm. Sebagai partikel pendukung digunakan pasir kwarsa berukuran 0,5 mm serta bola-bola gelas berdiameter 3 mm sampai dengan kurang lebih 16 cm. Percobaan dilakukan dalam tiga bagian yaitu pembibitan start-up dan pengaruh laju pembebanan terhadap kinerja bioreaktor. Waktu yang dibutuhkan untuk pembibitan ini kurang lebih 3 (tiga0 bulan dengan konsentrasi gas metan yang diperoleh sebesar 56,93 persen. Pada start-up, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi tunak (steady state) adalah 48 hari, dengan penurunan BOD sebesar 89,6 persen. Efisiensi penyisihan COD pada waktu tinggal cairan 3 hari hanya sebesar 75,8 persen dan pada waktu tinggal cairan 15 hari sebesar 92,7 persen dan pH dalam rentang 6,9-7,2.

82.
Judul :
Optimisasi formulasi es krim skala kecil dengan menggunakan minyak kelapa sawit sebagai pengganti lemak mentega.
Judul terjemahan : Optimization of small scale ice cream formulation using palm oil as butter fat substitute.
Sumber : Buletin Teknologi & Industri Pangan : 5 (3) 1994: 1-6
Penulis : Hubeis, Musa ; Puspitasari, Ni Luh ; Herijanto
Tahun Penerbitan : 1994
Deskriptor : Ice cream ; palm oil

83.
Judul :
Proses-proses ekstraksi inti sawit yang digunakan dalam industri minyak inti sawit (PKO).
Judul terjemahan : Kernel extraction process used in palm kernel oil industry.
Sumber : Majalah BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) : (65) 1995: 88-105
Penulis : Wahyudi, M. Yudi
Tahun Penerbitan : 1995
Deskriptor : Palm kernel oil ; Extraction

84.
Judul :
Induksi Saccharopolyspora erythrea ATCC 11635 untuk meningkatkan toleransinya terhadap minyak sawit sebagai pra-prekursor biosintesis eritromisin.
Judul terjemahan : Induction of Saccharopolyspora erythea ATCC 11635 for increasing its tolerance to palm oil as a pre-precursor of erythromycin biosynthesis.
Sumber : Majalah Farmasi Indonesia : 7 (1) 1996: 1-10
Penulis : Sudibyo, Retno S. ; Jenie, Umar A.
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Saccharopolyspora erythrea ; Erythromycin ; Palm oil

85.
Judul :
Karakteristik aerodinamika komponen ampas pres minyak sawit.
Judul terjemahan : Aerodynamic characteristics of palm oil press cake components.
Sumber : Jurnal Penelitian Kelapa Sawit : 3 (2) 1995: 139-150
Penulis : Ariana, Diwan Prima ; Guritno, Purboyo
Tahun Penerbitan : 1995
Deskriptor : Aerodynamic characteristics ; Palm oil cake ; Yield components

86.
Judul :
Aplikasi teknologi ekstraksi fluida superkritis (supercritical fluid extraction) untuk menghasilkan minyak sawit merah kaya beta-karoten.
Judul terjemahan : Application of supercritical fluid extraction to produce red palm oil with high beta-carotene.
Sumber : Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia : 5 (1) 1995: 42-45
Penulis : Muchtadi, Tien R.
Tahun Penerbitan : 1995
Deskriptor : Palm oil ; Carotenoids ; Supercritical fluid extraction
Abstrak : Sifat beta karoten yang sensitif terhadap panas dan cahaya, merupakan alasan perlunya mempelajari suatu teknik ekstraksi pada daerah superkritis suatu pelarut untuk mengekstrak minyak sawit merah yang kaya akan beta karoten. Penelitian ini bertujuan mempelajari teknik ekstraksi dengan fluida superkritis untuk meningkatkan rendemen ataupun mutu minyak sawit kaya beta karoten. Buah sawit daerah superkritikalnya dengan tekanan 3500-4500 psi pada suhu 35-45 derajat C selama 4 jam. Pada tekanan 4500 psi, suhu 40 derajat C berhasil mengekstrak minyak sawit dengan rasio terbesar antara rendemen dan konsumsi karbon dioksida. Perlakuan tekanan 4500 psi pada suhu 40 derajat C dihasilkan dari percobaan ekstraksi selama 4-7 jam. Tekanan 4500 psi pada suhu 40 derajat C selama 5 jam berhasil mengekstrak minyak sawit merah dengan kadar beta karoten tertinggi (efektivitas ekstraksi 69,26 persen, beta karoten terselamatkan sebanyak 91,52 persen). Pada kondisi ini kadar asam lemak berbahaya terpekatkan 2,3 kali, dan mengandung air sebanyak 1,29 persen.

87.
Judul :
Peluang Indonesia dalam perdagangan minyak sawit dunia.
Judul terjemahan : Indonesian opportunity in palm oil world trade
Sumber : Kajian: menjembatani teori dan persoalan masyarakat dalam perumusan kebijaksanaan : (3) 1996: 47-62
Penulis : Saragih, J. Panglima
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : International trade ; Palm oil

88.
Judul :
Pengolahan limbah cair industri minyak sawit cara biologi.
Judul terjemahan : Liquid waste treatment of palm oil industry by biological method
Sumber : Buletin HPI (Hasil Penelitian Industri) : 9 (1-2) 1996: 1-4
Penulis : Juhairi, Ali
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Waste treatment ; Palm oil ; Biological sewage treatment
Abstrak : Wastewater of industrial palm oil consist of organic compound.
The biological wastewater treatment include anaerobic, facultative and aerobic are used in palm oil industries in Aceh. Observation was done on decreased of BOD and COG and increased of NH3-N in the waste after treatment.

89.
Judul :
Aplikasi kromatografi cairan kinerja tinggi/photo diode array pada analisis beta-karoten hasil pekatan minyak sawit (Elaeis guineensis. Jacq).
Judul terjemahan : Application of high performance liquid chromatography/photo diode array in the analysis of beta-carotene from palm oil (Elaeis guineensis. Jaq)
Sumber : IndoKimia: media komunikasi pakar, praktisi, dan industrialis kimia : 2 (3) 1996: 63-75
Penulis : Sulaswatty, Anny ; Dewi, Puspa
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Chromatographic analysis ; Elaeis guineensis ; Beta-karotens ; Photodiodes ; Palm oil ; High liquid performance chromatography
Abstrak : Identifikasi dan kuantifikasi beta-karoten hasil transesterifikasi-saponifikasi minyak sawit kasar/CPO (Elaeis quineensis Jacq) dilakukan dengan bantuan perangkat lunak kromatografi berdasarkan karakteristik kromatogram, spektrum absorpsi dan kontour yang dibandingkan dengan komponen struktur beta-karoten. Pemisahan antara 5 (lima puncak alpha dan beta-karoten tipe trans dan cis pekatan karoten minyak sawit didapat dengan mengalirkan fasa gerak yang terdiri dari 75 persen asetonitril: 20 persen metanol: 5 persen dikhlormetan dengan laju alir 2 ml/menit dan tekanan 80 kg/cm2, menggunakan kolom, C-18 lichrospher 100 dengan panjang kolom 25 cm dari E. Merck dalam waktu analisa 22 menit. Metoda ini mempunyai ketelitian dengan standar deviasi 2.7 dan koefisien keragaman 1.35 persen. Komposisi rata-rata komponen alpha, beta-karoten setelah proses pemekatan (transesterifikasi-saponifikasi) relatif tidak berubah, berturut-turut trans alpha, cis alpha, trans beta, dan cis 9-beta-karoten sebesar 31.52 persen; 14.23 persen; 34.85 persen; 11.11 persen persen; 8.28 persen. Hasil analisa kuantitatif dari kromatogram contoh terpilih menunjukkan kenaikan tingkat pemekatan beta karoten dari CPO ke hasil transesterifikasi-saponifikasi sebesar 24 kali.

90.
Judul :
Produksi biomassa Agaricus bisporus (Lange) Imbach, sebagai bahan cita rasa dengan menggunakan medium limbah cair industri minyak sawit.
Judul terjemahan : Production of Agaricus bisporus Imbach biomass as flavoring agent using palm oil industrial waste
Sumber : Jumpa: jurnal matematika dan pengetahuan alam : 5 (1) 1996: 29-36
Penulis : Alamsjah, Feskaharny
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Biomass fermentation ; Agaricus bisporus ; Flavor enhancers
Abstrak : The best growth condition for fungi was carried out in shaking flasks.
Media concentrations, number of inokulum and initial pH media were optimized in fermentation process. The highest mycelial dry weight was gained in 5 persen (v/v) waste, 15 persen (v/v) inoculum, and initial pH of 5,0; it was 2,93 g after 17 days incubation time. Next fermentation was in a fermentor. The result has more mycelial dry weight and faster incubation time, it was 4,53 g in 10 days. The flavor of mycelium in shaking flasks was better than in fermentor and both were less than fruiting bodies flavor. (Pengarang)

91.
Judul :
Kesempatan meningkatkan ekspor minyak sawit Indonesia.
Judul terjemahan : The opportunities to increase the Indonesian palm oil export.
Sumber : Kajian Ilmiah Ekonomi dan Keuangan : 1 (1) 1996: 30-34
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Crude palm oil ; Exports
Abstrak : Permintaan dunia terhadap minyak sawit akan tetap tinggi hingga awal abad ke-21. Hanya yang kompetitif dari liberalisasi perdagangan dunia penyebab utama peningkatan penggunaan Crude Palm 0il (CPO) oleh masyarakat dunia. Namun dalam meningkatkan ekspor CPO terdapat peluang dan kendala. Masalah utama yang dihadapi oleh eksportir Indonesia dalam memanfaatkan peluang peningkatan ekspor dan perolehan devisa dari minyak sawit adalah kebijaksanaan pemerintah memprioritaskan ketersediaan CPO untuk memenuhi kebutuhan industri minyak goreng dalam negeri. (Lasmi)

92.
Judul :
Penanganan limbah pabrik fraksionasi minyak sawit mentah dengan sistem tangki aerobik.
Judul terjemahan : Treatment of fractionation factory waste of raw palm oil by aerobic tank system
Sumber : Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 4 (3) 1996: 149-155
Penulis : Tobing, P.L.
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Sewage treatment ; Fractionation ; Aerobic processes ; Palm oil
Abstrak : Pabrik fraksionasi (Pfr) beroperasi selama 24 jam/hari, menggunakan air antara 385 m3 hingga 400 m3 perhari, dan selama pengolahan menghasilkan air limbah yang berasal dari proses fraksionasi sebanyak 11 m3/jam, dan proses rafinasi fisis sekitar 3 m3/jam atau sebanyak 336 m3/hari. Pada saat ini air limbah Pfr Belawan dibuang langsung ke laut setelah melalui bak pengapungan minyak/lemak. Hal ini dapat menyebabkan pengaruh terhadap ekosistem perairan yang ada disekitarnya. Pengolahan air limbah Pfr dilakukan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dengan menggunakan sistem tangki aerobik (STA) yang terdiri dari tangki pengumpul, tangki oksidasi lambat, tangki aerasi/oksidasi lanjut, dekantasi dan penampungan lumpur aktif. Air limbah yang diolah dengan STA berasal dari Pfr Belawan. (Pengarang)

93.
Judul :
Pembuatan hard-butter dari minyak sawit dan minyak inti sawit.
Judul terjemahan : Making of hard-butter from palm oil and crude palm oil
Sumber : Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 4 (2) 1996: 61-66
Penulis : Siahaan, Donald
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Cocoa butter ; Palm oil ; Crude palm oil
Abstrak : Minyak sawit dan minyak inti sawit merupakan bahan baku yang penting dalam pengembangan hard-butters seperti produk pengganti cocoa butter (cocoa butter substitute/CBS) dan produk sejenis cocoa butter (cocoa butter equivalent/CBE). Minyak inti sawit melalui proses modifikasi, yaitu interesterifikasi dan hidrogenisasi dapat digunakan untuk membuat CBS. Proses fraksionasi, walaupun menambah ongkos produksi, dapat diterapkan untuk menghasilkan CBS yang mempunyai sifat organoleptik mirip dengan cocoa butter. Minyak sawit merupakan sumber trigliserida simetris yang sangat diperlukan dalam formulasi CBE melalui penerapan proses hidrogenasi, fraksionasi (menjadi fraksi tengah minyak sawit) dan interesterifikasi. Minyak sawit dapat juga digunakan sebagai penggerak kristalisasi dan bahan baku dalam pembuatan CBS. Perkembangan teknologi hard butter, modifikasi minyak sawit dan minyak inti sawit diulas dalam makalah ini. (Pengarang)

94.
Judul :
Differential scanning calorimetry dalam penelitian minyak sawit.
Judul terjemahan : Differential scanning calorimetry in research of palm oil
Sumber : Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 4 (2) 1996: 67-74
Penulis : Tri Haryati ; Y.B. Che Man ; Jatmika, Angga
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Differential scanning calorimetry ; Palm oil ; Thermal processes ; Distillation
Abstrak : Differential scanning calorimetry (DSC) merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengetahui perilaku termal suatu bahan, sehingga dapat dipakai sebagai dasar untuk mengoptimalkan pengolahan. Dalam kasus minyak sawit, pengetahuan tentang perilaku termal dapat digunakan untuk mengendalikan proses fraksinasi dengan metode fraksinasi kering. Hal ini disebabkan perilaku termal dapat mencerminkan perubahan sifat-sifat fisik, seperti titik leleh dan kandungan lemak padat bahkan mungkin sifat kimia, yaitu Bilangan Iod. Penggunaan DSC relatif cepat dan penggunaan sampelnya sedikit, namun alat ini mahal. (Pengarang)

95.
Judul :
Konsep agroindustri untuk produksi plasticizer dari minyak sawit secara terpadu.
Judul terjemahan : Agroindustry concept for integrated plasticizer production from palm oil
Sumber : Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit : 4 (2) 1996: 75-83
Penulis : Sadi, Supriyadi ; Guritno, Purboyo
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Plasticizer ; Palm oil ; Agroindustrial complexes ; Agroindustry
Abstrak : Penganekaragaman produk ke arah non pangan perlu dikaji, dalam upaya mengantisipasi produksi minyak sawit mentah Indonesia, dan sebagai penghasil minyak sawit terbesar di dunia di masa mendatang. Salah satu alteernatinya yaitu untuk industri plasticizer dengan bahan baku fraksi oleat dan palmitat atau fraksi olein dan stearin. Jenis plasticizer yang dapat diperoleh dari minyak sawit ini, antara lain butil oleat, amil oleat, metoksi etil oleat, phenoksi etil oleat, tetrahidrofurfuril oleat, butil epoksi stearat, butil hidroksi-asetoksi stearat, butil poli asetotoksi stearat, iso-propil palminat dan iso-oktil palminat. Di samping itu juga turunan dari produk epoksi ester lemak yang saat ini sedang dikembangkan oleh berbagai negara. (Pengarang)

96.
Judul :
Pengaruh penambahan abu pembakaran limbah pabrik minyak sawit terhadap mutu karet komponen yang dihasilkan.
Judul terjemahan : Effect of addition of industrial palm waste ash on the quality of compound rubber quality
Sumber : Buletin BIMADA : 4 (6) 1996: 16-32
Penulis : Gafar, Patoni A. ; Butarbutar, Ratnauli
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Rubber compounding ; Ashes ; Fillers ; Palm oil industry
Abstrak : Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh komposisi kompon dari campuran RSS rakyat (mutu rendah) dengan abu kelapa sawit untuk barang jadi karet yang memenuhi standar. Digunakan rancangan acak legkap dengan 5 faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu sampai 20 persen masih dapat menghasilkan produk komponen karet yang masih cukup baik. Komponen karet yang berasal dari sit asap relatif lebih baik dari pada yang berasal dari sit jemur. (Mursi S.)

97.
Judul :
Vitamin E dari minyak sawit dan sifat-sifat gizinya.
Judul terjemahan : Vitamin E from palm oil and its nutritional properties
Sumber : Warta IHP (Industri Hasil Pertanian) : 13 (1-2) 1996: 34-42
Penulis : Sudibyo, Agus
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Palm oils ; Vitamin E
Abstrak : Vitamin E can be derived from palm oil as a mixture of alpha tocopherol and tocotrienols. As a minor components, vitamin E have traditionally been the most interesting. It does not only possess antioxidant properties which is important for enhancing the stability of the oil against oxidation but also possess physiological properties that are presently gaining much prominence in biomedical applications. Some studies indicated that tocotrienols were more efficient than tocopherol in terms of hypocholesterolemic, anticancer and antioxidant properties. This article reviews characterization and production of vitamin component, nutritional properties, and potential applications of vitamin E from palm oil in the food and pharmaceutical industries. (Pengarang)

98.
Judul :
Analisis campuran asam palmitat, stearat, oleat dan linolinat dalam minyak kelapa sawit dengan metode high resolution gas chromatography.
Judul terjemahan : Analysis of palmitic, stearic, oleic and linoleic acid in palm oil by high resolution gas chromatography methods
Sumber : Acta Pharmaucetica Indonesia : 21 (3) 1996: 61-67
Penulis : Mulya, Muhamad
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Palmitic acid ; Oleic acid ; Linoleic acids ; Palm oils ; Stearats ; Gas chromatography

Abstrak : Telah ditentukan campuran asam palminat, stearat, oleat dan linolinat sebagai asam lemak bebas di dalam minyak kelapa sawit, dengan metode HGRC (high resultion gas chromatography), menggunakan kromatograf gas HP-5890 series II, gerbang suntik (inlet), gas teluh dan gas bantu N2 dengan kecepatan 15 ml/menit, kolom HP-carbowax 50 cm dengan diameter dalam 0,2 mm, suhu tanur terprogram dari 150 sampai 200 derajat C, pemayar ionisasi nyala (PID) dengan suhu 300 derajat C dengan aliran gas bantu bakar H2 30 ml/menit dan udara mampat 500 ml/menit.

99.
Judul :
Biosintesis plastik mudah terurai poli(3-hidroksibutirat) dari minyak kelapa sawit menggunakan bakteri Erwinia sp. USMI-20.
Judul terjemahan : Biosynthesis of degradable plastics poly (3-hydrobutirate from palm oil using Erwinia sp. bacteria
Sumber : Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi : 3 (2) 1998: 59-65
Penulis : Akmal D.H. ; Majid, M.I.A. ; Razip, M.S. ; Agustien, A.
Tahun Penerbitan : 1998
Deskriptor : Biodegradable materials ; Palm oil ; Erwinia ; Plastics ; Biosynthesis ; Fermentation ; Poly (hydroxybutyrate)
Abstrak : Over the last decade, the intrinsic qualities of durability and resistance to degradation within plastics have been increasing regarded as a source of environmental and waste management problems. One solution being propose to overcome this problem is the development of biodegradable plastic from renewable raw material, such as palm oil. In this case, Erwinia sp. USMI-20, a locally soil isolated microorganism has been found to accumulate a biodegradable plastic namely poly (3-hydroxybutyrate), P(3HB) in its cells during growth on mineral-media with palm oil as a carbon source. A fermentation process was conducted through a single stage batch cultivation under aerobic condition at pH 7.0, incubation temperature 30 degree C, and agitation rate of 200 rpm for 66 hours. The characterization of the polymer production was based on cell growth, polymer content, polymer concentration and specific plymer production rate. From this study, the maximum level of producing P(3HB) was of 48 hours of cultivation with polymer content, plymer concentartion, and polymer production rate were of 59 weight percent, 2.37 g/l, and 0.031 g/l respectively. At this incubation time, the amount of dried was 4.02 g/l. The concentration of palm oil as a substrate to produce the high level of P(3HB) was of 4.62 g/l. (Pengarang)

100.
Judul :
Perubahan sifat kimiawi minyak kelapa sawit (Bimoli) yang digunakan untuk menggoreng tempe mendoan.
Judul terjemahan : Change of the chemical properties of palm oil (Bimoli) used in tempw frying
Sumber : Buletin Agro Industri : (5) 1998: 24-31
Penulis : Palupi, Endah ; Hastuti, Pudji ; Marsudi, Fevri ; Sundari S.
Tahun Penerbitan : 1998
Deskriptor : Cooking oils ; Frying oils ; Chemical properties ; Coconut oil ; Tempeh
Abstrak : The changes of the chemical properties of palm oil during 20 hours of prepared frying of tempe mendoan has been investigated. As the oil is used as a frying medium on an open air, the chemical reaction takes place either due to the changes on the oil it self or the interaction between the oil as frying, medium with the material fried which induced the chemical change of the oil. These chemical reaction may altered the free fatty acid content, iodine value, peroxide value fatty acids profile in the oil as well as the oil content in the fried foods. The oil was used as the frying at temperature of 170-190 derajat celcius for 4 hours daily during 5 days. Samples of oil and fried tempe taken out to be analyzed every end of day. There were considerable increase on free fatty acid content in the used oil and oil content in fried tempe. The result showed that the iodine value was slightly decrease, while the peroxide value increased sharply initially followed by a gradual decrease. The fatty acid profile of the oil was totally altered due to the decrease of the unsaturated fatty acid content resulted in the increase of the proportion of the saturated fatty acid content. (Pengarang)

101.
Judul :
Teknologi proses pemanfaatan zeolit sebagai bahan pemucat minyak sawit.
Judul terjemahan : Technological process in the use of zeolit as bleaching agent of palm oil
Sumber : Buletin Litbang Industri: Balai Penelitian dan Pengembangan Industri : 16 (1) 1998/1999: 1-6
Penulis : Azwardi ; Alhamra ; Kusno
Tahun Penerbitan : 1998/1999
Deskriptor : Palm oil ; Bleaching agents ; Zeolites
Abstrak : Zeolit merupakan salah satu mineral yang dapat menyerap warna dari minyak atau lemak. Penggunaan zeolit secara langsung sebagai bahan pemucat minyak sawit CPO belum memberikan hasil yang baik. Berdasarkan penelitian ini ternyata kondisi terbaik pengaktifan zeolit dengan proses pemanasan diperoleh pada suhu 175 derajat celcius selama 2,5 jam, yaitu dapat menyerap warna minyak sawit CPO dengan intensitas penyerapan warna merah sebesar 93,9 persen dan warna kuning 90,2 persen. (Pengarang)

102.
Judul :
Perpindahan massa pada dekolorisasi minyak kelapa sawit dalam kolom isian karbon aktif
Sumber : Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses 2000: prosiding, Semarang, 26-27 Jul 2000
Penulis : Hadi, Faizah
Tahun Penerbitan : 2000
Deskripsi Fisik : 8 hal.
Deskriptor : Mass transfer coefficient ; Palm oils ; Activated carbon ; Isothermal treatment
Kode Panggil : 660 Sem p

103.
Judul :
Preparasi katalis Cu-Cr/Kieselguhr dengan metoda impragnasi untuk hidrogenasi minyak sawit
Sumber : Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses 2000: prosiding, Semarang, 26-27 Jul 2000
Penulis : Widiyarti, Galuh ; Wuryaningsih S.R.
Tahun Penerbitan : 2000
Deskripsi Fisik : 6 hal. Kode panggil : 660 Sem p
Deskriptor : Diatomaceous earth ; Catalysits ; Impregnation ; Hydrogenation ; Palm oils

104.
Judul :
Hidrogenasi minyak kelapa sawit menggunakan katalis Pd/karbon aktif 1 berat
Sumber : Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses 2000: prosiding, Semarang, 26-27 Jul 2000
Penulis : Indarti, Eti ; Marwan
Tahun Penerbitan : 2000
Deskripsi Fisik : 6 hal.
Deskriptor : Hydrogenation ; Palm oils ; Catalysts ; Palladium ; Activated carbon
Kode Panggil : 660 Sem p

105.
Judul :
Mempelajari kinetika dan mekanisme reaksi oksidasi vitamin E di dalam minyak sawit
Sumber : Seminar Nasional Kimia V (Seminar Nasional Kimia Fisika): prosiding, Yogyakarta, 26 Feb 2000
Penulis : Setyopratiwi, Ani
Tahun Penerbitan : 2000
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : Kinetic theory ; Oxidation ; Vitamin E ; Palm oils ; Antioxidants
Kode Panggil : 541 Sem p

106.
Judul :
Karakteristik limbah pengolahan minyak sawit cara penanganan dan pengawasannya
Sumber : Kongres Himpunan Toksikologi Indonesia: prosiding, Jakarta, 22-23 Feb 1999
Penulis : Zairisman
Tahun Penerbitan : 1999
Deskripsi Fisik : 12 hal.
Deskriptor : Sewage treatment ; Palm oil industry
Kode Panggil : 615.9 Kon p
Abstrak : Minyak sawit merupakan salah satu komoditi ekspor. Produksi minyak sawit setiap tahunnya cukup banyak, sehingga limbah yang dikeluarkan dalam pengolahannya tersebut cukup besar pula. Suatu tinjauan dilakukan untuk melihat sifat-sifat limbah yang dikeluarkan dari pengolahan minyak sawit, cara penanganan serta pengawasannya. Limbah pengolahan minyak sawit terdiri dari limbah padat, cair dan limbah yang mengotori udara. Yang terbanyak adalah limbah cair (effluent). Jika penanganan limbah cair ini kurang baik akan memberikan dampak yang merugikan terhadap kualitas perairan di sekitar pabrik. Karakteristik limbah cair pengolahan minyak sawit mengandung senyawa organik yang tinggi, ditunjukkan dengan tingginya nilai BOD, COD, kandungan total padatan dan padatan tersuspensi. Hasil pemantauan yang telah dilakukan terhadap 28 pabrik minyak sawit di Indonesia menunjukkan bahwa limbah cairnya mengandung rata-rata BOD 21.800 mg/l, COD 34.720 mg/l, total padatan 21.170 mg/l dan padatan tersuspensi 34.720 mg/l dengan nilai pH yang sangat asam yaitu 4,0. Berbagai cara penanganan limbah cair dapat dilakukan yaitu perlakuan secara fisik, kimia dan biologi. Penanganan secara biologi dengan memanfaatkan mikroorganisme dinilai lebih baik dilakukan, karena cara ini cukup efektif dalam menurunkan kandungan senyawa organik dalam limbah cair, sehingga limbah menjadi aman untuk dibuang ke perairan umum. Untuk tetap menjaga kualitas lingkungan yang aik, pengawasan pengelolaan lingkungan secara terus menerus perlu dilaksanakan.

107.
Judul :
Pemanfaatan teknologi enzimatik untuk bioproses minyak sawit dan minyak kelapa
Sumber : Seminar Nasional II Teknologi Tepat Guna: prosiding, Bandung, 9 Nov 2000
Penulis : Joko Sulistyo ; Soeka, Yati Sudaryati ; Handayani, Rini
Tahun Penerbitan : 2000
Deskripsi Fisik : 9 hal.
Deskriptor : Enzymatic analysis ; Lipase ; Palm oils ; Coconut oil
Kode Panggil : 630 Sem p

108.
Judul :
Isolasi beta karotin dari minyak kelapa sawit mentah (CPO).
Judul terjemahan : Isolation of beta carotene from crude palm oil
Sumber : Paradigma: majalah sains dan matematika : 2 (2) 1998: 60-65
Penulis : Sahidin
Tahun Penerbitan : 1998
Deskriptor : /Carotenes//Crude palm oils/
Abstrak : Isolation of beta-caroten in crude palm oil was studied. Isolation was done by adding 20 percent NaOH in ethanol, than it was extracted by petroleum ether and acetone. Extract was separated by coloumn chromatography. The result was identified by using TLC, UV-vis, IR and H NMR. (Pengarang)

109.
Judul :
Struktur permintaan minyak kelapa sawit di pasaran Amerika Serikat.
Judul terjemahan : Demand structure of palm oil in United State of America's market
Sumber : J Eko Bisnis : 1 (1) 1999: 7-11
Penulis : Romus, Mahendra
Tahun Penerbitan : 1999
Deskriptor : /Marketing//Palm oil//Demand/
Abstrak : Hasil kajian mendapatkan bahwa distorsi nonekonomi berhasil dalam merubah cita rasa konsumen terhadap konsumsi minyak kelapa sawit di AS. Akibat distorsi tersebut telah merubah struktur permintaan minyak kelapa sawit secara keseluruhan. Perubahan struktur terjadi disebabkan permintaan minyak kelapa sawit semakin respon terhadap perubahan harganya. Setelah terjadi perubahan struktur, pasaran minyak kelapa sawit di AS menjadi lemah.
Disarankan agar produsen melakukan kampanye tandingan terhadap kampanye negatif AS, selain terus meningkatkan keragaman jenis produksinya. (Lasmi)

110.
Judul :
Kesetimbangan fasa ekstraksi beta-karotin dari minyak sawit dengan CO2 superkritik.
Judul terjemahan : Phase equilibrium of beta-carotene extract of palm oil by supercritical carbon dioxide
Sumber : Reaktor : 3 (1) 1999: 26-33
Penulis : Orasetyaningrum, Aji
Tahun Penerbitan : 1999
Deskriptor : /Carotenes//Palm oil//Extraction//Supercritical gas//Carbon dioxide/
Abstrak : Penelitian bertujuan untuk mendapatkan model kesetimbangan fasa ekstraksi superkritik beta-karoten dari minyak sawit dengan persamaan keadaan Redlich-Kwong-Soave dan Peng-Robinson yang dilengkapi aturan pencampuran asli maupun aturan pencampuran Kwak-Mansoori. Data yang tersedia dari literatur dipergunakan untuk menentukan harga optimum parameter interaksi biner dalam sistem tersebut. Model kesetimbangan fasa yang didapat selanjutnya digunakan untuk melacak kondisi operasi serta untuk memberikan gambaran tentang kebutuhan perancangan peralatan pemisahan. Hasil penelitian dari minyak sawit adalah pada suhu 70 derajat C dan tekanan 300 bar. Pada kondisi operasi tersebut dicapai selektivitas proses yang tertinggi. (Pengarang)

111.
Judul :
Efektifitas penggunaan gas nitrogen terhadap penekanan laju pertambahan asam lemak bebas dan bilangan peroksida pada minyak sawit.
Judul terjemahan : Effectivity in use of nitrogen gas in pressuring the increase rate of free fatty acid and peroxide number in palm oil
Sumber : Buletin Balai Penelitian dan Pengembangan Industri Medan : 20 (1) 2000: 1-8
Penulis : Azwardi
Tahun Penerbitan : 2000
Deskriptor : /Nitrogen//Crude palm oil//Free fatty acid//Peroxide number/
Abstrak : Asam lemak bebas dan bilangan peroksida merupakan parameter yang menentukan terhadap mutu minyak sawit (CPO). Untuk mencegah tingginya nilai kedua parameter tersebut selama periode penyimpanan CPO, maka dilakukan penambahan gas nitrogen kedalam tabung stailess steel yang berisi CPO. Dari hasil penelitian menunjukkan gas nitrogen mempunyai kemampuan untuk menekan laju pertambahan asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Hal ini terbukti pada CPO yang tidak diberikan gas nitrogen, laju pertambahan asam lemak bebas sebesar 2,26 kali dibandingkan dengan CPO yang ditambahkan dengan gas nitrogen. Sedangkan untuk bilangan peroksida laju pertambahannya sebesar 2 kali dibandingkan dengan CPO yang mendapat penambahan gas nitrogen. Variasi tekanan gas nitrogen yang dimasukkan kedalam tabung CPO yaitu 1.5 atm, 2.5 atm, dan 3.5 atm, tidak memberikan perbedaan yang berarti terhadap laju pertambahan asam lemak bebas maupun bilangan peroksida. (Pengarang)

112.
Judul :
Biodegradasi senyawa organik dan amonium dalam limbah cair industri minyak kelapa sawit dengan sistem pertumbuhan mikroorganisma terlekat.
Judul terjemahan : Biodegradation of organic compound and amonium of sawit palm oil industry wastewater by microorganism attachment growth system
Sumber : Berita Biologi : 5 (2) 2000: 157-164
Penulis : Dwi Agustiyani ; Imamuddin, Hartati
Tahun Penerbitan : 2000
Deskriptor : /Biodegradation//Industrial wastes//Palm oil//Microorganisms//Bioreactors/
Abstrak : Efficiency of biodegradation of organic carbon and ammonium of sawit palm oil industry wastewater was investigated by using batch reactor with fluidized porous support particles. Two bioreactors, each had an effective volume of 3.0 L, were operated in parallel. Bioreactor-I is a batch reactor with fluidized porous support particles and bioreactor-11 is a suspended growth reactor The wastewater consisting of 1500-2000 mg/L COD and 50-60 mg/L nitrogen was fed by fill and draw mode with one cycle per day, where 1.5 L treated water was drawn before adding the new wastewater. Efficiency of COD degradation and nitrification were calculated by measuring concentration of COD, ammonium-N, nitrite-N and nitrate-N. The experimental results showed that efficiency of COD degradation and nitrification tend to be higher in the bioreactor-I than in the bioreactor II. The highest efficiency of COD degradation in the reactor-I was 83.7persen and in the bioreactor-11 was 63.44 persen. The highest efficiency of nitrification in the bioreactor-I and bioreactor-11 was 76.72persen and 56persen, respectively. Ammonium removal occurred in the bioreactor might not only by biological nitrification, but also by other phisical or chemical processes, (Pengarang)

113.
Judul :
Pembuatan surfaktan non ionik polietilen glikol ester dari asam stearat minyak sawit.
Judul terjemahan : The preparation of non-ionic surfactant of polyethilene glycol ester from stearic acid produced by crude palm oil
Sumber : Warta AKAB: wahana komunikasi, publikasi dan informasi ilmiah : - (13) 2001: 31-42
Penulis : Hilyati
Tahun Penerbitan : 2001
Deskriptor : /Nonionic surfactant//Palm oil//Polyethylene glycol ester/
Abstrak : Polyethliene glycol esters are non ionic surfactants for industrial application as emulsifier and stabilizer. Most of the nonionic surfactants are imported. Stearic acid produced by palm oil is potential as a raw materials for nonionic surfactants. Indonesia as palm oil producing country is known also as a stearic acid producer. In this study, polyethylene glycol esters are made of stearic acid using KOH, NaOH and H2SO4 as the catalysators. Operational temperatures were varied, i.e 0, 160, 180 and 195§ C. During process sampling was performed for process produced at 60, 120, 180, 240, 300, 360, and 420 minutes. Each sample was analyzed for its acid saponification values and percentage of the produced esters. The best results achieved from this study showed that the acid, saponification and esterification values were 17,03 mg/g, 98,38 mg/g, and 81,35 mg/g, respectively at 180§ C for 420 minutes, with the molar ratio of stearic acid and polyethylene glycol 1 : 1. Using the concentration of KOH 0,25persen as the catalyst will give the product conversion of 92,24persen. The production of esterification was supported qualitatively using FTIR and TLC analysis. (Pengarang) I

114.
Judul :
Pengaruh penambahan NaCl pada proses hidrolisis minyak kelapa sawit dengan katalisator HCl.
Sumber : JIMat : jurnal iptek material
Penulis : Mahargiani, Titik
Tahun Penerbitan : 2002
Deskripsi Fisik : 1 (2) 2002: 25-31
Deskriptor : /Hydrolysis//Sodium chloride//Palm oil//Glycerol//Fatty acids/
DDC : 660
Abstrak : Minyak kelapa sawit disamping digunakan secara langsung, dapat dihidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Hidrolisis minyak kelapa sawit telah banyak dilakukan, tetapi konversi yang dihasilkan tidak terlalu tinggi. Karena reaksi hidrolisis merupakan reaksi setimbang, maka dengan penambahan NaCl sebagai pengikat gliserot, diharapkan reaksi dapat bergeser kekanan, sehingga konversi meningkat. Hidrolisis minyak kelapa sawit dengan katalisator HCl dan penambahan NaCl dijalankan dalam labu leher tiga yang dilengkapi pemanas, pendingin batik, termometer dan pengaduk. Cuplikan diambil setiap selang waktu tertentu dan dianalisa asam lemak bebasnya. Penelitian ini dilakukan pada suhu 96derajatC, konsentrasi katalisator HCl 0,25 N, pengadukan 625 putaran permenit dan penambahan NaCl yang bervariasi 0 - 7persen berat minyak. Dengan menganggap reaksi bolak-balik orde dua, jumlah NaCl yang relatif baik untuk ditambahkan sebesar 5persen berat minyak, dimana pada keadaan ini konversi yang dicapai sebesar 66,11persen, sedang tanpa NaCl sebesar 57,02persen. Jadi adanya penambahan NaCl akan menyebabkan konversi naik sekitar 9,1persen. (Pengarang)

115.
Judul :
Pemanfaatan Elaeis oleifera untuk perbaikan kualitas minyak kelapa sawit
Sumber : Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Penulis : Suprianto, Edy ; Fauzy, Nadjib ; Komalaningtyas, Dira P.
Tahun Penerbitan : 2000
Deskripsi Fisik : 8 (3) 2000: 107-112
Deskriptor : /Elaeis oleifera//Palm oil/
DDC : 633
Abstrak : Sejalan dengan pengembangan bahan tanaman kelapa sawit, kegiatan pemuliaan tidak hanya difokuskan kepada upaya peningkatan produktivitas tanaman, melainkan juga dari aspek kualitas minyak. Upaya yang dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas minyak kelapa sawit adalah dengan memanfaatkan keunggulan spesies Elaeis oleifera dalam program pemuliaan kelapa sawit. Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit menunjukkan bahwa minyak sawit yang dihasilkan melalui program silang balik memiliki kualitas baik yang diindikasikan oleh tingginya kandungan asam lemak tak jenuh. Selain itu, beberapa hibrida E. oleifera x E. guineensis memiliki kandungan beta karoten yang cukup tinggi, yang dapat digunakan sebagai material genetik untuk perbaikan bahan tanaman di masa mendatang. (Pengarang)

116.
Judul :
Proses flotasi udara dan sedimentasi pada pengolahan limbah cair pabrik minyak kelapa sawit
Sumber : Buletin Hasil Penelitian Industri Banda Aceh
Penulis : Marina, Cut
Tahun Penerbitan : 2002
Deskripsi Fisik : 15 (1-2) 2002: 8-13
Deskriptor : /Activated carbon//Bentonite//Cyanides//Absorbers//Materials/
DDC : 541
Abstrak : In electrooplating industrial wasted contain much cynide ion that very degerous to world life, so that it used active carbon and active bentonite absorben which activated by H2SO4 20persen (base on last research). The cyanide is analyzed by using spectrofotometri method. The result showed that active carbon is better to adsorp cyanide than active bentonite with the value of comparison 1.2 : 1 and the capacity of absorption of active carbon and active bentonite is getting large as smaller adsorbent particle size. The optimum adsortion of active carbon and active bentonite on 300 mesh size with the time of 8 hours is 25.82 ppm and 23.07 ppm. (Pengarang)

117.
Judul :
Pengembangan perekat tahan panas poliuretan dari minyak kelapa sawit curah (CPO) IV. Uji selektivitas metode ekstraksi kolom untuk pemisahan komponen-komponen campuran gliserid CPO.
Sumber : JIMat : Jurnal Iptek Material
Penulis : Wibowo, Heri Budi ; Setyaningsih, Henny
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : 2 (1) 2003: 10-15
Deskriptor : /Crude palm oils//Glycerides//Separation//Gas chromatography mass spectrometry//Adhesives/
DDC : 660
Abstrak : Turunan dari CPO yang baik untuk bahan baku liner-perekat poliuretan berbasis CPO adalah monogliserid CPO. Monogliserid dapat diperoleh dengan proses alkoholisis CPO (metanolisis, gliserolisis, atau glikolisis). Hasil alkoholisis CPO berupa campuran monogliserid( 1- dan 2-), digliserid (1,2- dan 1,3-), dan trigliserid. Untuk keperluan industri, metode pemisahan komponen yang efektif adalah ekstraksi pelarut, namun hasilnya kurang bagus. Penelitian ini memaparkan metode kromatografi sederhana untuk memisahkan komponen-komponen gliserid CPO.

118.
Judul :
Khasiat minyak sawit untuk kesehatan
Sumber : Widyakarya Nasional Khasiat Makanan Tradisional: prosiding, Jakarta, 9-11 Jun 1995
Penulis : Tri Haryati ; Herawan, Tjahjono ; Guritno, Purboyo
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 10 hal.
Deskriptor : /Palm oils//Health aspects/
Kode Panggil : 641 Wid p

119.
Judul :
Pemanfaatan limbah minyak sawit (sludge) sebagai pupuk tanaman dan media jamur kayu
Sumber : Pertemuan Ilmiah Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Isotop dan Radiasi 1998/1999: risalah, Jakarta, 23-24 Feb 1999
Penulis : Jenny, M.U. ; E. Suwadji
Tahun Penerbitan : 1999
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : /Palm kernel oil//Sludge//Organic matter//Fertilizers//Mushrooms//Growing media/
Kode Panggil : 621.4837 Per r

120.
Judul :
Fenomena flok bakteri dalam bioreaktor membran anaerob untuk pengolahan limbah cair industri minyak kelapa sawit
Sumber : Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses 2001: prosiding, Semarang, 25-26 Jul 2001
Penulis : Desmiarti, Reni ; Ahmad, Adrianto ; Setiadi, Tjandra
Tahun Penerbitan : 2001
Deskripsi Fisik : 6 hal.
Deskriptor : /Bioreactors//Sewage treatment//Anaerobic processes//Palm oil industry/
Kode Panggil : 660 Sem p

121.
Judul :
Pembuatan gliserol monostearat dari gliserol dan asam stearat minyak sawit
Sumber : Seminar Nasional Kimia dalam Industri dan Lingkunan, X: prosiding, Yogyakarta, 6-7 Nop 2001
Penulis : Hilyati ; Wuryaningsih ; Anah, Lik
Tahun Penerbitan : 2001
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : /Glycerol//Stearic acid//Palm oils/
Kode Panggil : 660 Sem p

122.
Judul :
Studi kesetimbangan cair-cair sistem minyak sawit (CPO)-Asam Oleat-Metanol dengan menggunakan model UNIFAC
Sumber : Proceeding
Penulis : Silviana ; Putrawan, I.D.G. Arsa ; Tatang H.S.
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Lokasi : umu
Deskriptor : Liquid-liquid equilibrium ; Fatty acids ; Methanol ; Palm oils
Kode Panggil : 660.28423 Sem p
Abstrak : Kesetimbangan rasa cair-cair berperan penting dalam perancangan proses kimia, seperti halnya perilaku rasa dari proses ekstraksi asam lemak bebas dari minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) dengan pelarut metanol. Kajian perhitungan komposisi kesetimbangan cair-cair berdasarkan pada teori termodinamika. Perhitungan sistem CPO-asam lemak bebas-metanol mengalami kendala, mengingat fraksi berat komponen penyusun CPO tidak dapat ditentukan, maka perlu ditangani dengan asumsi komponen CPO sebagai model campuran (mixture model). Metode perhitungan melibatkan persamaan kriteria kesetimbangan cair-cair dan kendala fraksi mol masing-masing fasa serta perhitungan koefisien aktifitas dengan metode UNIFAC, baik dengan parameter LLE maupun VLE. Data kesetimbangan percobaan didapatkan dari pengukuran melalui metode titrasi dengan alat kesetimbangan (smith bonner cell) untuk mendapatkan kurva binodal dan komposisi tie line pada temperatur 40,45, dan 50 Dc. Selain temperatur, variabel penelitian lainnya adalah parameter UNIFAC, dan model komponen penyusun CPO. Data komposisi kesetimbangan (tie line) dari perhitungan dengan metode UNIFAC dibandingkan dengan data komposisi tie line hasil pengukuran. Hasil penelitian ini adalah data kesetimbangan pada ketiga temperatur, komposisi tie line dan dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa dengan metode UNIFAC parameter LLE memberikan penyimpangan rata-rata terendah sebesar 52persen dengan model CPO: betta-oleo palmitostearin, betta-oleo stearatoolcin dan betta-oleo stearatolinolein; sedangkan parameter VLE memberikan penyimpangan yang lebih besar, yaitu: 57persen dengan model CPO: betta-oleo palmitostearin, betta-oleo stearatoolein, betta-oleo stearatolinolein, dan betta- clistearin.

123.
Judul :
Produksi gas bio dari pengolahan limbah cair pabrik minyak kelapa sawit dengan bioreaktor berpenyekat anaerobik.
Judul terjemahan : The production of bio gas from palm oil mill wastewater treatment by anaerobic bioreactor
Sumber : Jurnal Rona Lingkungan Hidup
Penulis : Daud, Faisal
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : 2 (1) 2003: 43-49
Lokasi : maj
Deskriptor : Biogas ; Palm oil industry ; Wastewater treatment

124.
Judul :
Pengolahan limbah cair industri minyak kelapa sawit dengan kombinasi proses anaerob dua fasa-membran.
Judul terjemahan : Wastewater treatment of palm oil mill with combined anaerobic two phase-membrane process
Sumber : Jurnal Pengelolaan Lingkungan dan Sumberdaya Alam
Penulis : Rahmayetti
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : 2 (1) 2004: 17-23
Lokasi : maj
Deskriptor : Wastewater treatment ; Palm oil industry ; Anaerobic processes
DDC : 628
Abstrak : Pengolahan limbah cair industri minyak kelapa sawit dengan gabungan proses anaerob dua fasa-membran dengan pengendalian parameter proses seperti pH, total asam volatil dan alkalinitas. Hal ini dapat dicapai dengan memisahkan tahapan proses anaerob yaitu fasa nonmetanogenik dan metanogenik dalam bioreaktor yang berbeda sehingga proses anaerob secara keseluruhan dapat berjalan dengan optimal. Penelitian ini menggunakan membran mikrofiltrasi crossflow dengan modul hollow fiber. Proses pengolahan berlangsung dengan waktu tinggal cairan untuk fasa nonmetanogenik 20 jam dan fasa metanogenik 48 jam dengan waktu tinggal padatan reaktor-2 yaitu 25, 35 dan 45 hari. Membran dipasang setelah reaktor-2. Hasil penelitian, menunjukan efisiensi penyisihan COD pada reaktor-1 berkisar 58,69-60,21persen dan reaktor-2 berkisar 22,58-32,83persen. Efisiensi total penyisihan COD bioreaktor anaerob dua fasa-membran berkisar dari 82,58 - 85,86persen

125.
Judul :
Kemampuan penyerapan karbon aktif terhadap carotene dalam minyak kelapa sawit kasar (CPO).
Judul terjemahan : Performance of active carbon absortion from carotene in rough coconut palm oil (CPO)
Sumber : Jurnal Teknosain
Penulis : Hiermy, Ulpen
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : 1 (1) 2004: 8-19
Lokasi : maj
Deskriptor : Coconut oil ; Carotenes ; Activated carbon ; Absorbens (materials) ; Mass transfer coefficient
DDC : 665
Abstrak : Carotene merupakan penyebab warna minyak menjadi kuning kecoklatan yang dapat menurunkan kualitas minyak sawit dan kurang disukai oleh konsumen, maka perlu dikurangi dengan menyerap warna tersebut dengan menggunakan karbon aktif. Proses penyerapan menggunakan karbon aktif dengan ukuran 40 mesh, -20 + 30 mesh dan -30 + 40 mesh pada diameter kolom adsorbsi 1 inch. Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi carotene menurun ( berkurang ) dengan menggunakan karbon aktif sebagai penyerap warna kuning kecoklatan pada minyak sawit kasar (CPO)

126.
Judul :
Prospek ekspor minyak kelapa sawit dalam rangka usaha peningkatan penerimaan devisa negara
Sumber : Majalah Ekonomi Universitas Airlangga
Penulis : Mulyadi, H.
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : 13 (2) 2003: 169-186
Lokasi : maj
Deskriptor : International trade ; National income ; Crude palm oil
DDC : 382
Abstrak : Prospek pasar komoditi perkebunan kelapa sawit di masa mendatang semakin menantang karena sejalan dengan meningkatnya permintaan pasar akan berbagai produk yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit. Masalah yang sering timbul adalah pembangunan perkebunan, pengembangan pertumbuhan kelapa sawit, dan adanya hama dan penyakit-penyakit, serta tidak ditunjang sumber daya manusia (petani/pekebun/petugas) yang tidak memadai. Penelitian ini merupakan perpaduan antara hasil pengamatan terhadap obyek yang diteliti sehubungan dengan perdagangan internasional Indonesia dan studi kepustakaan. Penelitian disusun berdasarkan rangkuman beberapa hasil penelitian penulis baik yang sudah dipublikasikan maupun yang belum dipublikasikan yang didukung data sekunder. Komoditi minyak kelapa sawit (CPO) Indonesia memiliki daya saing berupa murahnya biaya produksi dibandingkan dengan negara produsen lainnya. Namun dalam menghadapi sistem perdagangan bebas mendatang daya saing yang didasarkan oleh murahnya upah buruh serta adanya kebijakan subsidi nampaknya tidak akan dapat bertahan lama. Jika dilihat dari perkembangan produksi, ekspor dan juga perkembangan impor dunia maka dapat dikatakan bahwa minyak kelapa sawit khusunya CPO (crude palm oil) Indonesia memiliki prospek ekspor yang cerah, di mana produksi ekspor Indonesia dan impor dunia akan komoditi ini mempunyai kecenderungan peningkatan yang sama. Ini berarti, Indonesia memiliki peluang yang lebih besar lagi untuk menambah perolehan devisa dari komoditi ini.

127.
Judul :
Isolasi dan identifikasi bakteri dari circulating bed reactor (CBR) anaerob tahap asidogenesa yang mengolah air buangan industri minyak kelapa sawit serta pengamatan pertumbuhannya sebagai mikroorganisma dominan.
Sumber : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti
Penulis : Dwi Astuti, Ariani
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : 14 (3) 2003: 35-49
Lokasi : maj
Deskriptor : Biological water treatment ; Anaerobic processes ; Palm oil industry ; Wastewater treatment

128.
Judul :
Pengaruh penambahan minyak sawit pada produksi spiramisin biakan Streptomyces ambofaciens ATCC 15154.
Sumber : Jurnal Ilmiah Farmasi = Scientific Journal of Pharmacy
Penulis : Prabowo, M. Hatta
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : 1 (1) 2004: 14-21
Lokasi : maj
Deskriptor : Spiramycin ; Palm oil ; Streptomyces ambofaciens

129.
Judul :
Minyak sawit (palm oil) dan inti sawit (palm kernel oil) : pembanding sifat dan cara pengujian.
Sumber : Jurnal Kinetika
Penulis : Zamhari, Mustain
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : 1 (1) 2004: 66-74
Lokasi : maj
Deskriptor : Palm oil ; Palm kernel oil

130.
Judul :
Pengembangan model penyisihan COD air buangan industri minyak kelapa sawit dalam proses kontak stabilisasi.
Sumber : Jurnal Kinetika
Penulis : Kalsum, Leila
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : 1 (1) 2004: 83-89
Lokasi : maj
Deskriptor : Wastewater treatment ; Palm oil industry
DDC : 628
Abstrak : Proses kontak stabilisasi adalah suatu sistem pengolahan air buangan dengan menggunakan sistem pengolahan biologis. Proses ini merupakan pengembangan dari proses sejenis yaitu sistem lumpur aktif. Untuk mendapatkan efluent proses kontak stabilisasi yang memenuhi standard kualitas air buangan diperlukan suatu pengkondisian beberapa variabel operasi seperti waktu detensi di tangki kontak (tk), waktu detensi di tangki stabilisasi (ts) dan umur lumpur (thetac). Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap sistem ini dengan variasi waktu detensi tangki kontak (tk) 1,5 -3 jam, waktu detensi tangki stabilisasi (ts) 3-5 jam dan umur lumpur thetac sampai 2-15 hari, maka didapatkan model penyisihan COD air buangan minyak kelapa sawit dalam proses kontak stabilisasi

131.
Judul :
Hidrolisis minyak kelapa sawit ditinjau secara heterogen
Sumber : Proceeding
Penulis : Mahargiani, Titik
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : Hal. B10 1-4
Lokasi : umu
Deskriptor : Hydrolysis ; Palm oils ; Heterogeneous catalysis
Kode Panggil : 660 Sem p

132.
Judul :
Kinetika reaksi hidrolisis minyak kelapa sawit dengan katalisator HCl.
Sumber : Proceeding
Penulis : Mahargiani, Titik
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : Hal. B11 1-4
Lokasi : umu
Deskriptor : Reaction kinetics ; Hydrolysis ; Palm oils
Kode Panggil : 660 Sem p

133.
Judul :
Pengunaan ester minyak sawit sebagai aditif antiaus pada pelumas sintetis PAO
Sumber : Proceeding
Penulis : Sukirno ; Arbianti, Rita ; Aprianto, Galih
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : Hal. F10 1-9
Lokasi : umu
Deskriptor : Esters ; Palm oils ; Methyl esters ; Lubrication ; Wear resistance
Kode Panggil : 660 Sem p

134.
Judul :
Pemisahan karotenoida dari minyak kelapa sawit mentah (CPO) DENGAN metoda ekstraksi.
Judul terjemahan : Isolation carotenoids from crude palm oil (CPO) by extraction methode
Sumber : Jurnal Natural
Penulis : Julinawati
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : 3 (2) 2003: 24-28
Lokasi : maj
Deskriptor : Carotenoids ; Crude palm oils
DDC : 665
Abstrak : Minyak kelapa sawit mentah mengandung senyawa karotenoida kira-kira 500-2000 ppm dan senyawa tersebut dapat menyebabkan minyak kelapa sawit mentah berwarna kuning-jingga. Karotenoida dapat berperan sebagai anti oksidan, pro vitamin A, dan dapat mengurangi resiko penyakit degeneratif. Namun pada proses pembuatan minyak goreng dari minyak kelapa sawit mentah, karotenoida sengaja dihilangkan untuk memperoleh minyak goreng yang jernih dan menghindari terjadinya degradasi karotenoida dari minyak goreng oleh panas pada saat menggoreng. Pada penelitian ini dilakukan pemisahan karotenoida dari minyak kelapa sawit mentah dengan metoda ekstraksi menggunakan pelarut n-heksan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan karotenoida dalam minyak kelapa sawit mentah adalah 555,36 ppm. Spektrum infra merah dari karotenoida hasil pemisahan mempunyai kemiripan yang sangat tinggi dengan beta-karoten standar dan beta-karoten hasil pemisahan oleh Sahidin dkk

135.
Judul :
Preparasi biodiesel dari minyak jelantah kelapa sawit dengan variasi jumlah metanol.
Sumber : Proceeding
Penulis : Hamid, Tilani ; Krisnaputra, Antonius Andi
Tahun Penerbitan : 2002
Deskripsi Fisik : Hal. 319-339
Lokasi : umu
Deskriptor : Biodiesel fuels ; Palm oils ; Methanol
Kode Panggil : 540 Sem p

136.
Judul :
Pembuatan polylactic acid (PLA) menggunakan bahan asam lemak bebas dari minyak sawit melalui metode fermentasi bertingkat
Judul terjemahan : Preparation of polylactic acid (PLA) using free fatty acid from crude palm oil through two stage fermentations
Sumber : Jurnal Agribisnis Industri Pertan
Penulis : Hamzah, Basuni
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : 3 (2) 2004: 7-14
Lokasi : maj
Deskriptor : Crude palm oils ; Free fatty acids ; Fermentation ; Polylactic acids
DDC : 665
Abstrak : Free fatty acids extracted from crude palm oil can be a source of substrate to produce lactic acid through processes of fermentation. The lactic acid converted to lactide and then the end product of polylactic acid (PLA). The aim of the research was to study the effects of various concentration of Clostridium sporogenes culture and various concentration of lactic combination culture of Leuconostoc mesentroides, Lactobacillus brevis, Pediococcus cerevisiae, and Lactobacillus plantarum on lactic acid yield. In this experiments, the effect of various treatments of CuCl2 catalyst and conditions of polymerization processes on polylactic acid yield and its characteristics also were intensively studied. The results of experiment showed that the lactic acid yield reached as high as 60 percent through two stage fermentations. The average polylactic acid yield was 32.16 percent. The polylactic acid had an average molecular weight of 105,000 and an average tensile strength of 1,.84 kgf/mm2 (Pengarang)

137.
Judul :
Epoksidasi minyak sawit dengan proses in-situ
Sumber : Jurnal Teknologi Proses
Penulis : Sinaga, Mersi Suriani
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : 4 (2) 2005 : 33-38
Lokasi : maj
Deskriptor : Palsm oils ; Epoxidation
DDC : 665
Abstrak : Dalam upaya mengantisipasi produksi minyak sawit dan persaingan pemasaran minyak sawit dan minyak nabati lainnya yang semakin lama semakin meningkat, sehingga untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan diversifikasi produk agar mendapat nilai tambah. Salah satu upaya diversifikasi tersebut adalah dengan membuat minyak sawit menjadi minyak sawit epoksi yang merupakan bahan baku polyol dan plasticizer. Minyak sawit epoksi dapat diperoleh dengan cara proses in-situ epoksidasi dengan menggunakan pelarut benzena dan katalis resin penukar ion. Dengan teknik in-situ, epoksidasi dapat menghasilkan 82persen minyak sawit epoksi dengan bilangan yod 0,80. (Pengarang)

138.
Judul :
Identifikasi asam-asam lemak pada minyak goreng dari kelapa dan kelapa sawit
Sumber : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan
Penulis : Hardoko
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : 4 (1) 2006: 101-110
Lokasi : maj
Deskriptor : Fatty acids ; Frying oil ; Coconut oil ; Palm oil
DDC : 665
Abstrak : Identification of fatty acids on frying oils of coconut oil and palm oil were activated by gas liquid chromatography with capillary column. The result showed that coconut oil contained C6 - C12 fatty acids and dominated by saturated fatty acid 90.3persen, especially medium chain fatty acid (C6-C11) more less 62.6persen, but it only has essential linoleic acid in small quantity. The palm oil contained C12-C20 fatty acids that dominated by long chain fatty acids C14-C18 until 99.6persen. The acids were composed of 43.1persen saturated fatty acids and 44.5persen mono unsaturated fatty acids. It has essential linoleic and linolenic acids in small quantity (Pengarang)

139.
Judul :
Prospek pengembangan pelumas otomotif berbasis minyak sawit.
Sumber : Proceeding
Penulis : Padil ; Herman, Syamsu
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : Hal. A05 1-3
Lokasi : umu
Deskriptor : Lubricating oil additive industry ; Palm oil ; Renewable energy resources
Kode Panggil : 660 Sem p
Abstrak : Kebutuhan akan pelumas otomotif seiring dengan bertambahnya kendaraan bermotor dan berkembangnya industri-industri yang menggunakan mesin-mesin mekanik, sehingga usaha swasembada pelumas otomotif perlu menjadi target nasional. Pelumas dasar yang umum digunakan berasal dari minyak bumi atau minyak mineral atau minyak hasil sintesa. Berkurangnya cadangan minyak bumi menyebabkan para peneliti beralih kepada sumber-sumber terbarukan untuk digunakan sebagai alternatif pengganti kebutuhan pelumas dasar. Diantara sumber terbarukan dapat diperoleh dari sumber nabati, seperti minyak sawit. Minyak sawit mempunyai potensi besar. Hal ini sejalan dengan keunggulan Indonesia sebagai produsen minyak sawit kedua terbesar di dunia. Unjuk kerja pelumas otomotif ditentukan oleh dua komponen penyusunnya, yaitu komposisi pelumas dasar dan aditif yang ditambahkan dalam pembuatannya. Pada paper ini dikaji formulasi pelumas otomotif berbasis minyak sawit serta potensi pengembangan dan kendala yang dihadapi.

140.
Judul :
Pemanfaatan batu apung (pumace) sebagai bahan pemucat terhadap kualitas minyak kelapa sawit mentah (CPO)
Sumber : Dinamika Penelitian BIPA
Penulis : Bahri, Syamsul
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : 17 (29) 2006: 42-47
Lokasi : maj
Deskriptor : Palm oil ; Pumice ; Quality
DDC : 664
Abstrak : Minyak kelapa sawit merupakan lemak yang diekstraksi dari buah kelapa sawit. Pada temperatur kamar, minyak dan lemak dari kelapa sawit dapat difraksionasi menjadi padatan dan cairan yang menghasilkan stearin dan olein. Minyak dan lemak dapat diproses melalui proses pemurnian fisika dan kimia dengan pengendapan, netralisasi alkali, dan pemucatan. Bahan pemucat yang digunakan dalam penelitian ini adalah batu apung atau pumace yang perbandingan kadar silikatnya 74,18 persen. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa kadar asam lemak bebas yang dihasilkan optimal 0.114 persen pada temperatur 50øC pada waktu 20 menit dengan jumlah batu apung 2 persen ,sedangkan tingkat kejernihan 3,61 NTU doperoleh pada temperatur 50øC dengan penambahan batu apung 3 persen dalam waktu 10 menit. (Pengarang)

141.
Judul :
Pengaruh jenis alkohol tahap hidroksilasi pada pembuatan poliol dari minyak sawit
Sumber : Prosiding
Penulis : Ifa, La ; Sumarno ; Susianto ; Mahfud
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : Hal. 50-54
Lokasi : umu
Deskriptor : Alcohols ; Palm oils ; Hydroxylation ; Polyol
Kode Panggil : 668.9 Sim p
Abstrak : Poliol merupakan salah satu bahan untuk pembuatan plastik/polimer poliuretan, yang sehari-hari banyak digunakan sebagai busa, isolasi pada pipa, karpet, pengepakan, dan sebagainya yang selama ini diperoleh dari produk turunan minyak bumi. Mengingat minyak bumi merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui dan cadangannya terbatas, maka perlu dipertimbangkan bahan baku alternatif yang bersifat dapat diperbaharui (renewable) yakni minyak sawit yang merupakan produk unggulan Indonesia yang produksinya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Poliol berbasis minyak sawit dibuat dengan menambahkan asam peroksi, sebagai reaksi asam peroksi dengan minyak sawit untuk membentuk minyak sawit terepoksidasi pada suhu 60 øC selama 4 jam dan menambahkan minyak sawit terepoksidasi kedalam campuran alkohol, air dan sejumlah katalis asam sulfat pada suhu 50 øC selama 2 jam supaya membentuk poliol berbasis minyak sawit. Kedua tahap tersebut direaksikan dalam labu leher tiga dan dilakukan pengadukan yang sama dengan turbulensi yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh jenis alkohol pada tahap hidroksilasi sehingga diperoleh kondisi yang terbaik untuk pembuatan poliol. Hasil penelitian yang diperoleh menunujukkan bahwa poliol pada 8 mol untuk campuran metanol dengan isopropanol merupakan poliol dengan bilangan hidroksil terbesar yakni 209 mg KOH/g sampel.

142.
Judul :
Sintesa poliuretan berdasarkan minyak sawit sebagai bahan perekat: produksi poliol.
Sumber : Reaksi: jurnal sains dan teknologi
Penulis : Nahar
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : 4 (7) 2006: 13-16
Lokasi : maj
Deskriptor : Polyurethanes ; Palm oil ; Polyols
DDC : 668
Abstrak : Tulisan ini merupakan bagian pertama dari dua tulisan, pada bagian pertama ini akan membicarakan tentang sintesa poliol (polyol) yang berasal dari minyak kelapa sawit. Polyol selanjutnya akan direaksikan dengan isosianat (isocyanate) untuk membentuk poliuretan, yang akan dipaparkan pada bagian kedua. Pada penelitian ini diperoleh suatu hal yang menarik bahwa ternyata Dodecyl Benzene Sulfonic Acid (DBSA) selain bertindak sebagai emulsifier juga bertindak sebagai katalis, sebelumnya DBSA banyak digunakan hanya sebagai emulsifier. Dalam penelitian ini digunakan Tosoh-Gel Permeation Chromatography (GPC) untuk menghitung berat molekul dan Perkin-Elmer, Fourier Infrared Spectroscopic (FTIR) untuk menentukan struktur grup. Hasil penelitian yang diperoleh dengan mengunakan alat FTIR adalah struktur OH terdapat pada peak 3384.940, nilai OH dalam literatur adalah antara 3370-3470. Sedangkan berat molekul yang diperoleh dengan mengunakan GPC adalah 954, dalam literatur nilai tersebut adalah antara 250 sampai 2500.

143.
Judul :
Aktivitas antioksidan kunyit (Curcuma domestica Val.) dalam mempertahankan mutu minyak sawit selama pemanasan.
Judul terjemahan : Antioxidant activity of turmeric (Curcuma domestica Val.) in preserving palm oil quality during heating
Sumber : Jurnal Penelitian Universitas Jambi
Penulis : Zurweni ; Dwi Wiwik Ernawati, M.
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : 8 (2) 2006: 91-94
Lokasi : maj
Deskriptor : Palm oil ; Quality ; Preservation ; Turmeric ; Curcuma domestica ; Antioxidants ; Heating
DDC : 633
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pemanasan terhadap mutu minyak goreng sawit; mengetahui pengaruh penambahan kunyit di saat pemanasan terhadap mutu minyak goreng sawit; dan mengetahui pengaruh variasi waktu penambahan dan berat kunyit yang ditambahkan selama pemanasan terhadap mutu minyak goreng sawit. Penelitian ini dilakukan melalui eksperimen di laboratorium. Tiga puluh sembilan cawan porsolen masing-masing berisi 50 g minyak goreng sawit kemasan yang dibagi dalam lima kelompok perlakuan, yaitu kelompok A = 3 buah, sedangkan kelompok B, C, D, dan E masing-masing 9 buah dengan pembagian sebagai berikut: 3 untuk pemanasan 10 menit, 3 untuk pemanasan 20 menit, dan 3 lagi untuk pemanasan 30 menit (3 kali ulangan). Pemanasan dilakukan sampai suhu mencapai 180 derajat C. Pemeriksaan terhadap parameter pada kelompok A (kontrol negatif) dilakukan secara langsung, sedangkan untuk kelompok B, C, D, dan E dilakukan di akhir pemanasan untuk setiap masing-masing waktu pemanasan. Data hasil pemeriksaan dianalisis dengan analisis ragam menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf kepercayaan 95 persen (signifikansi 5 persen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan kunyit (Curcuma domestica Val.) mampu menghambat peningkatan proses oksidasi pada minyak goreng sawit akibat pemanasan. Penambahan 15 g kunyit pada saat pemanasan ke dalam 50 g minyak mampu mempertahankan mutu minyak goreng yang dipanaskan pada suhu 180 derajat c selama 20 menit. Demikian juga penambahan 5 g kunyit berturut-turut pada menit ke-0 dan ke-ll mampu mempertahankan mutu minyak goreng yang dipanaskan selama 20 menit.

144.
Judul :
Pengaruh penambahan ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) terhadap ketengikan minyak kelapa sawit.
Sumber : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan= Journal of Food Science and Technology
Penulis : Ayu, Rani ; Manullang, Monang ; Cornelia, Melanie
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : 4 (2) 2006: 13-32
Lokasi : maj
Deskriptor : Ocimum basilicum ; Palm oil ; Antioxidants
DDC : 664
Abstrak : Sweet basil leaves (Ocimum basilicum L.) will extracted by water (polar solvent) and n-hexane (non polar solvent). The antioxidant activity of both extracts was determined by DPPH method. Water extract showed higher antioxidant activity than n-hexane extract. One of the components responsible for the antioxidant activity in the water extract, caffeic acid, was analyzed by HPLC (Shimadzu). The water extract and Tertiary-Butyl Hydroquinone (TBHQ) was added to palm oil on 100 ppm and 200 ppm concentration. The palm oil which didn't contain any added antioxidant (control) and the palm oil which added by TBHQ and water extract of sweet basil leaves was stored until 50 days. Analysis of peroxide value, acidity value, viscosity, sensory quality and antioxidant activity was conducted every 10 days of storage. The type of antioxidant added to the palm oil influenced viscosity of the palm oil. Antioxidant concentration didn't influence peroxide value, acidity value, viscosity, sensory quality and antioxidant activity of the palm oil. Storage time influenced acidity value and viscosity of the palm oil. The interaction of antioxidant type and concentration influenced the sensory quality of the palm oil. The interaction of antioxidant type, antioxidant concentration and storage time influenced peroxide value and antioxidant activity of the palm oil. The conclusion of this experiment was that storage time influenced palm oil rancidity. The effect of antioxidant type and concentration on palm oil rancidity was depended on the other factors. The effect of water extract of sweet basil leaves on rancidity of palm oil showed that it can be used as a potential natural antioxidant.

145.
Judul :
Pengolahan zeolit alam Lampung untuk menurunkan kadar asam lemak bebas dalam minyak kelapa sawit
Sumber : Prosiding
Penulis : Astuti, Widi ; Junaedi, Agus ; Suryani, Eni ; Ismail, Rachman
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : Hal. 89-96
Lokasi : umu
Deskriptor : Zeolites ; Adsoption ; Free fatty acid ; Crude palm oil
Kode Panggil : 600 Sem p
Abstrak : Telah dilakukan penelitian tentang pengolahan zeolit alam Lampung, sebagai adsorben untuk menurunkan kadar asam lemak bebas dalam minyak kelapa sawit. Zeolit alam Lampung memiliki daya adsorbsi yang tinggi, sehingga dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam lemak bebas dalam minyak kelapa sawit mentah (CPO), dan minyak goreng bekas. Penurunan asam lemak bebas dalam minyak kelapa sawit perlu dilakukan karena asam lemak bebas merupakan salah satu standar yang digunakan untuk menentukan kualitas minyak. Zeolit alam Lampung harus diaktifasi terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai adsorben. Aktifasi dilakukan dengan dua cara yaitu cara kimia menggunakan larutan HCl dan cara fisika menggunakan pemanasan dalam oven pada suhu 200øC. Adsorbsi asam lemak bebas dalam minyak kelapa sawit mentah dilakukan dengan dua cara yaitu cara batch dan cara kolom. Cara batch dilakukan dengan kecepatan pengaduk 575 rpm selama 1 jam, dan diperoleh hasil terbaik dengan kondisi proses tanpa pemanasan menggunakan persen berat zeolit 15persen dan konsentrasi HCl aktifasi 4,5persen. Hasil yang diperoleh pada kondisi ini adalah penurunan kadar asam lemak bebas sebesar 17,86persen dari kadar asam lemak bebas awal sebesar 5,41persen menjadi 4,59persen. Cara kolom dilakukan pada reaktor fixed bed yang berisi tumpukan zeolit. Hasil terbaik diperoleh pada waktu kontak 5 jam dan laju alir minyak 30 liter/jam yaitu dengan penurunan kadar asam lemak bebas sebesar 68,07persen dari kadar FFA 1persen menjadi 0,3825persen.

146.
Judul :
Penentuan titik awan minyak kelapa sawit dengan methoda ultrasonik
Sumber : Prosiding
Penulis : Budi, Agus Setyo ; Mohd. Radzi Sudin ; Mohd. Nizam Ayof ; Asmala Ahmad ; Lau Kok Tee
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : Hal. A22 1 - 5
Lokasi : umu
Deskriptor : Palm oils ; Ultrasonic waves ; Transducers
Kode Panggil : 660 Sem p

147.
Judul :
Pembuatan biogasoline dari minyak sawit dengan katalis zeolit alam
Sumber : Prosiding
Penulis : Nasikin, M. ; Wahid, A. ; Setiawan, S.A.
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : Hal. C20 1 - 6
Lokasi : umu
Deskriptor : Gasoline ; Palm oils ; Catalysts ; Zeolites
Kode Panggil : 660 Sem p

148.
Judul :
Pemanfaatan epoksid minyak sawit sebagai plasticizer dan stabilizer pada pembuatan kulit sintetis dari pvc
Sumber : Prosiding
Penulis : Wibowo, Tri Yogo ; Purwanto, Wahyu
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : Hal. C31 1 - 4
Lokasi : umu
Deskriptor : Epoxidation ; Plasticizers ; Stabilizers (agents) ; Differential scanning calorimetry ; Synthetic leather ; Polyvinyl chlorides
Kode Panggil : 660 Sem p

149.
Judul :
Potensi pemasaran ekspor dan domestik minyak kelapa sawit Indonesia.
Sumber : VISI Universitas HKBP Nommenson
Penulis : Purba, Bernardo Frans
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : 13 (1) 2005: 18-28
Lokasi : maj
Deskriptor : Marketing ; Exports

150.
Judul :
Aktivasi bentonit alam Pacitan sebagai bahan penyerap pada proses pemurnian minyak sawit
Sumber : Jurnal Teknik Kimia Indonesia = Indonesian Chemical Engineering Journal
Penulis : Tanjaya, Ailen ; Sudono ; Indraswati, Nani ; Ismadji, Suryadi
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : 5 (2) 2006 : 429-433
Lokasi : maj
Deskriptor : Bentonite ; Palm oils ; Absorbent ; Pacitan
DDC : 665
Abstrak : Bentonit merupakan salah satu jenis adsorben yang sering digunakan pada proses bleaching minyak kelapa sawit. untuk menyerap zat warna dan pengotor-pengotor dalam minyak. Kemampuan bleaching dari bentonit dapat ditingkatkan dengan aktivasi dengan asam untuk meningkatkan luas permukaan dan memodifikasi struktur bentonit. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jenis dan konsentrasi asam yang optimum pada proses aktivasi bentonit Pacitan. Kemampuan bleaching bentonit dievaluasi berdasarkan parameter warna, kadar asam lemak bebas (Free Fatly Acid, FFA) dan bilangan peroksida (Peroxide Value, PV) pada bleached palm oil. Proses aktivasi bentonit dilakukan menggunakan asam sulfat (HduaSOempat) dan asam klorida (HCl) dengan variasi konsentrasi 1-10 N. Bentonit yang telah diaktivasi digunakan untuk proses bleaching degummed palm oil pada suhu 100derajatC selama 10 menit. Bleached palm oil dianalisa warna (dengan lovibond tintometer), kadar FFA dan PV. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa bentonit Pacitan yang diaktivasi menggunakan HCI 5 N, memberikan hasil bleaching yang optimum.

151.
Judul :
Kinetika esterifikasi asam lemak bebas dalam minyak sawit untuk pembuatan biodiesel
Sumber : Prosiding
Penulis : Rosidi
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : Hal. A05.1-6
Lokasi : umu
Deskriptor : Fatty acids ; Esterification ; Palm oil ; Ester interchange ; Biodiesel fuels
Kode Panggil : 660 Sem p

152.
Judul :
Studi kesetimbangan fasa cair-cair sistem minyak kelapa sawit (CPO)-etanol-asam lemak bebas (FFA)
Sumber : Prosiding
Penulis : Rokhati, Nur ; Silviana ; Ayu, Desy Puspita ; Minasholekhat
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : Hal. B13.1-5
Lokasi : umu
Deskriptor : Free fatty acid ; Crude palm oil (CPO) ; Ethanol ; Equilibrium (phase) ; Liquid-liquid equilibrium
Kode Panggil : 660.28423 Sem p

153.
Judul :
Penentuan 90Sr dalam minyak kelapa sawit
Sumber : Prosiding
Penulis : Yurfida
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : Hal. 331-338
Lokasi : umu
Deskriptor : Strontium ; Palm oils ; Palm kernel oil
Kode Panggil : 621.48 Per p

154.
Judul :
Studi pembuatan polyol dari minyak kelapa sawit (Crude palm oil) dengan oksidator KMnOempat dan HduaO
Sumber : Majalah Polimer Indonesia = Indonesian Polymer Journal
Penulis : Sri Aprilia ; Syamsuddin, Yanna ; Amin, Amri
Tahun Penerbitan : 2007
Deskripsi Fisik : 10 (1) 2007 : 6-12
Lokasi : maj
Deskriptor : Polyol ; Palm oils ; Water ; Potassium permanganate
DDC : 662
Abstrak : Mengingat minyak bumi merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui dan cadangannya semakin menipis, maka perlu dilakukan usaha meminimasi penggunaan bahan baku yang berbasis minyak bumi. Untuk itu perlu dilakukan usaha pencarian bahan-bahan alternatif yang mendapat perhatian adalah minyak nabati dan hewani (lemak), sehingga penggunaan teknologi hijau (green technologies) untuk mendapatkan proses yang ramah lingkungan dapat diterapkan. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bahan baku minyak kelapa sawit sebagai bahan pembuat polyol. Polyol ini bila direaksikan dengan polyisocianate akan menghasilkan polyurethane yang sangat banyak kegunaannya. Studi pembuatan polyol dari minyak kelapa sawit (CPO) telah dilakukan. Proses yang dilibatkan dalam studi ini adalah proses pemumian terhadap CPO, proses epoksidasi dan proses hidroksilasi. Pada proses epoksidasi dilakukan variasi variabel yang paling berpengaruh terhadap pembentukan polyol. Seperti komposisi reaktan (30persen, 50persen, dan 70persen NPO), variasi suhu (40derajatC, 50derajatC 60derajatC, 70derajatC dan 80derajatC). Proses pembuatan polyol ini menggunakan oksidator (HP) serta pelarut kalium permanganat (KMnOempat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa polyol dengan komposisi reaktan 30persen NPO, suhu 40derajatC merupakan polyol dengan kandungan gugus hidroksil yang paling besar, yaitu sebesar 258,90 dengan berat 21,19 gram. Berat molekul campuran polyol yang dihasilkan adalah 777,369. Hasil penelitian ini diperoleh dengan cara titrasi dan dianalisis dengan spektra infra merah (FT-IR) dan Gas Chromatography Mass Spectrometer (GCMS).

155.
Judul :
Pemanfaatan limbah abu tandan kosong sawit sebagai katalis basa pada pembuatan biodiesel dari minyak sawit
Sumber : Jurnal Manusia dan Lingkungan = journal of people and environment
Penulis : Yoeswono ; Triyono ; Tahir, Iqbal
Tahun Penerbitan : 2007
Deskripsi Fisik : 14 (2) 2007: 55-62
Lokasi : maj
Deskriptor : Askes ; Biofuels ; Oil palms ; Elaeis guineensis
DDC : 628
Abstrak : Pemanfaatan limbah abu tandan kosong sawit (TKS) sebagai sumber katalis basa telah dilakukan unluk aplikasi pada proses pembuatan biodiesel dari minyak biji sawit. Kadar logam kalium untuk mengetahui kadar basa dalam abu TKS dianalisis dengan AAS dan kadar ion karbonat diuji dengan uji alkalinitas. Komposisi asam lemak dalam bahan minyak biji sawit dianalisis dengan GC-MS. Abu TKS direndam dalam metanol untuk mendapatkan senyawa kalium metoksida yang selanjutnya digunakan untuk transesterifikasi minyak biji sawit. Rasio persentase berat abu terhadap minyak pada reaksi transesterifikasi tersebut divariasi kemudian persentase konversi biodiesel ditentukan dengan spektrometer pangkat 1 H NMR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kalium dalam abu TKS = 29,82 percent b/b, dan kadar ion karbonat =19,63 percent b/b, sehingga konversi (percent) dimungkinkan kalium tersebut dalam bentuk karbonat. Konversi biodiesel meningkat dengan peningkatan persentase berat abu terhadap minyak. Kondisi optimum dicapai pada persentase berat abu terhadap minyak = 6 percent b/b dengan diperoleh konversi biodiesel 69,67 percent.

156.
Judul :
Esterifikasi asam lemak bebas dalam minyak sawit mentah untuk produksi metil ester
Sumber : Jurnal Teknik Kimia Indonesia = Indonesian Chemical Engineering Journal
Penulis : Prakoso, Tirto ; Kurniawan, Indra B. ; Nugroho, R. Heru
Tahun Penerbitan : 2007
Deskripsi Fisik : 6 (3) 2007 : 704-709
Lokasi : maj
Deskriptor : Biodiesel fuels ; Dimethyl ether ; Free fatty acid ; Crude palm oils
DDC : 665
Abstrak : Metil ester merupakan suatu senyawa alkil ester yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Metil ester memiliki sifat fisik dan kimia yang hampir sama dengan minyak diesel yang dihasilkan dari minyak bumi tetapi emisi pembakaran dari penggunaan ester metil lebih rendah dari pada emisi hasil penggunaan minyak solar. Seiring dengan semakin langkanya sumber minyak bumi dan semakin gencarnya isu lingkungan hidup, pengembangan ester metil sebagai bahan bakar pengganti minyak solar semakin prospektif. Pembuatan ester metil dari asam lemak bebas minyak sawit mentah (crude palm ail) dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan reaksi esterifikasi dan transesterifikasi menggunakan alkohol. Reaksi-reaksi ini dapat dilaksanakan secara batch maupun kontinu. Pada penetitian yang telah dilakukan, pembuatan ester metil dari asam lemak bebas minyaksawit mentah dilakukan dengan reaksi esterifikasi secara batch, dengan reaktan berupa minyak sawit mentah dan metanol. Katalis yang digunakan adalah H2SO. Konversi ester metil yang dihasilkan dipengaruhi aleh temperatur reaksi, konsentrasi katalis dan konsentrasi metanol. Kenaikan temperatur reaksi akan meningkatkan konversi dari 19persen pada 50derajatC menjadi 98persen pada 60derajatC. Dengan menggunakan konsentrasi katalis tertinggi 5 ml/l CPO memicu konversi tertinggi relatif dibandingkan nilai konversi dari 1 dan 3 ml/l CPO. 10persen metanol menghasilkan perolehan tinggi dibanding 8persen.

157.
Judul :
Pembuatan polyol dari minyak sawit melalui reaksi epoksidasi dan hidroksilasi
Sumber : Majalah Polimer Indonesia = Indonesian Polymer Journal
Penulis : Ifa, La ; Mahfud ; Sumarno ; Susianto ; Qadaryah, Lailatul ; Sabara, Zakir
Tahun Penerbitan : 2007
Deskripsi Fisik : 10 (2) 2007 : 82-88
Lokasi : maj
Deskriptor : Methyl ester ; Polyol ; Palm oils ; Epoxidation ; Hydroxylation
DDC : 668
Abstrak : Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua setelah Malaysia. Aplikasi minyak sawit selain sebagai bahan pangan dapat juga dibuat sebagai bahan kimia dalam industri kimia seperti surfactant, emulsifier, plastizer dan polyol. Polyol berbasis minyak sawit dibuat dengan menambahkan asam peroksi asetat dibentuk secara in situ dari H2O2 dan (CH3COOH dengan H2SO4 sebagai katalis) ke dalam minyak sawit untuk membentuk minyak sawit terepoksidasi kemudian menambahkan minyak sawit terepoksidasi ke dalam metanol (MET), isopropanol (IPA), campuran (IPA) dengan (MET), air dan sejumlah katalis asam sulfat selama 2 jam pada suhu 50derajatC hingga 55derajatC supaya membentuk polyol berbasis minyak sawit. Peralatan utama yang digunakan dalam percobaan ini adalah labu leher tiga 500 mL dilengkapi dengan kondensor reflux, termometer, water bath dan pengaduk.
Polyol produk dianalisis bilangan hidroksil dengan cara titrasi dan dianalisis dengan Infra Red (IR) Spectroscopy. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh waktu epoksidasi sebagai fungsi suhu dan pengaruh mol alkohol. Variabel percobaan adalah waktu epoksidasi (4 jam, 5 jam, 6 jam dan 7 jam), suhu (55derajatC, 60derajatC, 65derajatC, 70derajatC) dan pengaruh jumlah dan campuran mol aIkohol (6,7,8,9, 10). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa polyol dengan jumlah 8 mol untuk campuran MET dengan IPA merupakan polyol dengan biIangan hidroksil terbesar yakni 209 mg KOH/g sampel.

158.
Judul :
Potensi limbah cair pabrik minyak kelapa sawit untuk produksi biogas
Judul terjemahan : possibility of palm oil mill effluent for biogas production
Sumber : Biodiversitas : journal of biological diversity
Penulis : Mahajoeno, Edwi ; Lay, Bibiana Widiyati ; Sutjahyo, Hadi ; Siswanto
Tahun Penerbitan : 2008
Deskripsi Fisik : 9 (1) 2008 : 48-52
Lokasi : maj
Deskriptor : Biogas ; Palm oil ; Liquid wastes

159.
Judul :
Preparasi biodiesel dari minyak jelantah kelapa sawit
Sumber : Jurnal Kimia = Journal of Chemistry
Penulis : Suirta, I W.
Tahun Penerbitan : 2009
Deskripsi Fisik : 3 (1) 2009 : 1-6
Lokasi : maj
Deskriptor : Biofuels ; Oil palms ; Cooking oils ; Gas chromatography ; Spectrometers
DDC : 665
Abstrak : Telah dilakukan sintesis biodiesel dari minyak jelantah kelapa sawit dengan cara reaksi esterifikasi dan transesterifikasi. Biodiesel yang didapat kemudian dianalisis dengan teknik kromatografi gas dan spektrometer massa (GC-MS). Kualitasnya ditentukan dengan analisis sifat fisika dan kimia kemudian dibandingkan dengan standar Jerman DIN V 51606. Hasil analisis GC-MS menunjukkan enam senyawa metil ester(biodiesel) seperti: metil miristat, metil palmitat, metil linoleat, metil oleat, metil stearat dan metil arakhidat. Biodiesel yang didapat mempunyai berat jenis (0,8976 lebih kurang 0,0003 g/mL), vikositas (4,53 lebih kurang 0,0872 mm/s, bilangan asam (0,4238 lebih kurang 0,0397 mgKOH/g, dan bilangan iod (9,3354 lebih kurang 0,0288 g iod/100 g sampel) yang memenuhi syarat seperti yang ditetapkan oleh standar Jerman DIN 51606.

Dokumen lengkap, hubungi:

PDII-LIPI Serpong
Telp. :021-7560537
E-mail : pdiiserpong@yahoo.com


Senin, 01 Februari 2010

ANEKA BRIKET

1.

Judul Tesis : Pembuatan briket dan briket arang dari serbuk gergaji kayu jati (Tectona grandis) dan kayu pinus serta pengaruhnya pada pembakaran terhadap pencemaran udara
Penulis : Winarni, Budi
Penerbit : Yogyakarta, Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, 1999
Deskripsi Fisik : 74 hal. Lokasi : dis
Kode Panggil : 01/0994
Subyek : Briquets; Chacoal; Theses (M) - Universitas Gadjah Mada

2.
Judul Tesis : Studi pengaruh komposisi arang kayu, tepung tapioka Clay menjadi briket dari limbah industri pensil : kayu Pulay dan kayu Jelutung
Penulis : Samdinawati
Penerbit : Palembang, Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya , 2004
Deskripsi Fisik : 77 hal., lamp. Lokasi : dis
Kode Panggil : 05/1096
Subyek : Briquets; Wood waste - Recycling; Theses (M) - Universitas Sriwijaya

3.
Judul : Pengaruh pemberian mulsa dan dosis urea briket terhadap pertumbuhan dan hasil bawang putih (Allium sativum, L0) di Desa Kebayakan Kecamatan Kota Kabupaten Aceh Tengah: laporan hasil penelitian
Penulis : Syarifuddin
Penerbit : Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala, 1993.
Deskripsi Fisik : 35 hal. Lokasi : lap
Kode Panggil : 93/4752
Subyek : Garlic - Growth

4.
Judul : Pemanfaatan limbah industri pengolahan rotan sebagai bahan baku arang briket
Penerbit : Banjarbaru: Balai Penelitian dan Pengembangan Industri, 1992.
Deskripsi Fisik : 14 hal.
Lokasi : lap Kode Panggil : 94/0462
Subyek : Briquets (Fuel)

5.
Judul : Pengaruh macam tungku penggarangan terhadap kualitas briket arang
Penulis : Sianipar, Guntur M.
Penerbit : Bogor: Institut Pertanian Bogor, 1982.
Deskripsi Fisik : 89 hal.
Lokasi : lap Kode Panggil : 94/1530
Subyek : Charcoal

6.
Judul : Rekayasa dan pembuatan tungku abu sekam dengan bahan bakar briket
Penulis : Hatibu, M.
Penerbit : Ujung Pandang: Balai Industri Ujung Pandang, 1995.
Deskripsi Fisik : 20 hal.
Lokasi : lap Kode Panggil : 95/1537
Subyek : Stoves, Wood; Rice hulls as fuel

7.
Judul : Perbaikan kualitas rumput laut kering melalui proses briket
Penulis : Duma, Netty
Penerbit : Ujung Pandang: Balai Industri Ujung Pandang, 1995.
Deskripsi Fisik : 19 hal. Lokasi : lap Kode Panggil : 95/1785
Subyek : Marine algae as food

8.
Judul : Pengembangan pembuatan briket abu sabut kelapa untuk ekspor
Penulis : Sitorus, Hiras
Penerbit : Manado: Proyek Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Industri Sulawesi Bagian Utara Departemen Perindustrian, 1996.
Deskripsi Fisik : 28 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 96/0570
Subyek : Briquets

9.
Judul : Penelitian pengembangan pembuatan prototype alat briket kayu
Penerbit : Banjarbaru: Balai Penelitian dan Pengembangan Industri, 1986.
Deskripsi Fisik : 50 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 88/0106
Subyek : Charcoal burners; Briquets

10.
Judul : Percobaan pembuatan briket arang dari lima jenis kayu
Penulis : Hartoyo; Ando, Yacob; Roliadi, Han
Penerbit : Bogor: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 1987.
Deskripsi Fisik : 12 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 662.65
Subyek : Char; Briquets (Fuel)

11.
Judul : Pengaruh pemberian mulsa dan dosis urea briket terhadap pertumbuhan dan hasil bawang putih 'Allium satium, L.' di Desa Kebayakan, Kecamatan Kota, Kabupaten Aceh Tengah : laporan hasil penelitian
Penulis : Syarifuddin
Penerbit : Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala, 1993.
Deskripsi Fisik : 35 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 93/4752
Subyek : Garlic - Growth

12.
Judul : Pengembangan teknologi desain dan pembuatan prototip proses briket rumput laut semi mekanis
Penulis : Duma, Netty
Penerbit : Ujung Pandang: Balai Industri (Ujung Pandang), 1997.
Deskripsi Fisik : 21 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 97/1484
Subyek : Marine algae - Processing - Equipment and supplies

13.
Judul : Rekayasa alat cetak briket serbuk sabut kelapa
Penerbit : Manado: Proyek Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Industri Sulawesi Bagian Utara, 1997.
Deskripsi Fisik : 14 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 99/1547
Subyek : Briquets

14.
Judul : Pengembangan teknik pembuatan briket bioarang dari limbah serbuk gergajian kayu : laporan penelitian
Penulis : Yulianto, Agus; Sudarmin; Susanto, Hadi
Penerbit : Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, 2001.
Deskripsi Fisik : 48 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 02/0196
Subyek : Briquets (Fuel); Charcoal; Wood waste as fuel

15.
Judul : Kualitas briket arang campuran limbah gergajian dan bambu apus Gigantochloa apus Kurz pada berbagai tingkat tekanan kempa : laporan penelitian
Penulis : Nurhaida; Sirait, M. Sondang; Sisillia, Lolyta
Penerbit : Pontianak: Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, 2007.
Deskripsi Fisik : 42 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/0343
Subyek : Briguets (Fuel); Wood waste; Gigantochloa apus

16.
Judul : Upaya pembuatan, pemanfaatan dan pemasyarakatan briket bioarang dari limbah sampah organik sebagai bahan bakar alternatif menuju pola hemat energi
Penulis : Suprapto; Wulandari, A.
Penerbit : Malang: Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, 2007.
Deskripsi Fisik : 25 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/0729
Subyek : Charcoal; Briquets (Fuel); Waste products as fuel

17.
Judul : Perancangan dan penerapan alat mekanis pembuat briket sekam padi, ampas tebu dan blotong sebagai bahan bakar alternatif pada pembuatan gerabah, batu-bata dan genting di pedesaan
Penulis : Susanto, Wahono Hadi; Suharto, Bambang
Penerbit : Malang: Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, 2007.
Deskripsi Fisik : 24 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/0748
Subyek : Waste products as fuel; Briquets (Fuel)

18.
Judul : Pelatihan pembuatan briket arang dari bahan sampah pada masyarakat Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng
Penulis : Parmiti, Desak Putu
Penerbit : Singaraja: Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha, 2007.
Deskripsi Fisik : 20 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/1024
Subyek : Briquets (Fuel); Waste products as fuel

19.
Judul : Analisa performance tungku portable dengan dan tanpa sirip berbahan bakar briket daun tebu
Penulis : Syamsuri; Setyono, Bambang
Penerbit : Surabaya: Jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Adhi Tama, 2007.
Deskripsi Fisik : 58 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/1552
Subyek : Stoves; Temperature measurements

20.
Judul : Kajian pemanfaatan briket tempurung kelapa sebagai salah satu energi alternatif
Penulis : Malahayati; Irhamni
Penerbit : Banda Aceh: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala, 2007.
Deskripsi Fisik : 49 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/1621
Subyek : Briquets (Fuel); Waste products as fuel

21.
Judul : Kajian pemanfaatan tongkol jagung sebagai bahan alternatif pembuatan briket
Penulis : Yufita, Evi; Zulfalina
Penerbit : Banda Aceh: Jurusan Fisika Universitas Syiah Kuala, 2007.
Deskripsi Fisik : [51] hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/1625
Subyek : Briquets (Fuel); Corncobs; Agricultural wastes as fuel

22.
Judul : Analisis sifat fisika dan kimia briket arang dari limbah tunggak bambu betung Dendrocalamus asper Schult : laporan penelitian
Penulis : Burhanuddin, Violet; Budi Setiya
Penerbit : Banjarmasin: Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat, 2006.
Deskripsi Fisik : 56 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/1256
Subyek : Briquets (Fuel); Agricultural wastes as fuel; Dendrocalamus asper

23.
Judul : Briket tongkol jagung sebagai energi alternatif terbarukan : laporan penelitian
Penulis : Dwi Saputro, Danang; Widayat, Widi
Penerbit : Semarang: Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, 2007.
Deskripsi Fisik : 26 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/2809
Subyek : Briquets (Fuel); Corn

24.
Judul : Kualitas briket arang campuran limbah gergajian dan bambu apus (Gigantochloa apus Kurz) pada berbagai tingkat tekanan kempa : laporan penelitian
Penulis : Nurhaida; Sirait, Sondang M.; Sisillia, Lolyta
Penerbit : Pontianak: Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, 2007.
Deskripsi Fisik : 42 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/3268
Subyek : Briquets; Waste products; Bamboo

25.
Judul : Peningkatan mutu briket kokas lokal sebagai upaya penyelamatan sentra industri cor logam di Ceper Klaten : laporan penelitian
Penulis : Subroto
Penerbit : Surakarta: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah, 2007.
Deskripsi Fisik : 79 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 09/0232
Subyek : Briquets (Fuel); Briquets

26.
Judul : Pengaruh tekanan pembriketan dan holding time terhadap karaktersitik relaxation dan durability briket biomasa : laporan penelitian
Penulis : Juwana, Wibawa Endra; Tri Istanto
Penerbit : Surakarta: Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, 2008.
Deskripsi Fisik : 101 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 09/0715
Subyek : Briquets; Waste as fuel

27.
Judul : Pembuatan bahan bakar alternatif dari briket serbuk gergaji kayu jati : laporan penelitian
Penulis : Jamilatun, Siti
Penerbit : Yogyakarta: Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan, 2007.
Deskripsi Fisik : 35 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 09/2561
Subyek : Briquets (Fuel); Wood waste as fuel

28.
Judul Karya : Pengkajian tekno ekonomi pemanfaatan limbah industri pengergajian kayu untuk bahan bakar briket arang di Kabupaten Sukabumi
Penulis : Febrianto, Erfin Yundra; Salim, Takiyah; Prasetya, Bambang
Sumber : Prosiding ; Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan dan Lingkungan 1995/1996 ; Bandung
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan
Penerbitan : Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan
Tahun Terbit : 1996
Deskripsi Fisik : hal. 12-20
Lokasi : web
Klass : 620.11 Sem p
Deskriptor : Briguest; Charcoal; Sawdust; Waste treatment; Wood wastes

29.
Judul Karya : Penggunaan biji jarak dan gondotukem sebagai penyala awal untuk briket semi kokas Kotabangun, Kalimantan Timur.
Penulis : Suyadi, Daman; Yunarto
Sumber : Proceedings ; Seminar Evaluasi Kegiatan Litbang LIPI di Kalimantan Timur Pelita V ; Tenggarong
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan dan Ketenagakerjaan
Penerbitan : Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan dan Ketenagakerjaan LIPI
Tahun Terbit : 1994
Deskripsi Fisik : hal. 205-220
Lokasi : web
Klass : 338.95983 Sem p
Deskriptor : Recinus communis; Terpenes; Turpenting; Castor geans&Briquets
File FullText : 1438.pdf

30.
Judul Paten : Metode dan penyusunan untuk mendinginkan besi spons briket panas
Penemu : Kepplinger, Leopold Werner (Austria); Cip, Gerhard (Austria); Himmel, Anton (Austria); Zimmerbauer, Karl-Heinz (Austria); Sachsenhofer, Roland (Austria); Whipp, Roy Hubert Jr.
(Austria)
Alamat : Turnstrasse 44, A-4020 Linz, Austria
No. Paten : ID 0 004 451
No. FullText Data : 4451.pdf
IPC : C21B 13/00
Tanggal : 1 Nopember 1999
Abstrak : Agar dapat memperoleh suhu akhir serendah mungkin selama periode waktu yang sesingkat mungkin dalam suatu metode untuk mendinginkan besi spons yang dibriketkan dalam keadaan panas (3) dibawah penggunaan media pendingin yang optimal, dalam langkah pendinginan pertama (1 l), besi spons yang dibriketkan dalam keadaan panas (3), dilewatkan secara eksklusif dengan suatu media pendingin gas sambil didinginkan perlahan-lahan dan berikutnya dalam langkah pendinginan ke dua (14), disemprot dengan media pendingin cairan, dengan demikian secara intensif didinginkan hingga suhu akhir yang dikehendaki.

31.
Judul Paten : Penyalaan-atas briket berbentuk sarang lebah yang efisien tanpa asap hitam dan jernih pada waktu pembakaran
Penemu : Wang, Peilan (Cina); Huang, Zhongcheng (Cina)
Alamat : East Bldg 3-2 Room 501, D11 Xueyuan Road, Haidian District Beijing, ChinaEast Bldg 3-2 Room 501, D11 Xueyuan Road, Haidian District Beijing, China
No. Paten : ID 0 005 183
No. FullText Data : 5183.pdf
IPC : C06B
Tanggal : 21 Juni 2000
Abstrak : Penemuan ini berhubungan dengan penyalaan atas briket berbeutuk sarang lebah untuk penggunaan dalam rumah tangga, yang bersih dan tanpa asap hitam selama pembakaran. Bahan utama briket tersebut adalah batubara biturninus, atau batubara coklat atau campuran dari padanya dengan menggunakan unsur penyalaan yang mengandung mangan dioksida dan kalium klorat, unsur piroforik yang mengandung kalium nitrat atau natrium nitrat, minyak pelumas kotor, serta unm pembersih yang terdiri dari silikon aluminaf garam besi, logam alkali hidroksida atau garam logam alkali.

32.
Judul Paten : Briket petroleum coke untuk industri pengecoran logam
Penemu : Theresia, Dottor (Indonesia); Latifah, Nur (Indonesia); Munir, Mumun (Indonesia); Sindapati, Zarkasji (Indonesia)
Alamat : Jl. Merdeka Timur IA, Jakarta, Indonesia
No. Paten : ID 0 007 533
No. FullText Data : 7533.pdf
IPC : COIL 5104; COlB 57/06
Tanggal : 11 Maret 2002
Abstrak : Fonnula bahan bakar bentuk briket dibuat dari campuran green petroleum coke dengan propan aspal. Campuran ini dibuat dalam wadah yang dilengkapi dengan pemanas. Campuran diaduk sambil dipanaskan agar menjadi homogen dan kemudian dibentuk menggunakan sistem cetakan dengan bantuan alat penekan. Terhadap hasil cetakan kemudian dilakukan proses pemanggangan agar diperoleh produk yang memiliki kekuatan yang memenuhi untuk persyaratan coke metalurgi atau pengecoran logam. Briket yang dibuat menmt penemuan ini mempunyai keunggulan-keunggulan dalam beberapa ha1 antara lain tidak menimbulkan polusi saat dilakukan proses peleburan dan memiliki nilai kalor yang tinggi yang memang sangat diperlukan untuk proses pembakaran.

33.
Judul : Tungku bioarang
Sumber : Aneka tungku sederhana, Umboh, Andry Harirs, Hal. 31-39
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1996
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Tun
Abstrak : Artikel menguraikan cara pembuatan tungku bioarang dan briket bioarang sebagai bahan bakarnya.
Cara pengoperasian serta kelebihan dan kekurangan tungku melengkapi artikel ini.

34.
Judul : Memproses sampah
Penulis : Apriadji, Wied Harry
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1995
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Q1-8
Abstrak : Sampah dalam pengertian sehari-hari adalah bahan sisa proses industri dan hasil sampingan kegiatan rumah tangga. Buku ini mengupas teknologi penanganan sampah berupa pengomposan sampah dan pembuatan briket arang sampah, tetapi sebelumnya dibicarakan mengenai mengenal sampah, penampungan, pengumpulan dan pembuangan sampah.

35.
Judul : Cara membuat sampah jadi arang dan kompos
Penulis : Soejanto, T.
Penerbitan : Jakarta: Yudhistira, 1982
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Q1-10
Abstrak : Pada buku ini diuraikan mengenai pemanfaatan sampah sebagai bahan pembuat briket dan kompos, dilanjutkan dengan peninjauan keberhasilan suatu bangsa untuk mencapai taraf hidup masyarakatnya.

36.
Judul : Cara pembuatan briket biomassa
Sumber : Cara membuat sampah jadi arang dan kompos, Soejanto, T., Hal. 17-34.
Penerbitan : Jakarta: Yudhistira, 1982
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Q1-10
Abstrak : Pada bab ini diuraikan cara pembuatan briket biomassa yang meliputi alat, bahan, bahan campuran, perkakas untuk mencetak, proses pembuatan (briket dengan perekat dari daun, briket tanpa perekat, briket sekam dan grajen tanpa lem, serta briket kertas koran), cara pembakaran briket, dan standarisasi anglo.
Dijelaskan juga cara pembuatan dan penggunaan anglo pengganti dari kaleng.

37.
Judul : PG Tasik Madu temukan briket abu sebagai energi alternatif.
Sumber : Kompas, 24 Sep. 1993. Hal. II (dalam: Kumpulan kliping gula tebu. Jakarta, PIP Trubus, [s.a.]. Hal. 59)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Gul
Abstrak : PG Tasik Madu berhasil menciptakan briket abu dari bahan abu buangan yang merupakan limbah pabrik tersebut. Dengan temuan tersebut, PG berhasil memperoleh energi alternatif sekaligus menekan pencemaran lingkungan.

38.
Judul : Pembuatan tungku pembakar (3B): bioarang, biomassa dan bioasap
Sumber : Teknologi tepat guna lingkungan: temuan dan upaya masyarakat, Djajadiningrat, Surna; Sunoto, Hal. 14-16
Penerbitan : Jakarta: Kantor Menteri Lingkungan Hidup, 1995
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : J1-15
Abstrak : Artikel ini menuliskan tentang cara pembuatan tungku 3B (tungku yang membakar bioarang, biomassa dan bioasap) dari bahan yang mudah didapat. Tungku ini hemat energi karena dapat membakar 3B yang timbul dari biomassa dalam briket menjadi karbondioxid dan uap air. Pada bagian akhir dituliskan pula dasar ilmiah teknologi pembakaran asap dalam tungku 3B.

39.
Judul : Urea briket dan penggunaannya
Sumber : Liptan, No. 01/1990
Penerbitan : Yogyakarta: BIP Yogyakarta, Departemen Pertanian, 1990
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : A2-64
Abstrak : Artikel ini menguraikan tentang penggunaan urea briket sebagai pupuk padi sawah. Diuraikan pula mengenai pengertian urea briket, keuntungannya, cara pembuatannya dan cara pemupukan.

40.
Judul : Pemanfaatan kokas briket sebagai bahan bakar industri pengecoran logam
Penulis : Supriyanto, Harry
Sumber : Teknologi untuk negeri, Iskandar, Marzan Azis et.al (ed.), Hal. 83-86
Penerbitan : Jakarta: BPPT, 1998
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : S2-1
Abstrak : Kokas briket/kokas batubara dapat dijadikan bahan bakar alternatif untuk pemenuhan konsumsi energi terutama bidang industri logam dan baja. Pada tulisan ini dibahas tentang proses karbonisasi batubara untuk membuat kokas briket serta uji coba produk kokas di pabrik pengecoran logam PT. Sinar Industri Ceper Klaten dengan menggunakan tungku kupola berleher pendek untuk pengecoran logam dalam peleburan besi. Dari hasil percobaan disimpulkan bahwa mutu kokas briket yang dibuat telah memenuhi spesifikasi kokas pengecor logam dan dapat digunakan sebagai bahan reduktor pada pengecoran dalam tungku tungkik dan menghasilkan mutu coran yang baik. Dilengkapi tabel hasil analisa kokas dan pengamatan mutu kokas untuk pengecoran logam serta skema bagan pembuatan kokas. [Kontak person: Ir. Herry supriyanto. Direktorat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi-BPPT, Gd.II BPPT Lt.19, Jl. M.H. Thamrin No. 8 Jakarta 10340 Tel (021) 3169701 Fax (021) 3169736]

41.
Judul : Pelaksanaan pembuatan alat [Bioarang]
Sumber : Membuat bioarang dari kotoran lembu, Widarto, L.; Suryanta, Hal.31-49
Penerbitan : Yogyakarta: Kanisius, 1995
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Bio
Abstrak : Langkah-langkah pembuatan alat pembuat bioarang pada garis besarnya terdiri dari alat pencetak briket, alat pemanas, dan tungku. Pada bab ini diuraikan secara rinci lengkap dengan gambar mengenai langkah-langkah pembuatan alat-alat tersebut.

42.
Judul : Industri kecil briket arang tempurung kelapa membuka lapangan kerjasampingan bagi petani
Penulis : Rahayu,Martini; Amin,Sarmidi
Sumber : Pengkaji industri Vol 3(5)1998, hal 22-26
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : MAJ-44
Abstrak : Tulisan ini menguraikan cara membuat briket arang dengan bahan tempurung kelapa.Diuraikan juga disini analisisi ekonomi,prospek ekonomi,dan volume ekspor arang keluar negeri.

43.
Judul : Memanfaatkan sampah untuk kehidupan sehari-hari
Penulis : Rudiyanto, Hermawan
Sumber : Janur Seloka, Mei 1993. Hal. VI (dalam: Kumpulan kliping pupuk I. Jakarta, PIP Trubus, 1994. Hal. 60-61)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Pup
Abstrak : Sampah dapat dimanfaatkan bila kita memprosesnya menjadi kompos untuk pertanian atau briket arang untuk bahan bakar. Diuraikan secara rinci cara pembuatan kompos sampah dan briket arang sampah.

44.
Judul : Pembuatan briket kompos serasah daun kering dari hasil fermentasi aerobik
Penulis : Sudradjat, R.; Fahidin; Salim, Agus
Sumber : J. Teknol. Indust. Pertan., 5 (2) 1995: 109-113
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Maj-432
Abstrak : Daun-daun hutan (serasah) yang jumlahnya sangat besar dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kompos secara fermentasi aerobik dan dalam bentuk briket. Pada artikel ini diuraikan pembuatan briket kompos tersebut berikut uji kekuatan briket yang dihasilkan.

45.
Judul : Bio arang dan tungku pembakaranya.
Sumber : Bul. Inf. Pertan. Yogyakarta, (1) 1989-90: 21-23
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Maj-507
Abstrak : Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari masyarakat pedesaan bisa menggunakan bio arang. Artikel ini menguraikan secara singkat cara pembuatan bio arang yang diperoleh dengan membakar biomass (daun, ranting, rumput gulma, eceng gondok, limbah pertanian, limbah perkebunan, limbah peternakan) kering. Dikemukakan juga bio arang dalam bentuk briket dan pembuatan tungku pembakarannya.

46.
Judul : Pengolahan sampah kota menjadi sumber energi terbarukan
Penulis : Salman, Agus
Sumber : Konstruksi, (222) 1996: 68-69
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Maj - 489
Abstrak : Sampah kota menimbulkan berbagai permasalahan bagi daerah perkotaan. Upaya penangannya dengan menimbun sampah di tempat pembuangan akhir, masih menimbulkan masalah dan mempunyai beberapa kelemahan. Ditemukan alternatif solusi lain yang positif yaitu melalui proses pengarangan (karbonisasi) dan gasifikasi. Hasilnya sampah dapat dibuat briket arang yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Dijelaskan juga dampak ekonomi dan dampak sosial dari penggunaan arang briket.

47.
Judul : Pengembangan pembuatan briket abu sabut kelapa untuk ekspor
Penulis : Sitorus, Hiras ... [et al.]
Penerbitan : Manado: Balai Penelitian dan Pengembangan Industri, 1996
Kode Panggil : 96/0570
Abstrak : Dalam tulisan ini dikemukakan penelitian yang bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan briket abu sabut kelapa sehingga mempermudah pengepakan dan pengangkutan untuk tujuan ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perekat tapioka lebih baik dari pada sagu, karena memberikan kadar air yang lebih rendah dan kuat tekan yang lebih besar. Perlakuan terbaik adalah dengan penggunaan perekat tapioka 10 persen karena keadaannya tidak mengalami retak, lebih ekonomis, dan daya stabilitasnya (waktu hancur) relatif kecil.

48.
Judul : Pengolahan sampah kota menjadi sumber energi terbarukan
Penulis : Salman, Agus
Sumber : Konstruksi, (222) 1996: 68-69
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Maj - 489
Abstrak : Sampah kota menimbulkan berbagai permasalahan bagi daerah perkotaan. Upaya penangannya dengan menimbun sampah di tempat pembuangan akhir, masih menimbulkan masalah dan mempunyai beberapa kelemahan. Ditemukan alternatif solusi lain yang positif yaitu melalui proses pengarangan (karbonisasi) dan gasifikasi. Hasilnya sampah dapat dibuat briket arang yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Dijelaskan juga dampak ekonomi dan dampak sosial dari penggunaan arang briket.

49.
Judul : Pengembangan pembuatan briket abu sabut kelapa untuk ekspor
Penulis : Sitorus, Hiras ... [et al.]
Penerbitan : Manado: Balai Penelitian dan Pengembangan Industri, 1996
Kode Panggil : 96/0570
Abstrak : Dalam tulisan ini dikemukakan penelitian yang bertujuan untuk mempelajari proses pembuatan briket abu sabut kelapa sehingga mempermudah pengepakan dan pengangkutan untuk tujuan ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perekat tapioka lebih baik dari pada sagu, karena memberikan kadar air yang lebih rendah dan kuat tekan yang lebih besar. Perlakuan terbaik adalah dengan penggunaan perekat tapioka 10 persen karena keadaannya tidak mengalami retak, lebih ekonomis, dan daya stabilitasnya (waktu hancur) relatif kecil.

50.
Judul Laporan : Pemanfaatan limbah industri pengolahan rotan sebagai bahan baku arang briket
Penerbitan : Banjarbaru Balai Penelitian dan Pengembangan Industri , Tahun Penerbitan : 1992 , Deskripsi Fisik : 14 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 94/0462
Deskriptor : /Industrial wastes//Rattan//Carbon black/
ABSTRAK : Digunakan 2 variasi tekanan kempa (1132 kg/cm2 dan 1415 kg/cm2) dan 3 variasi konsentrasi perekat (3, 5 dan 7 persen).Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan kempa tidak berpengaruh nyata terhadap nilai kalor dan kerapatan, demikian juga dengan konsentrasi perekat. Perlakuan tekanan kempa 1132 kg/cm2 dengan konsentrasi perekat 5 persen menghasilkan briket arang yang cukup baik ditinjau dari nilai kalor yang dihasilkan.
Kerapatan yang cukup baik terdapat pada briket arang dengan perlakuan tekanan kempa 1415 kg/cm2 dan konsentrasi perekat 3 persen.

51.
Judul Laporan : Pengaruh macam tungku penggarangan terhadap kualitas briket arang
Penulis : Sianipar, Guntur M.
Penerbitan : Bogor Institut Pertanian Bogor , Tahun Penerbitan : 1982 , Deskripsi Fisik : 89 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 94/1530

52.
Judul Laporan : Rekayasa dan pembuatan tungku abu sekam dengan bahan bakar briket
Penulis : Hatibu, M.
Penerbitan : Ujung Pandang Balai Industri Ujung Pandang , Tahun Penerbitan : 1995 , Deskripsi Fisik : 20 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 95/1537

53.
Judul Laporan : Pemanfaatan limbah pertanian untuk pembuatan briket arang dengan campuran batubara
Penulis : Gafar, Patoni A.
Penerbitan : Samarinda Proyek Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Industri Kalimantan Timur , Tahun Penerbitan : 1995 , Deskripsi Fisik : hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 95/1669

54.
Judul Laporan : Perbaikan kualitas rumput laut kering melalui proses briket
Penulis : Duma, Netty
Penerbitan : Ujung Pandang Balai Industri Ujung Pandang , Tahun Penerbitan : 1995 , Deskripsi Fisik : 19 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 95/1785

55.
Judul Laporan : Pengembangan pembuatan briket abu sabut kelapa untuk ekspor
Penulis : Sitorus, Hiras
Penerbitan : Manado Proyek Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Industri Sulawesi Bagian Utara Departemen Perindustrian , Tahun Penerbitan : 1996 , Deskripsi Fisik : 28 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 96/0570
Deskriptor : /Briquets//Coconut husks/
ABSTRAK : Tujuan penelitian untuk mempelajari proses pembuatan briket abu sabut kelapa sehingga mempermudah pengepakan dan pengangkutan untuk tujuan ekspor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap secara sederhana, dengan perlakuan jenis perekat yaitu perekat tapioka (A) dan sagu (B), masing-masing dengan prosentase 8; 9; 10; 11; dan 12 persen. Tiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan penambahan perekat tapioka maupun sagu berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kerapatan jenis, kuat tekan, dan berat briket. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan perekat tapioka lebih baik dari sagu karena memberikan kadar air yang lebih rendah dan kuat tekan yang lebih besar. Perlakuan terbaik adalah dengan penggunaan perekat tapioka 10 persen karena briket tidak retak, lebih ekonomis, dan daya stabilitas (waktu hancur) relatif kecil

56.
Judul Laporan : Pengembangan teknologi desain dan pembuatan prototip proses briket rumput laut semi mekanis
Penulis : Duma, Netty
Penerbitan : Ujung Pandang Balai Industri (Ujung Pandang) , Tahun Penerbitan : 1997 , Deskripsi Fisik : 21 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 97/1484
Deskriptor : /Prototypes//Briquets//Seaweeds/
ABSTRAK : Desain dan perancangan prototipe peralatan press briket rumput laut telah dikembangkan dengan merekayasa protitipe alat press berulir tunggal menjadi prototipe semi mekanis. Bahan yang dicobakan pada peralatan ini terdiri dari rumput laut kering tambak dan rumput laut yang telah mengalami proses pemutihan kemudian diberi perlakuan perekat 0,5 l cairan agar-agar dan yang tanpa perekat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa prototipe semi mekanis ini mampu mencetak briket yang terbaik dengan kerapatan 0,45 g/cm3 pada perlakuan rumput laut hasil pemutihan yang diberi perekat. Sedangkan keseluruhan operasi alat membutuhkan waktu lebih kurang 7 menit untuk satu kali operasi pembriketan terhadap semua perlakuan dengan kadar air bahan 30-35 persen dan kerapatan 0,20-0,45 g/cm3. Peralatan ini dapat menghemat volume 90 persen dari volume awal dan menghemat waktu operasi 50 persen dari prototipe berulir tunggal

57.
Judul Laporan : Pengaruh proses dan lama penyimpanan pada garam briket beriodium
Penerbitan : Banjarbaru Balai Penelitian dan Pengembangan Industri (Banjarbaru) , Tahun Penerbitan : 1998 , Deskripsi Fisik : 24 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 98/1863
Deskriptor : /Iodized salt//Salt/
ABSTRAK : Garam briket beriodium dibuat dengan cara mencetak garam curai halus beriodium dan mengeringkannya. Percobaan pengeringan dilakukan pada suhu 100 derajat C, 150 derajat C, dan 200 derajat C. Dilakukan pengujian kadar air, kadar kalium iodat, dan kadar natrium klorida. Hasil penelitian menunjukkan kadar air yang diperoleh sebesar 3,55 persen; 0,71 persen; 0,39 persen, kadar kalium iodat sebesar 44,74 ppm; 39,21 ppm; 34,10 ppm, kadar natrium klorida 94,56 persen; 97,39 persen; 97,72 persen. Setelah dimasukkan dalam kemasan plastik dan disimpan dalam ruangan selama 21 hari maka kadar airnya menjadi 4,34 persen; 1,56 persen; 0,93 persen, kadar natrium klorida menjadi 94,77 persen; 96,55 persen; 97,18 persen, dan kadar kalium iodatnya menjadi 36,16 ppm; 23,30 ppm; 20,86 ppm. Semakin lama penyimpanan maka terjadi kenaikan kadar air, penurunan kadar kalium iodat, dan penurunan kadar natrium klorida

58.
Judul : Sifat arang, briket arang dan alkohol yang dibuat dari limbah industri kayu
Judul terjemahan : Properties of charcoal, charcoal briquetes and alcohol produced from wood industrial waste
Sumber : Laporan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan , (165) 1983: 27-33
Penulis : Syachri, T. Nurhayati
Tahun Penerbitan : 1983
Deskriptor : Charcoal ; Industrial wastes ; Alcohols

59.
Judul : Pengaruh bahan baku, jenis perekat dan tekanan kempa terhadap kualitas briket arang
Judul terjemahan : Effects of raw material, binder and pressure on the quality of charcoal briquettes
Sumber : Laporan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan , (165) 1983: 7-17
Penulis : Sudradjat, R.
Tahun Penerbitan : 1983
Deskriptor : Charcoal ; Raw materials ; Briquets

60.
Judul : Pengaruh kerapatan kayu, tekanan pengempaan dan jenis perekat terhadap sifat briket kayu
Judul terjemahan : The effect of wood density. pressing pressure and binder on wood briquette properties
Sumber : Jurnal Penelitian Hasil Hutan , 1 (1) 1984: 11-16
Penulis : Sudradjat, R.
Tahun Penerbitan : 1984
Deskriptor : Wood wastes ; Briquets ; Pressing (forming) ; Pressure

61.
Judul : Teknologi pemadatan urea dengan sistem briket
Judul terjemahan : Urea compaction technology using the briquet system
Sumber : Berita Industri , 15 (12) 1982: 22-25
Penulis : Yusuf, Ismail
Tahun Penerbitan : 1982
Deskriptor : Urea ; Compacting ; Briquetting

62.
Judul : Permasalahan keteknikan pembuatan briket arang gasifikasi arang/kayu
Sumber : Lokakarya Energi, Jakarta, 10-11 Mei 1984
Penulis : Sudradjat, R.
Tahun Penerbitan : 1984
Deskriptor : Charcoal ; Wood ; Energy ; Electric power ; Briquets
Kode Panggil : 333.79 Lok h

63.
Judul : Nilai komersial briket arang dari serbuk gergaji dan limbah industri perkayuan yang dibuat dengan cara sederhana
Sumber : Lokakarya Energi, Jakarta, 10-11 Mei 1984
Penulis : Hartoyo
Tahun Penerbitan : 1984
Deskriptor : Sawdust ; Industrial wastes ; Wood industry ; Briquets
Kode Panggil : 333.79 Lok h

64.
Judul : Evaluasi hasil pengujian urea briket pada tanaman padi tahun 1987/1988
Sumber : Lokakarya Nasional Efisiensi Penggunaan Pupuk: Prosiding, Cipayung, 21Nop 1988
Penulis : Bastari, Thamrin ; Aspan
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 11 hal
Deskriptor : Lowland rice ; Urea
Kode Panggil : 631.8 Lok p

65.
Judul : Evaluasi penggunaan pupuk urea briket untuk tanaman jagung di lahan kering
Sumber : Seminar Perbaikan Teknologi Tanaman Pangan di Propinsi Nusa Tenggara Barat: risalah, Mataram, Lombok, 6-7 Oktober 1992
Penulis : Taufiq, Abdullah
Tahun Penerbitan : 1992
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : Urea fertilizers ; Maize ; Arid soilsNitrogen fertilizers
Kode Panggil : 633 Sem r

66.
Judul : Penggunaan biji jarak dan gondorukem sebagai penyala awal untuk briket semi kokas Kotabangun, Kalimantan Timur
Sumber : Seminar Evaluasi Kegiatan Litbang LIPI di Kalimantan Timur Pelita V: prosiding, Tenggarong, 2 Feb 1994
Penulis : Suyadi, Daman ; Yunarto
Tahun Penerbitan : 1994
Deskripsi Fisik : 16 hal.
Deskriptor : Castor beans ; Briquets ; Colophonium
Kode Panggil : 338.95983 Sem p

67.
Judul : Potensi dan peluang pemanfaatan serbuk gergaji untuk pembuatan briket arang di Kabupaten Sukabumi
Sumber : Lokakarya Teknologi Tepat Guna Energi Non-Konvensional untuk Pembangunan di Indonesia: prosiding, Bandung, 18-19 Des 1995
Penulis : Salim, Takiyah ; Prasetya, Bambang ; Febrianto, Erfin Yundra
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 12 hal.
Deskriptor : Wood wastes ; Briquets
Kode Panggil : 333.79 Lok p

68.
Judul : Pengkajian tekno ekonomi pemanfaatan limbah industri penggergajian kayu untuk bahan bakar briket arang di Kabupaten Sukabumi
Sumber : Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengembangan Fisika Terapan dan Lingkungan 1995/1996: prosiding, Bandung, 25-26 Jun 1996
Penulis : Febrianto, Erfin Yundra ; Salim, Takiyah ; Prasetya, Bambang
Tahun Penerbitan : 1996
Deskripsi Fisik : 9 hal.
Deskriptor : Sawdust ; Wood wastes ; Charcoal ; Briquets ; Waste treatment
Kode Panggil : 620.11 Sem p

69.
Judul : Pembandingan efisiensi pemupukan urea butiran, briket dan pelet liat (Mudball-urea) untuk padi sawah IR-36
Sumber : Seminar Nasional Identifikasi Masalah Pupuk Nasional dan Standardisasi Mutu yang Efektif: prosiding, Bandar Lampung, 22 Des 1997
Penulis : Hermawan, Agus ; Bakri
Tahun Penerbitan : 1997
Deskripsi Fisik : 4 hal.
Deskriptor : Urea ; Briquettes ; Pellets ; Fertilizers ; Rice
Kode Panggil : 631.8 Sem p

70.
Judul : Pemasyarakatan tungku dan briket gambut di Propinsi Kalimantan Barat
Sumber : Konferensi Energi Sumberdaya Alam dan Lingkungan (ESDAL) 1998: prosiding, Jakarta, 4 Ags 1998
Penulis : Sucahyo, Bambang ; Hasnedi ; Agung, Bhakti Tjahja
Tahun Penerbitan : 1998
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : Stoves ; Briquetting
Kode Panggil : 333.79 Kon p

71.
Judul : Pengaruh proses karbonisasi-dua-tingkat terhadap kualitas briket kokas ombilin untuk industri pengecoran
Sumber : Konferensi Energi Sumberdaya Alam dan Lingkungan (ESDAL) 1998: prosiding, Jakarta, 4 Ags 1998
Penulis : Rahardjo, Bambang Suwondo
Tahun Penerbitan : 1998
Deskripsi Fisik : 10 hal.
Deskriptor : Carbonization ; Coke ; Briquets ; Foundries
Kode Panggil : 333.79 Kon p

72.
Judul : Penelitian briket kokas untuk industri pengecoran logam
Sumber : Konferensi Energi Sumberdaya Alam dan Lingkungan (ESDAL) 1998: prosiding, Jakarta, 4 Ags 1998
Penulis : Supriyanto, Herry
Tahun Penerbitan : 1998
Deskripsi Fisik : 8 hal.
Deskriptor : Briquets ; Coke ; Foundries ; Carbonization
Kode Panggil : 333.79 Kon p

73.
Judul : Penentuan harga jual briket gambut
Sumber : Konferensi Energi Sumberdaya Alam dan Lingkungan (ESDAL) 1998: prosiding, Jakarta, 4 Ags 1998
Penulis : Martono, R. Wisnu Ali
Tahun Penerbitan : 1998
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : Briquets ; Peat ; Prices
Kode Panggil : 333.79 Kon p

74.
Judul : Pemanfaatan kayu gamal untuk briket arang
Judul terjemahan : The utilization of gamal wood for charcoal briquet
Sumber : Warta Balai Industri Banjarbaru : 8 (2) 1993: 30-40
Penulis : Masyamah ; Djoko Purwanto ; Kumala R.
Tahun Penerbitan : 1993
Deskriptor : Briquets ; Charcoal

75.
Judul : Percobaan pemakaian campuran briket kokas dan arang kayu di tanur tiup.
Judul terjemahan : Experiment in using coke and charcoal mix at blast furnace
Sumber : Warta Insinyur Kimia: sarana komunikasi : 10 (2) 1996: 14-19
Penulis : Herianto, Edi
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Coke ; Charcoal ; Blast furnaces ; Briquetes
Abstrak : Hasil percobaan pemakaian campuran briket kokas dan arang kayu dengan ratio 1:1 sebagai bahan reduktor di tanur tiup menunjukkan indikasi adanya perbaikan proses produksi maupun hasil produk, di antaranya kenaikan temperatur hot blast rata-rata dari 350 derajat C menjadi 425 derajat C, temperatur stove rata-rata dari 750 derajat C naik menjadi 850 derajat C, temperatur hot metal rata-rata naik dari 1410 derajat C menjadi 1485 derajat C dan penurunan tekanan bustle pipe rata-rata dari 0,325 kg/cm2 menjadi 0,32 kg/cm2, juga terjadi perbaikan kualitas produk pig iron, kandungan Si meningkat dari rata-rata 1,705 persen naik menjadi 1,785 persen. Dengan pencampuran ini juga menghasilkan kelebihan sensible heat hot blast sebesar 27.133,858 kkal, maka pencampuran briket kokas terhadap arang kayu dapat dilakukan.

76.
Judul : Pembuatan briket rumput laut jenis gracilaria untuk ekspor.
Judul terjemahan : Sea weed briqutte production from gracilaria species for export
Sumber : Majalah Kimia : (55) 1996: 7-11
Penulis : Duma, Netty ; Lappies, Yustus Elisa ; Abdullah, Hasni
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Seaweeds ; Gracilaria ; Briquetting
Abstrak : To minimize volume of raw-seaweed an experiment of making seaweed briquets has been done.
The seaweed of the species Gracilaria was mixed with seaweed glue and pressed using a press equipment in 5 and 10 minutes. The tests showed that the briquets pressed in 10 minutes had higher density (0,521 grams/cm3). It has been demonstrated that by converting raw seaweed into briquet forms, its volume could be reduced by one-tenth times, an advantage in packaging and shipping of seaweed. (pengarang)

77.
Judul : Pembuatan briket tempurung kelapa sebagai alternatif energi.
Judul terjemahan : The production of coconut shell briquette as an alternative energy
Sumber : Warta Insinyur Kimia: sarana komunikasi : 10 (3) 1996: 8-11
Penulis : Soewardjo A.D.
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Briquets ; Charcoal ; Activated carbon ; Molasses ; Carbonization ; Coconut shells
Abstrak : Tempurung kelapa dikarbonisasi dalam retort pada suhu lebih kurang 300 derajat C hingga proses karbonisasi telah sempurna. Kemudian arang tempurung diumpankan ke dalam grinder hingga berbentuk bubuk, lalu disaring dengan ayakan 35 mesh. Bahan baku berupa bubuk arang tempurung ini kemudian diikat dengan tetes tebu dengan perbandingan tertentu dan diaduk dengan kecepatan putaran tertentu pula, lalu dicetak dengan bantuan briquetting press. Briket arang ini berbentuk kubus dengan sisi 3 cm, lalu dikeringkan dengan udara pada suhu kamar (tidak terkena sinar matahari), kemudian diukur nilai tensile strength (kuat tekan) dan nilai kalorinya. (Pengaran)

78.
Judul : Pengaruh metopren bentuk briket terhadap pertumbuhan nyamuk Anopheles farauti.
Judul terjemahan : Effect of methoprene in bricket form towards the growth of Anopheles farauti
Sumber : Majalah Kedokteran Indonesia = The Journal of the Indonesian Medical Association : 47 (10) 1997: 524-531
Penulis : Mardiana ; Sungkar, Saleha ; Zulhasril ; Bahang, Z.B.
Tahun Penerbitan : 1997
Deskriptor : Anopheles farauti ; Juvenile hormones ; Methoprene
Abstrak : Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efikasi netopren bentuk briket terhadap pertumbuhan dan kematian Anopheles farauti. Larva An. farauti diuji dengan 4 macam konsentrasi metopren yaitu 0,0029 g/50 L air, 0,0058 g/50L, 0,0116 g/50 L,0,0232 g/50 L. Uji ini dilakukan sebanyak 4 kali. Seraytus larva instar 1 dimasukkan ke dalam drum uji yang berisi metropen dengan konsentrasi tersebut di atas.
Selanjutnya pertumbuhan larva diamati dan dihitung angka kematiannya. Efikasi metropen dihitung berdasarkan rumus persen efikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian terjadi pada instar IV. Sebagian larva dapat meneruskan siklus hidupnya dan berubah menjadi pupa tetapi pada saat nyamuk dewasa akan keluar dari pupa, pupa tidak terbuka dan akhirnya mati. Sementara itu, nyamuk dewasa yang berhasil keluar dari pupa banyak yang cacat. Efikasi rata-rata metopren pada keempat konsentrasi berturut-turut 72,52 persen, 91,93 persen, 97,32 persen dan 92,24 persen. Efikasi ini tidak berbeda bermakna pada minggu pertama sampai minggu ke-4. Disimpulkan bahwa metopren bentuk briket dapat digunakan untuk memberantas An. farauti. (Pengarang)

79.
Judul : Pengembangan desain dan pembuatan prototip alat proses briket rumput laut semi mekanis.
Judul terjemahan : The design development and making for seaweed briquette semi mechanical process equipment prototype
Sumber : Majalah Kimia : (57) 1997: 19-21
Penulis : Loppics, Justus Elisa ; Djailani, Ishak
Tahun Penerbitan : 1997
Deskriptor : Prototypes ; Briquetting ; Seaweeds
Abstrak : An improved compactor prototype for seaweed bricket making has been designed in semi mechanical use. The prototype of double pressing piston type was developed from the manual single pressing piston type. The prototype is equipped with a small screw-jack for the final pressing of bricketing process, and a pulley-system to mave the pistons up and down. The material for equipment performance tests was bleached and non bleached fresh seaweed with 0.5 percent seaweed glue and without glue. The results showed that it was required + 7 minutes to complete the bricheting process, 50 percent less time that the time required by the manual single pressing piston campactor.In the case of the material pretreatments, the best results of brickets were given by the bleached seaweed mixed with the glue that could result in permanent compact brickets with a density of 0,45 gram/cm3. (Pengarang)

80.
Judul : Prototip alat pencetak briket serbuk gergaji.
Judul terjemahan : Equipment prototype of saw dust briquetting
Sumber : Majalah Ilmiah Balai Industri Tanjungkarang : 4 (2) 1997: 16--20
Penulis : Imoco, Bambang ; Mahfuz ; Prayudie, Untung
Tahun Penerbitan : 1997
Deskriptor : Equipment specifications ; Briquetting ; Sawdust
Abstrak : Prototipe alat pencetak briket serbuk gergaji dirancang dengan memodifikasi pres hidrolik, menggunakan arang kayu yang membara. Spesifikasi alat ini adalah: landasan dasar 46 cm, lebar 15 cm, tebal 4 cm, 2 (dua) tiang penyangga dengan tinggi 75 cm, lebar 14 cm, lebar 14, lebar 4,5 cm, panjang penahan cetakan 46 cm, lebar 14 cm, tebal 6 cm, dan panjang kolom cetakan 35 cm, lebar 4 cm, tebal 12 cm. Briket yang dihasilkan mempunyai kadar air 3,40 persen sampai 5,0 persen, kekuatan tekan 63,03 kg/cm3 sampai 146,03 kg/cm3 dan nilai kalori 3,985 kal/g sampai 4,534 kal./g (Pengarang)

81.
Judul : Pengaruh jenis perekat pada pembuatan briket serbuk sabut kelapa.
Judul terjemahan : Effect of adhesive in briquetting coconut husk particle
Sumber : Majalah Ilmiah BIMN (Balai Industri Manado) : (11) 1997: 1-9
Penulis : Siorus, Hiras ; Widarto, Sri Hidayati
Tahun Penerbitan : 1997
Deskriptor : Coconut husks ; Briquetting ; Adhesives
Abstrak : Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan perekat tapioka dan sagu pada pembuatan briket serbuk sabut kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) secara sederhana dimana yang menjadi perlakuan adalah perekat yaitu perekat tapioka (A) dan perekat sagu (B), dengan masing-masing prosentase perekat 8, 9, 10, 11 dan 12 persen. Tiap perlakuan diulang 3 kali. Penggunaan perekat tapioka 10 persen dan sagu 12 persen merupakan perlakuan terbaik karena memberikan penampakan yang baik dan tidak terdapat retak-retak dengan masing-masing kadar air rata-rata 12,76 persen dan 11,83 persen, kerapatan jenis 0,5157 gr/cm3 dan 0,5175 gr/cm3 serta kuat tekan 6,62 kg/cm2 dan 6,64 kg/cm2. (Pengarang)

82.
Judul : Karbonisasi suhu rendah pada gambut Riau dan brown coal Pulau Bunyu untuk mendapatkan semikokas sebagai bahan baku briket batubara dan briket kokas
Sumber : Seminar Nasional Kimia V (Seminar Nasional Kimia Fisika): prosiding, Yogyakarta, 26 Feb 2000
Penulis : Suganal
Tahun Penerbitan : 2000
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : Low temperature coal carbonization ; Peat ; Briquets
Kode Panggil : 541 Sem p

83.
Judul : Pengaruh penambahan dekstrin dan beban pencetakan terhadap beberapa karakteristik gula briket dari gula semut aren (Arenga pinnata MERR)
Sumber : Seminar Nasional II Teknologi Tepat Guna: prosiding, Bandung, 9 Nov 2000
Penulis : Sukarti, Tati
Tahun Penerbitan : 2000
Deskripsi Fisik : 9 hal.
Deskriptor : Dextrins ; Sugar ; Arenga pinnata
Kode Panggil : 630 Sem p

84.
Judul : Pengaruh ukuran briket dan kecepatan alir gas klor pada klorinasi ZrO2 hasil olahan pasir zirkon
Sumber : Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir: prosiding, Yogyakarta, 14-15 Jul 1999
Penulis : Sunardjo ; Budi Sulistyo ; Dwiretnani S.
Tahun Penerbitan : 1999
Deskripsi Fisik : 4 hal.
Deskriptor : Briquets ; Chlorination ; Chlorine ; Zircon ; Nuclear fuel claddings
Kode Panggil : 621.48 Per p

85.
Judul : Klorinasi pasir zirkon dalam bentuk briket
Sumber : Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir: prosiding, Yogyakarta, 25-26 Jul 2000
Penulis : Sunardjo ; Dwiretnani S. ; Budi Sulistyo ; Hartati, Pristi ; Triyono
Tahun Penerbitan : 2000
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : Chlorination ; Zirconium ; Briquets
Kode Panggil : 621.48 Per p

86.
Judul : Pembuatan arang briket tandan kosong kelapa sawit.
Judul terjemahan : The processing of briquette charcoal of blank bunch palm
Sumber : Maj Ilm Bal Indust Pontianak : 8 (1-2) 1999: 18-22
Penulis : Subandriyo ; Arhamsyah ; Herwindo ; Musliman
Tahun Penerbitan : 1999
Deskriptor : /Charcoal//Briquetting//Oil palms/
Abstrak : The blank bunch palm was solid waste in crude palm oil industry. It has more advantages as charcoal. The research has been conducted to the blank bunch palm as briquette charcoal for variation to added concentration tapioca glue applied was 5 percent, 6 percent, and 7 percent with dry temperature was 110 derajat C, 120 derajat C and 130 derajat C. The best result was found with added 6 percent tapioca glue at 120 derajat C temperature that charcoal briquette produced has 10.06 percent moisture content, 10.52 percent ash content, 32.97 percent volatile matter, 56,45 percent fixed carbon and 5950 cal/gram calory. (Pengarang)

87.
Judul : Cara pengeringan, pembuatan briket, dan uji kalor limbah padat organik (blotong) industri gula.
Judul terjemahan : Drying method, briquette production, and calorific test of sugar cane industry waste (blotong)
Sumber : J Purifikasi : 2 (1) 2001: 25-30
Penulis : Widyaningsih, Amelia ; Hartati, Ati
Tahun Penerbitan : 2001
Deskriptor : /Briquetting//Sugar industry//Drying//Calorimetry/
Abstrak : Blotong industri gula dapat dibuat briket dengan mudah karena mengandung lemak, minyak yang berfungsi sebagai unsur pengikat antar partikel, dan air yang membantu proses pengikatan.
Pengeringan dengan pemanasan sinar matahari untuk briket dengan volume basah 200 gram selama 9 hari menghasilkan briket dengan kadar air <>

88.
Judul : Penyaringan air untuk air bersih dengan sistem briket.
Judul terjemahan : Water filtration by briquet system
Sumber : Jurnal Penelitian Permukiman : 17 (1) 2001: 31-45
Penulis : Siahaan, Rahim
Tahun Penerbitan : 2001
Deskriptor : /Water filtration//Briquets/
Abstrak : Pendapat dan pemikiran tentang pembudayaan mengolah sumber air baku menjadi air minum skala rumah tangga tidak terlepas dari kenyataan. PDAM tidak atau belum mampu melayani kebutuhan akan air minum, sebagaimana diharapkan masyarakat luas. Tingkat kualitas kesehatan masyarakat tampak semakin menurun, khususnya masyarakat pinggiran kota cenderung memprihatinkan, karena mereka sukar mendapatkan air bersih. Dalam upaya tersebut, Puslitbang Permukiman mencoba melakukan penelitian penyaringan air bersih dengan sistem briket. Prinsip penyaringan air bersih dengan sistem briket memberi keuntungan a.l.: Kesederhanaan desain proses; desain operasi mudah; material/bahan diperoleh setempat; dapat dibuat sendiri. Penelitian ini menunjukkan inovasi teknologi terapan yang cukup baik dan perlu dikembangkan lebih lanjut sehingga teknologi ini berhasilguna dan berdayaguna.

89.
Judul : Penelitian berbagai jenis kayu limbah pengolahan untuk pemilihan bahan baku briket arang.
Sumber : Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia : 2 (1) 2000: 41-46
Penulis : Amin, Samidi
Tahun Penerbitan : 2000
Deskriptor : /Charcoal//Briquets/Wood wastes/
Abstrak : The waste of timber industry can be utilized to produce some valuable products.
A research had been conducted to study such possibility. The research was to study the conversion of wood into charcoal briquetting using adhesive or heating process. Result showed that the heating value of charcoal briquetting made from kempas wood (Koompassia malaccensis maing.), meranti (Shorea spp.) and pulai (Alstonia spp) increases significantly compared to that of raw material. The product made from kempas wood (Koompassia malaccensis maing.) was formed to have the highest energy per cc (density) followed by those of made of meranti (Shorea spp.), ramin (Gonystylus bancanus kurz.). However, raw material availability must be considered in establishing charcoal briquetting industry. (Pengarang)

90.
Judul : Pembuatan briket arang dengan tungku efisien.
Sumber : Fluida : jurnal sains dan teknologi
Penulis : Lintang, Ninik ; Nur, Dwi Nirwantoro
Tahun Penerbitan : 2002
Deskripsi Fisik : 1 (1) 2002: 14-21
Deskriptor : /Briquetting/Saw dust//Coconut shell/
DDC : 662
Abstrak : Briket arang merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang populer untuk keperluan-keperluan khusus seperti di restoran, selain asapnya minimal juga tidak berbau dan tidak menghasilkan gas SO2 yang bersifat polutan. Briket arang dari tempurung kelapa mempunyai keunggulan yaitu nilai kalornya relatif tinggi, yaitu 31,02 kkal/g. Masalah yang paling krusial pada proses pembuatan briket arang adalah proses karbonisasi, sehingga perlu dicari proses yang paling efisien ditinjau dari segi biaya dan waktu. Pada proses karbonisasi dengan pemanasan langsung di dalam tungku dengan aliran udara tekan, diperoleh laju produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan proses tungku konvensional (Ninik dan Dwi: 107 g/min; dibandingkan hasil yang dicapai UNIDO di Filipina: 74 g/min). Penyebab perbedaan laju produksi diduga adalah homogenitas distribusi udara dan waktu tinggal udara yang singkat mencegah kondensasi uap yang terbentuk sehingga panas dimanfaatkan untuk mempercepat tercapainya temperatur karbonisasi. Untuk memanfaatkan limbah serbuk kayu gergaji, maka briket dibuat dari bahan campuran arang tempurung kelapa dan arang serbuk kayu. Karena kayu yang digunakan dari jenis yang lunak, maka nilai kalornya juga rendah sehingga diperoleh briket dengan nilai kalor yang lebih rendah dari arang tempurung. Dengan mencampur arang serbuk kayu dengan arang tempurung kelapa pada komposisi 1 : 1 maka nilai kalor briket campuran masih cukup tinggi untuk dijadikan bahan bakar (HV antara 27,2-27,6kkal/g, HV batubara antara 27 -29 kkal/g).
(Pengarang)

91.
Judul : Diversifikasi limbah pabrik kertas "Tjiwi Kimia" menjadi bahan bakar alternatif dengan kreasi "Tungku Briket" bersarangan, untuk memasak bagi pengusaha tahu dan di rumah tangga.
Sumber : Aksi : Media Pengembangan IPTEKS dan Pengabdian kepada Masyarakat
Penulis : Murtadlo
Tahun Penerbitan : 2002
Deskripsi Fisik : 3 (6) 2002: 75-88
Deskriptor : /Paper industry//Industrial wastes//Sludge//Fuels/
DDC : 660
Abstrak : Tujuan kegiatan ini untuk mengatasi limbah pabrik kertas "Tjiwi Kimia" menjadi bahan bakar alternatif bagi pengusaha tahu dan masyarakat ekonomi lemah di lingkungan pabrik. Metode untuk mencapai tujuan adalah menciptakan tungku briket bersarangan sebagai sarana pemanfaatan limbah pabrik kertas menjadi bahan bakar alternatif memasak bagi pengusaha tahu dan rumah tangga. Lokasi kegiatan di industri kecil usaha tahu, desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Hasil kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah pabrik kertas menjadi bahan bakar alternatif untuk memasak bagi pengusaha tahu dan di rumah tangga, serta terciptanya tungku briket bersarangan yang hemat bahan bakar dan sehat/higienis, ramah terhadap lingkungan, murah biayanya serta mudah pengoperasiannya. Potensi tungku briket bersarangan ini diperuntukkan masyarakat sekeliling industri kerta Tjiwi Kimia dan masyarakat desa Bangun Mojokerto. (Pengarang)

92.
Judul : Pengaruh jumlah oksigen dan ukuran butir karbon pada khlorinasi pasir zirkon dalam bentuk briket dengan reaktor datar
Sumber : Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir: prosiding, Yogyakarta, 7-8 Ags 2001
Penulis : Sunardjo ; Dwiretnani ; Budi Sulistyo ; Indrati Y., Tunjung ; Pristi H.
Tahun Penerbitan : 2001
Deskripsi Fisik : 6 hal.
Deskriptor : /Oxygen//Particle size//Zirconium//Chlorination//Briquets/
Kode Panggil : 621.48 Per p

93.
Judul : Kokas briket ombilin sebagai energi alternatif pengganti kokas impor untuk industri peleburan besi
Sumber : Seminar Teknologi untuk Negeri 2001: prosiding, Jakarta, 19-20 Mar 2001
Penulis : Rahardjo, Bambang Suwondo
Tahun Penerbitan : 2001
Deskripsi Fisik : 13 hal.
Deskriptor : /Briquets//Coke//Renewable energy resources//Smelting/
Kode Panggil : 600 Sem p

94.
Judul : Pembuatan dan uji coba kelayakan kokas briket pada dapur tungkik di sentra industri pengecoran logam Batuceper Klaten
Sumber : Seminar Teknologi untuk Negeri 2001: prosiding, Jakarta, 19-20 Mar 2001
Penulis : Supriyanto, Herry
Tahun Penerbitan : 2001
Deskripsi Fisik : 8 hal., lamp.
Deskriptor : /Briquets//Coke oven//Pig iron/
Kode Panggil : 600 Sem p

95.
Judul : Penelitian nilai kalor briket arang bermacam kayu dan perhitungan kelayakan usaha kecil (Heat value analyzes of characoal briquet made of variety of wood and calculation of small business properness)
Sumber : Proceeding
Penulis : Amin, Sarmidi
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : Hal. C2 1-6
Lokasi : umu
Deskriptor : Charcoal ; Briquets ; Small business ; Feasibility study
Kode Panggil : 660 Sem p

96.
Judul : Pembuatan briket arang dari feses sapi dan tempurung kelapa sebagai alternatif sumber energi.
Judul terjemahan : Briquette charcoal fabricate from cow faeces and coconut shell as alternative energy resources
Sumber : Jurnal Purifikasi
Penulis : Bhudi, Arief Setia ; Widiadi, J.B.
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : 4 (2) 2003: 49-54
Lokasi : maj
Deskriptor : Briquets ; Coconut shells ; Faeces
DDC : 662
Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan potensi feses sapi dan tempurung kelapa sebagai alternatif sumber energi dalam bentuk briket arang, mengetahui karakteristik kualitas briket arang, dan efisiensi pembakaran. Briket arang dibuat dalam dua variasi, yaitu variasi komposisi dan bentuk. Variasi komposisi briket arang adalah tempurung 100persen (T2), feses sapi 100persen (F2), feses sapi 75persen tempurung 25persen (C1), feses sapi 50persen tempurung 50persen (C2), feses sapi 25persen tempurung 75persen (C3). Masing-masing variasi komposisi dibuat dalam dua variasi bentuk. yaitu bentuk silinder dan kubus. Hasil percobaan menunjukkan briket arang dari feses sapi dan tempurung kelapa memiliki potensi yang cukup baik sebagai alternatif sumber energi karena memiliki kualitas briket yang baik. Hasil uji efisiensi menyatakan bahwa briket arang berbentuk silinder mempunyai efisiensi pembakaran lebih baik dari bentuk kubus karena bentuk silinder mempunyai luas permukaan efektif yang lebih besar

97.
Judul : Pengaruh jenis karbon pada pembuatan briket pasir zirkon terhadap konversi klorinasi.
Sumber : Proceeding
Penulis : Budi Sulistyo ; Sumarjo ; Dwiretnani S. ; Pristi Hartati
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : Hal 69-72
Lokasi : umu
Deskriptor : Zirconium ; Chlorination ; Briquets ; Corrosion resistance ; Calcination
Kode Panggil : 621.48 Perp p
Abstrak : Telah dilakukan pengambilan logam zirkonium dari pasir zircon dengan metode proses kering, yaitu proses klorinasi langsung. Bahan pasir ditambah serbuk karbon kemudian dicampur sampai rata lalu ditambah larutan sukrose sebagai perekat, pencampuran dilanjutkan lagi sampai rata sukrose, kemudian campuran tersebut dibuat bentuk briket dengan diameter 10 mm tinggi 5 mm. Bahan briket kemudian dipanggang pada suhu 350derajatC. Briket yang dihasilkan lalu diklorinasi pada suhu 950 derajatC, kemudian di aliri gas CI: akan terbentuk gas berwarna kuning yaitu ZrCl4. SiCl4 dan gas CO; Proses ini menggunakan teori fluidisasi. Penelitian ini mempelajari pengaruh jenis karbon. antara lain berasal dari batu bara, caIsine coke dan arang aktif dan tekanan pembriketan terhadap konversi ZrCI4. Pada penelitian disini diperoleh hasil sebagai berikut. Untuk arang aktif konversi klorinasinya 19,9persen. paling tinggi dibanding batu bara dan caIsine coke, konversi klorinasinya sekitar 18persen.
Tekanan pembriketan 20 Knewton. Untuk proses produksi dipilih karbon dari batubara atau caIsine coke karena ekonomis.

98.
Judul : Kaji karakteristik dasar pembakaran bio-briket.
Sumber : Proceeding
Penulis : Khairil
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : Hal. 1-4
Lokasi : umu
Deskriptor : Briquets (fuel)
Kode Panggil : 333.79 Sem p
Abstrak : Untuk meningkatkan penggunaan bantubara peringkat rendah, suatu jenis bahan bakar padat baru yang disebut bio-briquette telah dikembangkan pada penelitian ini. Batubara peringkat rendah dan sampah pertanian (jerami dan sekam padi) telah dipolih sebagai biomassa untuk membuat bio-briquette, Kaji eksperiman dilakukand engan menggunakan electric furnace dan udara dipergunakan sebagai media pembakaran. Dalam melakukan eksperimen, dimana karakteristik yang dikaji adalah laju penurunan massa bahan bakar menurun dengan cepat pada awal pembakaran dan diikuti dengan penurunan massa yang lambat. Penurunan massa yang cepat mungkin diakibatkan oleh pembakaran zat-zat yang mudah terbang (volatile matter) sedangkan penurunan massa yang lambat diakibatkan oleh pembakaran char (fixed carbon).

99.
Judul : Penelitian kestabilan iodat dalam garam briket melalui perbaikan proses dan kondisi operasi iodisasi
Sumber : Jurnal Gaky Indonesia (Indonesian Journal of IDD)
Penulis : Marihati ; Rame
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : 5-6 (2) 2003: 10-14
Lokasi : maj
Deskriptor : Iodozed salt
DDC : 664
Abstrak : Potassium Iodat (KIO3) is Iodium compounds which is used as additive material on iodized salt-consumption manufacturing where the stability of KIO3 in salt depend on factors, sucn as humidity, heat, acidity and impurities in raw salt.
To minimize impurities in raw salt, the Manufacturer which especially produce bricket washed salt before processing. The research was conducted to stabilize iodat by adding Na2CO3 in different methods of iodisation, before heating at varias temperatures and after heating. The research found that the best method was adding Na2CO3 before heating and iodization after heating at the maximum of 80derajat c (Pengarang)

100.
Judul : Efek penambahan bentonit terhadap sifat mekanik briket dari tempurung kelapa
Sumber : Jurnal Sains Kimia = Journal of Chemical Science
Penulis : Supeno, Minto
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : 9 (3) 2005 : 48-54
Lokasi : maj
Deskriptor : Briquttes ; Bentonite ; Coconut shell
DDC : 662
Abstrak : Penelitian tentang efek penambahan bentonit dan perekat terhadap sifat mekanik dan kalor bakar dari briket arang tempurung kelapa telah dilakukan. Perekat yang digunakan adalah water glass dengan variasi bobot perekat 2, 4, 6, 8, 10 gram dan variasi bentonit 1, 2, 3, 4, 5 gram. Hasil penelitian menunjukkan briket arang yang telah dikeringkan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Bentonit mempunyai pengaruh yang baik terhadap sifat mekanik yaitu menaikkan nilai kuat tekan, sebaliknya dapat menurunkan nilai kalor bakar. Kondisi briket arang yang terbaik adalah pada bobot perekat 1 gram tanpa penambahan bentonit dengan nilai kalor 8025,26 kal/g, sedangkan nilai kuat tekannya adalah pada bobot perekat 10 gram dan bobot bentonit 5 gram yang nilainya 55,15 kg/cmpangkatdua. Nilai tersebut sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). (Pengarang)

101.
Judul : Pembuatan briket arang dari limbah batang tembakau.
Sumber : Prosiding
Penulis : Purwono, Suryo ; Simanjuntak, Berlin A. ; Sejati, Prakoso Probo
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : Hal. C04 1-8
Lokasi : umu
Deskriptor : Briquets ; Pyrolysis ; Gas emissions
Kode Panggil : 660 Sem p
Abstrak : Limbah batang tembakau dapat diolah menjadi sumber energi alternatif berupa briket arang. Nikotin yang terdapat dalam batang tembakau dapat terlebih dahulu diambil untuk selanjutnya diolah menjadi bahan pembuat pestisida. Limbah batang tembakau yang telah diambil nikotinnya selanjutnya diolah menjadi briket arang. Penelitian ini bertujuan membuat briket arang dari limbah batang tembakau yang telah diambil nikotinnya dengan variasi suhu dan waktu pengarangan serta variasi tekanan pengempaan. Sebagai indikator kualitas briket yang dihasilkan dilakukan uji nilat kalor briket dan uji emisi gas yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini yaitu briket arang dengan nilai kalor maksimal didapat pada suhu pengarangan 300øC, waktu pengarangan 90 menit dan tekanan pengempaan 4 ton yaitu sebesar 5438.9937 kal/gr atau 22.773 MJ/Kg. Sedangkan emisi gas buang yang dihasilkan pada titik tersebut yaitu gas CO sebesar 0.003 persen gas CO2 = 0.027 persen dan gas O2 = 0.18 persen.

102.
Judul : Pengaruh perekat kanji dan lempung terhadap kekuatan dan karakteristik pembakaran briket arang serbuk gergaji.
Sumber : Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan = Journal of Chemical Engineering and Environment
Penulis : Fauzi ; Zahrina, Ida
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : 3 (2) 2004: 1-5
Lokasi : maj
Deskriptor : Briquettes ; Sawdust ; Adhesives
DDC : 662
Abstrak : Industri pengolahan kayu menghasilkan limbah serbuk gergaji sebanyak 15 persen dari total produksi limbah dan produksi limbah diperkirakan 50 persen dari produksi kayu gergajian. Karena itu, perlu diupayakan pemanfaatannya. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan limbah tersebut menjadi briket arang yang dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif pengganti kayu bakar dan minyak tanah. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh jenis dan kadar perekat terhadap kekuatan dan karakteristik pembakaran briket arang serbuk gergaji.
Pengarangan serbuk gergaji dilakukan pada temperatur 450 derajat C selama 30 menit. Pembriketan dilakukan dengan perekat kanji dan lempung dengan kadar 30-50 persen dan tekanan pembriketan 120 kg/cm2. Briket yang diperoleh memiliki nilai kalor maksimum 6522,229 kal/gram. Kuat tekan tertinggi pada briket dengan perekat kanji dan lempung berturut-turut sebesar 1,5194 dan 1,5112 kg/cm2 pada kadar perekat 50 persen. Laju pembakaran minimum pada briket dengan perekat kanji dan lempung berturut-turut 0.65 dan 0.52 gram/menit. Temperatur pembakaran rata-rata maksimum pada briket dengan perekat kanji sebesar 333,7 derajat C dan lempung sebesar 288 derajat C.

103.
Judul : Pembuatan briket arang dari limbah batang tembakau
Sumber : Prosiding
Penulis : Purwono, Suryo ; Simanjuntak, Berlin A. ; Sejati, Prakoso Probo
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : Hal. A6 1 - 6
Lokasi : umu
Deskriptor : Coal ; Pyrolysis
Kode Panggil : 660 Sem p

104.
Judul : Perbandingan penggunaan sagar keramik dengan sagar metal pada pembuatan briket kokas dari batubara adaro
Sumber : Prosiding
Penulis : Suganal
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : Hal.
P7 1-5
Lokasi : umu
Deskriptor : Briquets ; Tunnel kiln ; Carbonization
Kode Panggil : 660 Sem p

105.
Judul : Pembuatan briket berbahan baku blotong dan perekat molasses
Sumber : Ekstrak : jurnal fundamental dan aplikasi teknik kimia
Penulis : Arief R., Dodik ; Adistyo N., Bhinuke ; Orchidea R.
Tahun Penerbitan : 2007
Deskripsi Fisik : 2 (2) 2007 : 1-4
Lokasi : maj
Deskriptor : Briquettes ; Molasses ; Filtration ; Waste
DDC : 662
Abstrak : Studi pembuatan briket berbahan baku blotong dan molasses sebagai perekat dengan penambahan inisiator NaNOtiga telah dilakukan sebagai salah satu upaya penunjang pengembangan energi alternatif non migas. Penelitian ini bertujuan membuat briket berbahan baku blotong dan molasses dan mempelajari pengaruhnya terhadap nilai kalor, titik nyala dan porositas dari briket yang dihasilkan. Variabel yang diteliti adalah volume briket yang dihasilkan (35, 71, dan 142 mL) dan penambahan volume molasses sebagai bahan perekat (10, 20, 30 dan 40 mL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi diperoleh pada volume perekat (molasses) 10 mL dengan ukuran briket 35 mL, sedangkan titik nyala terendah pada volume briket 142 mL pada volume perekat yang sama. Sehingga disimpulkan bahwa penambahan molasses sebagai bahan perekat menyebabkan kenaikan nilai titik nyala briket dan menurunkan nilai kalornya.

Dokumen lengkap hubungi:

UPJ. PDII-LIPI SERPONG
Telp. 021-7560537
E-mail: pdiiserpong@yahoo.com