Rabu, 22 September 2010

BELIMBING WULUH / BELIMBING SAYUR ( (Averrhoa bilimbi linn)


Home Study Course. Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar dari Affiliate Marketing. Download PDF dan VIDEO GRATIS.


Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing


1

Judul Tesis : Isolasi dan seleksi mikrodata endofit penghasil anti mikroba dari tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi linn)
Penulis : Rosana, Yeva
Penerbit : Jakarta, Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia
Tahun Penerbitan : 2001
Deskripsi Fisik : 84 hal.
Lokasi : dis
Kode Panggil : 01/1694
Subyek : Anti infective agents - Identification; Averrhoa bilimbi - Composition; Averrhoa bilimbi - Analysis; Averrhoa bilimbi - Physiological effect; Theses (M) - Universitas Indonesia




2.

Judul : Isolasi/analisa bahan aktif dari buah pace, daun tapak doro, daun murbei, buah belimbing wuluh : laporan penelitian
Penulis : Anief, Moh.
Penerbit : Yogyakarta: Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada, 1976.
Deskripsi Fisik : 23 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 94/2472
Subyek : Morinda citrifolia - Composition; Celery - Physilogical effect


3.

Judul : Efek hipoglikemih infus daun belimbing wuluh 'Averrhoa belimbi L.' pada marmut jantan : laporan

penelitian
Penulis : Nurlaila
Penerbit : Yogyakarta: Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, 1983.
Deskripsi Fisik : 29 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 86/0940
Subyek : Averrhoa belimbi - Therapeutic use; Blood sugar


4.

Judul : Teknologi proses pengolahan manisan kering belimbing wuluh (Averrhoa belimbi Linn)
Penulis : Sudding S., Petrus; Hamdi, Saibatul; Rosnaeni
Penerbit : Banjarbaru: Balai Penelitian dan Pengembangan Industri (Banjarbaru), 1996.
Deskripsi Fisik : 20 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 97/0159
Subyek : Fruit - Processing


5.

Judul : Uji toksisitas, uji khasiat, dan uji klinik jus buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada tikus dan probandus hiperlipidemia : laporan penelitian
Penulis : Ngatijan; Hidayati, Ulfah; Mustofa
Penerbit : Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, 1995.
Deskripsi Fisik : 30 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 97/2295
Subyek : Averrhoa bilimbi - Toxicology; Averrhoa bilimbi - Therapeutic use; Tropical fruit - Toxicology


6.

Judul : Perbandingan daya pembersih dari belimbing dengan permen karet terhadap plaque : laporan penelitian
Penulis : Santosa, Al. Supartinah
Penerbit : Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, 1983.
Deskripsi Fisik : 36 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 87/0452
Subyek : Dental plaque - Prevention; Teeth - Care and hygiene


7.

Judul : Pemanfaatan daging ikan cucut (Charcharhinus sp) dengan teknik penurunan kadar urea (Co(NH2)2) menggunakan belimbing wuluh (Averhoe belimbi) untuk pengolahan abon : laporan penelitian
Penulis : Adawiyah, Rabiatul; Khotimah, Khusnul
Penerbit : Banjarmasin: Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat, 2001.
Deskripsi Fisik : 20 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 02/1105
Subyek : Dried fishery products; Urea - Analysis; Averhoe belimbi


8.

Judul : Tanaman obat keluarga
Sumber : Liptan, No. 29/ZR/BUN/PTP/INPPTP-PDG/96-97
Penerbitan : Padang: INPPTP, Departemen Pertanian, 1996-1997
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : B1-6
Abstrak : Tanaman obat tradisional saat ini dikenal dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Tanaman ini tidak mempunyai efek samping dan dapat ditanam di pekarangan rumah, dalam pot atau polybag. Artikel ini menyajikan khasiat /kegunaan beberapa jenis TOGA untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit yaitu daun dewa (Gynura segetum), belimbing wuluh, temu kunci (Boesenbergia pandurata), temu lawak (Curcuma xanthorriza), tapak dara (Catharanthus roseus), lidah buaya.


9.

Judul : Manisan belimbing
Sumber : Manisan buah-buahan 3: ceremai, belimbing, jambu biji, Edy Soetanto, N., Hal.22=35
Penerbitan : Yogyakarta: Kanisius, 1998
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Bua
Abstrak : Manisan belimbing dapat dibuat dari belimbing wuluh maupun belimbing manis. Pada tulisan ini diuraikan mengenai ciri-ciri tanaman belimbing dan komposisi kimia buah belimbing, bahan dan peralatan serta tahap-tahap pembuatan manisan belimbing, dilengkapi dengan perhitungan biaya dan keuntungannya.


10

Judul : Teknologi proses pengolahan manisan kering dari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi, Linn
Penulis : Usman, M. Natsir
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Maj-970
Abstrak : Dalam artikel ini dikemukakan penelitian yang bertujuan untuk memanfaatkan buah belimbing wuluh menjadi manisan kering sebagai produk tahan simpan serta meningkatkan nilai tambah belimbing wuluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi gula 75 persen dan tahap pemasaran gula dengan garam 2,5 persen merupakan perlakuan terbaik dengan kadar gula manisan kering belimbing wuluh 60,83 persen dan kadar air 20,63 persen.


11.

Judul : Manisan belimbing.
Sumber : Teknologi pengolahan pangan nabati tepat guna, Astawan Made; Astawan, Mita Wahyuni, Hal. 73-75
Penerbitan : Jakarta: Akademika Pressindo, 1991
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Y1-19
Abstrak : Belimbing termasuk buah yang bersifat klimakterik, berkadar air tinggi, dan cepat mengalami kerusakan. Untuk memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai ekonomi buah, maka dibuat manisan. Artikel menguraikan bahan, alat, dan cara pembuatan manisan belimbing serta dilengkapi dengan skema pembuatannya.


12.

Judul : Khasiat belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan asem (Tamarindus indica L.)
Sumber : Simposium Nasional I Tumbuhan Obat dan Aromatik APINMAP: prosiding, Bogor, 10-12 Okt 1995
Penulis : Sukendar
Tahun Penerbitan : 1995
Deskripsi Fisik : 6 hal.
Deskriptor : Averrhoa bilimbi
Kode Panggil : 615.32 Sim p


13.

Judul : Teknologi proses pengolahan manisan kering dari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi, Linn).
Judul terjemahan : Process technology of dry sweet carambola processing (Averrhoa bilimbi, Linn)
Sumber : Warta Balai Industri Banjarbaru : 12 (2) 1997: 38-47
Penulis : Usman, M. Natsir
Tahun Penerbitan : 1997
Deskriptor : Averrhoa bilimbi
Abstrak : Tujuan penelitian untuk memanfaatkan buah belimbing wuluh menjadi manisan kering sebagai produk tahan simpan serta meningkatkan nilai tambah belimbing wuluh. Penelitian dilaksanakan dengan variasi perlakuan konsentrasi gula dan tahap pemasakan gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi gula 75 persen dan tahap pemasakan gula dengan garam 2,5 persen merupakan perlakuan terbaik dengan kadar gula manisan kering belimbing wuluh 60,83 persen dan kadar air 20,63 persen. (Pengarang)


14.

Judul : Pengaruh blanching dan penggunaan garam terhadap belimbing wuluh untuk menghasilkan produk asam sunti.
Judul terjemahan : Effect of blanching and use of salt on sour carambola in producing "asam sunti"
Sumber : Bul Penelit Pengembang Indust : (26) 1999: 7-11
Penulis : Nilawati
Tahun Penerbitan : 1999
Deskriptor : /Spices//Averrhoa bilimbi//Blanching//Salt/
Abstrak : The first variable were blancing and withhout blanching, and the second was using salt ( 5 percent, 7,5 percent, 10 percent). Asam sunti is one product of sour carambola (Averrhoa bilimbi) with had treatment salt and sun drying. The result showed that blanching or not blanching influeced on oxalic acid content, while salt concentrate influenced on oxalic acid and ash content. The organoleptic test for 10 panelist on colour that the average point 3,8 for blanching and 2,7 for without blanching of sour carambola . Asam sunti's texture was influenced by salt concentrate. The best texture with treatment 7.5 percent and 10 percent salt concentrate gave a good texture of asam sunti. The best product of asam sunti was with blanching of sour carambola and had 7,5 percent and 10 percent salt concentrate. (Pengarang)


15.

Judul : Pemberian ransum belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) untuk menghasilkan telur rendah kolesterol.
Judul terjemahan : Giving star fruit (Averrhoa bilimbi L.) to produce low cholesterol egg
Sumber : Bul Penalar Mahasiswa Univ Gadjah Mada : 6 (3) 1999: 9-11
Penulis : Budhi S., Susila
Tahun Penerbitan : 1999
Deskriptor : /Nutrition//Eggs//Cholesterol//Averrhoa bilimbi/
Abstrak : Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dipotong kecil-kecil kemudian diblender, lalu disimpan dalam lemari es. Pada penelitian ini digunakan 9 ekor ayam ras betina dewasa kelamin yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol dengan diberi pakan dasar berupa bekatul 15 persen, konsentrat 35 persen, dan jagung 50 persen; kelompok II diberi pakan dasar ditambah 10 ml belimbing wuluh dalam air minumnya; kelompok III diberi pakan dasar dan 20 ml belimbing wuluh yang dicampurkan dalam air minumnya. Pemeriksaan dilakukan setiap 30 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum belimbing wuluh belum dapat menurunkan kadar kolesterol telur. Hal ini mungkin saja terjadi karena waktu perlakuan masih kurang, sebab untuk menurunkan kadar kolesterol darah tikus saja dibutuhkan waktu 69 hari perlakuan (Syahruman, 1996), apalagi untuk menurunkan kadar kolesterol telur. (Pengarang)


16.

Judul : Belimbing asam penurunan darah tinggi.
Judul terjemahan : Averrhoa belimbi for therapeutic hypertension
Sumber : Sidowayah : 9 (32) 2000: 19-20
Tahun Penerbitan : 2000
Deskriptor : /Averhoa bilimbi//Medicinal plants//Hypertension/
Abstrak : Belimbing asam jarang disenangi masyarakat karena rasanya yang terlalu asam, pohonnya tinggi sampai 10 m, batangnya kasar berbenjol-benjol cabang yang muda berbulu halus seperti beludru. Artikel ini membahas mengenai ekologi penyebaran serta budidayanya. Diuraikan pula tentang kandungan kimia, pemanfaatan daun, bunga dan buah sebagai obat, cara membuat ramuan dan penggunaannya sebagai obat encok, tekanan darah tinggi, obat batuk, sariawan, demam dan biduren. (Sulistiowati)


17.

Judul : Food consumption patern in endemic gotre area: a comparative study in Belimbing Village (Paciran Subdistrict) and Labuhan Village (Brondong Subsdistrict), Lamongan District (East Java).
Sumber : Maj Kedokt Trop Indones : 10 (2) 1999: 40-52
Penulis : Gunanti, Inong Retno
Tahun Penerbitan : 1999
Deskriptor : /Food consumption//Goiter//Iodine deficiency diseases/
Abstrak : Generally, Iodine Deficiency Disorders (IDD) is prevalent among people who live in mountain areas with low iodine content in the soil and drinking water, Recently, based on several study, it is reported that the IDD cases are also found among people who live along coastal areas, event in cities. No one report has explanined the possible cause explicity. The purpose of the study is to explore the prevalence and possible factor influenceing IDD among school children in villages along coastal areas. This research is a comparative study and the data were collected cross sectionally from March to September 1998. The specific purpose are 1) to identify IDD cases among school children in high and low cases of IDD. 2) to study the food consumption pattern in high and low cases of IDD, and 3) to study possible factors influencing IDD. (Pengarang)


18.

Judul : Isolasi dan seleksi jamur endofit dari tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.) yang menghasilkan bahan antimikotik.
Sumber : Jurnal Mikologi Kedokteran Indonesia = Indonesian Journal of Medical Mycology
Penulis : Rosana, Yeva
Tahun Penerbitan : 2001
Deskripsi Fisik : 2 (1) 2001: 134-139
Deskriptor : /Averrhoa bilimbi//Antifungal agents/
DDC : 615
Abstrak : Prevalensi penyakit infeksi jamur yang masih tinggi di Indonesia, menyebabkan tingginya kebutuhan terhadap obat antimikotik. Penelitian tentang bahan antimikotik yang potensial dari sumber alam penting dilakukan untuk memecahkan masalah produksi obat antimikotik yang tinggi; dan timbulnya jamur patogen yang resisten terhadap obat antimikotik yang ada. Tanaman merupakan salah satu sumber bahan alami antimikotik. Jamur endofit yang hidup dan berkolonisasi di dalam jaringan tanaman merupakan sumber bahan antimikotik yang lebih menjanjikan dibandingkan dengan tanaman itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi jamur endofit dari tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.), dan menyeleksi kemampuannya untuk menghasilkan substansi yang mempunyai aktivitas antimikotik. Pada penelitian ini jamur endofit diisolasi dari batang atau ranting muda tanaman belimbing wuluh; aktivitas metabolitnya yang didapat melalui metode fermentasi diuji secara in vitro terhadap jamur patogen pada manusia dengan metode difusi agar. Dari 19 jamur endofit yang diisolasi, ditemukan 15,8persen mempunyai aktivitas antimikotik terhadap kapang Trichophyton rubrum, tetapi tidak terhadap ragi Candida albicans. (Pengarang)


19.

Judul : Optimasi formula sirup alami belimbing wuluh Averrhoa bilimbi L.
Sumber : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan
Penulis : Jene
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : 1 (1) 2003: 55-69
Lokasi : maj
Deskriptor : Averrhoa bilimbi
DDC : 664
Abstrak : Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) is considered to have high vitamin and mineral content so it is believed to have some medical functions. Because of the sour taste of the fruit, it could only be used to cook. This experiment was conducted to produce syrup as an alternative product of belimbing wuluh fruit and to find the right formula of the syrup that is acceptable to the panelists. In order to achieve these objectives, this experiment was divided into two stages. The first stage was conducted to know the optimum blanching time of belimbing wuluh fruit juice and to find the optimum concentration of salt. The second stage was conducted to find the optimum formula of belimbing wuluh syrup which is acceptable to the panelist. The belimbing wuluh syrup was chemically, physically, and sensory evaluated. The optimum temperature to blanch the fruit juice is 30 seconds in 60derajatC. The maximum concentration of salt in syrup is 0.3persen and in juice is 0.3persen. The optimum formulation syrup made from blanched fruit juice with the composition between fruit juice and sugar solution 1:2 and salted. Belimbing wuluh syrup can be kept for ten weeks at room temperature without addition of preservatives. (Pengarang)


20.

Judul : Uji efek fraksi etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) terhadap penurunan kadar kolesterol total.
Sumber : Jurnal Kimia Andalas = Andalas Chemical Journal
Penulis : Lisawati, Yovita
Tahun Penerbitan : 2002
Deskripsi Fisik : 8 (1) 2002: 50-53
Lokasi : maj
Deskriptor : Ethanol
DDC : 615
Abstrak : Telah dilakukan uji penurunan kadar kolesterol total dari fraksi etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) pada darah mencit putih jantan galur Wistar. Kelompok kontrol diberi minyak kelapa dan kelompok lain diberi minyak kelapa dan fraksi etanol dari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) dengan variasi dosis 30, 100, 300 mg /kgbb. Tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit, pengamatan pada hari 7, 14 dan 21. Kadar kolesterol diukur dengan metoda enzimatis menggunakan alat spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol buah belimbing wuluh pada dosis 100 mg/kgbb dapat menurun kadar kolesterol total secara bermakna ( p<>


21.

Judul : Diagnosis problem keharaan tanaman belimbing yang mengalami kerontokkan bunga dengan metode Dris sebagai dasar menentukan kebutuhan pupuk.
Sumber : Prosiding
Penulis : Nurjaya
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : Hal. 157-173
Lokasi : umu
Deskriptor : Averrhoa carambola
Kode Panggil : 631.4 Sem p


22.

Judul : Hubungan kadar senyawa dikarbonil dan tirosin setelah pemberian perasan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn.) pada reaksi glikosilasi in vitro
Judul terjemahan : Relation between level of dicarbonyl compounds and tyrosine after addition squeezed of bilimbi fruits (Averrhoa bilimbi Linn.) at glycosylation reaction in vitro
Sumber : Berkala Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Penulis : Hartini, Noor
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : 4 (2) 2005: 165-172
Lokasi : maj
Deskriptor : Averrhoa bilimbi
DDC : 615
Abstrak : Reaksi glikosilasi adalah reaksi antara gugus amina protein dengan gugus aldehid glukosa, yang dapat memodifikasi protein menjadi senyawa dikarbonil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar senyawa dikarbonil dan tirosin setelah pemberian perasan buah belimbing wuluh pada reaksi glikosilasi in vitro. Penelitian ini menggunakan tiga kelompok larutan yang diinkubasi pada suhu 37øC dan dilakukan pengukuran setiap 2 hari selama 20 hari. Larutan I terdiri atas bovine serum albumin (BSA) 30persen, buffer fosfat pH 7,4, dan akuades. Larutan II terdiri atas BSA 30persen, buffer fosfat pH 7,4, akuades, dan glukosa. Larutan III terdiri atas BSA 30persen, buffer fosfat pH 7,4, glukosa dan perasan belimbing wuluh 25persen. Absorbansi senyawa dikarbonil diukur pada lambda. = 390 nm dengan metode Dinitro Phenyl Hidrazin (DNPH) yang dimodifikasi, sedangkan absorbansi tirosin diukur pada lambda. = 470 nm. Model pembentukan senyawa dikarbonil, pada larutan III mengikuti persamaan y = O,4938x - 0,5003 dengan r2 = 0,9151. Model degradasi tirosin pada larutan III mengikuti persamaan y = -0,1163x + 1,3111 dengan r2 = 0,9647. Korelasi antara absorbansi senyawa dikarbonil dengan absorbansi tirosin setelah pemberian buah belimbing wuluh bernilai negatif yang berarti setiap pembentukan senyawa dikarbonil akan diikuti penurunan kadar tirosin (Pengarang)


23.

Judul : Efek penurun gula darah air perasan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) pada mencit diabetes yang diinduksi aloksan dan mencit yang dibebani glukosa
Sumber : Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi
Penulis : Armenia
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : 9 (2) 2004 : 62-69
Lokasi : maj
Deskriptor : Averrhoa bilimbi
DDC : 615


24.

Judul : Pengaruh penambahan gula terhadap mutu selai belimbing wuluh.
Judul terjemahan : Influence of sugar added to quality belimbing wuluh jam
Sumber : Buletin BIPD: Baristand Industri Padang
Penulis : Hermianti, Wilsa
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : 14 (1) 2006: 21-27
Lokasi : maj
Deskriptor : Jams
DDC : 664
Abstrak : Telah dilakukan penelitian pengaruh penambahan gula terhadap mutu selai belimbing wuluh dengan variasi perlakuan jumlah penambahan gula 40 persen, 50 persen, dan 60 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan gula 50 persen memberikan nilai selai belimbing wuluh yang lebih disukai dari segi organoleptik rasa dan tekstur serta cukup disukai dari organoleptik warna dan aroma. Perlakuan tersebut mempunyai kadar air 39,25 persen dan kadar padatan tak terlarut 8,50 persen dengan daya simpan lebih dari 3 bulan.


25.

Judul : Potensi belimbing wuluh dan jeruk sitrun sebagai bahan pengatur pH pada fermentasi nata de coco.
Sumber : Jurnal Penelitian Sains
Penulis : Parwiyanti
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : (19) 2006: 70-78
Lokasi : maj
Deskriptor : Nata de coco
DDC : 664
Abstrak : Effects of belimbing wuluh and citrun acid as pH conditioning in the nata de coco fermentation was studied by using factorial experimental design. The objective of this research was to determine optimum addition of natural citrate acids and its concentration at nata de coco fermentation. The treatments are kinds of natural citrate acids and its concentration in the three and four levels respectively. Kinds of natural citrate acids are synthetic citrate acid, belimbing wuluh and citrun acid four levels concentration are 0.4 percent, 0.6 percent, 0.8 percent and 1.0 percent. The results showed that kinds of natural citrate acids and its concentration had significant effect on thickness, throughput and pH but not for texture. The best fermentation process was obtained by using belimbing wuluh at 0.4 percent concentrations.


26.

Judul : Pemanfaatan ekstrak belimbing wuluh (Avverhoa bilimbi Linn) untuk penggumpalan lateks
Sumber : Ekstrak : jurnal fundamental dan aplikasi teknik kimia
Penulis : Purbaya, Mili
Tahun Penerbitan : 2008
Deskripsi Fisik : 3 (3) 2008 : 1-6
Lokasi : maj
Deskriptor : Avverhoa bilimbi
DDC : 547
Abstrak : Pengaruh ekstrak belimbing wuluh (Avverhoa bilimbi Linn) untuk penggumpalan lateks telah diteliti. Penelitian dilakukan oleh Pusat Penelitian Sembawa dan Jurusan Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Palembang. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu: penentuan dosis belimbing wuluh optimum yang meliputi enam variabel (0 ; 15; 30; 45; 60 dan 75) mL/I50 mL lateks. Penentuan waktu koagulasi (7 ; 10; 13 ; 16 ; 19 ; 21 ; 24 dan 27 jam) pada tahap kedua dengan menggunakan asam sulfat dan asam format sebagai zat koagulan pembanding. Tahap ketiga, penentuan pH optimum yang meliputi lima variabel (2 ; 3 ; 4 ; 5 dan 7). Hasil penelitian diperoleh dosis belimbing wuluh optimum yang dapat mengkoagulasi lateks sebesar 30 mL/ 150 mL lateks (2persen v/v), waktu koagulasi 24 jam dan pH = 4. Kondisi tersebut menghasilkan karet hasil koagulasi dengan berat kering optimum, Plasticity Retention Index (PRI) optimum dan kadar abu rendah.


Dokumen lengkap dapat dipesan melalui:


PDII-LIPI


Telp. 021-7560537 atau

Email : pdiiserpong@yahoo.com

Selasa, 21 September 2010

Bioetanol dari sagu


1.
Potensi dan peluang pemanfaatan sagu (Metroxylon sagu Rottb.) sebagai bahan baku industri bioetanol dan asam laktat : laporan penelitian
Penulis : Andayaningsih, Poniah; Nurhayati, Jetty; Safitri, Ratu
Penerbit : Bandung: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran, 2009.
Deskripsi Fisik : 80 hal.
Lokasi : lap
Subyek : Swamp sago; Hydrolysis; Alcohol; Lactic acid
industri bioetanol dan asam laktat : laporan penelitian
Kode Panggil : 10/2294

2.
Produksi etanol dari empulur sagu (Metroxylon sagu Rottb.) dengan kombinasi pra-perlakuan, hidrolisis asam dan enzim serta fermentasinya oleh mikroba fermentatif heksosa dan pentosa
: laporan penelitian
Penulis : Safitri, Ratu; Nurhayati, Yetty; Marwoto, Bambang
Penerbit : Bandung: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran, 2009.
Deskripsi Fisik : 105 hal.
Lokasi : lap
Subyek : Alcohol; Swamp sago – Processing
Kode Panggil : 10/2512
Dokumen lengkap dapat dipesan melalui:
PDII-LIPI
Telp. 021-7560537 atau

Email:pdiiserpong@yahoo.com

Kamis, 16 September 2010

EKSTRAKSI MINERAL / LOGAM


Home Study Course. Temukan Bleuprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar dari Affiliate Marketing. Download PDF dan VIDEO GRATIS


Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing


1.

Judul Karya : Ekstraksi logam tembaga dari limbah industri pembuat PCB dengan cara sementasi
Penulis : Sudarjat Sumber : Metalurgi ;
Badan : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Metalurgi
Penerbitan : Serpong: Puslitbang Metalurgi - LIPI
Tahun Terbit : 2000
Deskripsi Fisik : Vol. 15 (1) 2000 : 31 - 40
Lokasi : web Klass : 628


2.

Judul : Ekstraksi elektrolitik logam seng dari larutan sulfat dross
Judul terjemahan : The electrolytic extraction of zinc metal from sulfate solution dross
Sumber : Teknologi Indonesia , 8 (1) 1985: 19-31
Penulis : Djaja, Sukarna


3.

Judul : Ekstraksi logam tanah jarang Gd dan Sm menggunakan pelarut eter dan "crown ether"
Sumber : Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir: Prosiding, Yogyakarta, 12-14 Apr 1988
Penulis : Gunandjar
Tahun Penerbitan : 1988
Deskripsi Fisik : 15., lamp
Deskriptor : Solutions
Kode Panggil : 621.48 Per p


4.

Judul : Ekstraksi uang logam di esofagus menggunakan laringoskop
Sumber : Kongres Nasional Perhimpunan Ahli Telinga, Hidung dan Tenggorokan Indonesia, Ujung Pandang, 6-9 Jul 1986
Penulis : Bambang S.
Tahun Penerbitan : 1986
Deskripsi Fisik : 4 hal
Deskriptor : Laryngoscopy
Kode Panggil : 614.599 8 Kon k


5.

Judul : Pemisahan Th dari logam tanah jarang (La, Ce dan Y) secara ekstraksi menggunakan "Mesityl oxide"
Sumber : Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir: prosiding, Yogyakarta, 27-29 April 1993
Penulis : Muzakky
Tahun Penerbitan : 1993
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : Thorium
Kode Panggil : 621.48 Per p


6.

Judul : Ekstraksi logam tanah jarang dengan amina
Sumber : Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir: prosiding, Yogyakarta, 27-29 April 1993
Penulis : Edi H.B., Bambang
Tahun Penerbitan : 1993
Deskripsi Fisik : 4 hal.
Deskriptor : Extraction
Kode Panggil : 621.48 Per p


7.

Judul : Pengaruh garam Al (NO3)3 pada ekstraksi konsentrat logam tanah jarang dengan pelarut TBP-kerosin
Sumber : Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir: prosiding, Yogyakarta, 27-29 April 1993
Penulis : Bintarti, A. Ninik
Tahun Penerbitan : 1993
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : Rare earth elements
Kode Panggil : 621.48 Per p


8.

Judul : Perbandingan dua metode ekstraksi pada pengujian logam dengan alat AAS
Sumber : Lokakarya Nasional Spektrofotometri Serapan Atom: Kemajuan Mutakhir dalam Instrumentasi dan Aplikasi: prosiding, Yogyakarta, 3-4 Mei 1993
Penulis : Rahayu, Sukmawati
Tahun Penerbitan : 1993
Deskripsi Fisik : 7 hal.
Deskriptor : Atomic absorption spectrometry
Kode Panggil : 543.0858 Lok p
Abstrak : Pengujian kadar logam yang kadarnya rendah tidak dapat dianalisis dengan alat AAS metode nyala secara langsung, akan tetap memerlukan perlakuan pendahuluan terlebih dahulu misalnya dengan ekstraksi, Ada dua macam metode ekstraksi yang dapat digunakan yaitu metode ekstraksi satu tahap dan ekstraksi dua tahap. Perbedaan yang utama dari kedua metode ini adalah bahwa pada metode ekstraksi satu tahap medium akhir berupa fase organik sedangkan pada metode ekstraksi dua tahap medium akhirnya berupa larutan air. Berdasarkan percobaan di laboratorium kualitas lingkungan tata air Puslitbang Pengairan Bandung menggunakan contoh sintesis berupa larutan baku kadmium dan tembaha ternyata bahwa metode ekstraksi dua tahap sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan metode ekstraksi satu athap, baik ditinjau dari koefisien korelasinya maupun sensitifitasnya. Untuk metode ekstraksi satu tahap limit deteksi Cd = 1,724 ug/l dengan koefisien korelasi r = 0,9972; sedangkan untuk Cu = 1,857 ug/l dengan r = 0,9944. Untuk ekstraksi dua tahap limit deteeksi Cd = 1,688 ug/l dengan koefisien korelasi r = 0,9986 sedangkan limit deteksi Cu = 0,857 ug/l dengan koreksi r = 0,9982.

9.

Judul : Pemurnian konsentrat logam tanah jarang secara ekstraksi
Sumber : Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir: prosiding, Yogyakarta, 28-30 Apr 1992
Penulis : Subagiono, R.
Tahun Penerbitan : 1992
Deskripsi Fisik : 8 hal.
Deskriptor : Rare earth elements
Kode Panggil : 541.38 Per p
Abstrak : Pengoperasian pengaduk pengenap (mixer settler) untuk pemurnian logam tanah jarang dari torium menggunakan pelarut tributil fosfat yang diencerkan kerosin (50 persen TBP) telah dilakukan. Pemurnian menggunakan sebuah alat pengaduk pengenap 8 tingkat dan berfungsi ekstraktor dan scrubber (pencuci). Molaritas asam nitrat pencuci 1 M, 4,5 M dan 5,5 M telah dicoba. Ternyata molaritas 5,5 M memberikan hasil yang paling baik. Disamping itu peubah perbandingan kesepatan air umpan banding pencuci banding pelarut pula telah diteliti. Percobaan pemurnian logam tanah jarang terhadap torium yang telah diperoleh dari pasir monasit pada kondisi yang telah diteliti menghasilkan konsentrat logam tanah jarang yang relatif murni terhadap tirium.


10.

Judul : Pengaruh garam terhadap ekstraksi konsentrat logam tanah jarang dengan pelarut HTTA
Sumber : Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir, Yogyakarta, 26-28 Apr 1994
Penulis : Bintarti, A. Ninik
Tahun Penerbitan : 1994
Deskripsi Fisik : 4 hal.
Kode Panggil : 621.48 Per p


11.

Judul : Partisi kimia logam-logam berat dalam sedimen dasar sungai dengan metoda ekstraksi berkelanjutan
Sumber : Konperensi Energi Sumberdaya Alam dan Lingkungan (ESDAL): prosiding, Jakarta, 11-12 Mar 1997
Penulis : Setiana, Adang
Tahun Penerbitan : 1997
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : Heavy metal pollution
Kode Panggil : 333.79 Kon p


12.

Judul : Pengaruh penambahan hidroksida logam pada ekstraksi flokulasi dengan isobutanol terhadap penurunan kandungan logam minyak lumas bekas
Sumber : Seminar Nasional V Kimia dalam Industri dan Lingkungan: prosiding, Yogyakarta, 9-10 Des 1996
Penulis : Adiwar
Tahun Penerbitan : 1996
Deskripsi Fisik : 6 hal.
Deskriptor : Hydroxide minerals
Kode Panggil : 660 Sem p


13.

Judul : Pengendapan logam emas langsung terhadap hasil ekstraksi dengan tetra-N-butilamonium klorida-kloroform dan pengaruh ditizon terhadap kualitas endapan
Sumber : Seminar Nasional Kimia III: prosiding, Yogyakarta, 25 Apr. 1998
Penulis : Rini, Yuli Puspito
Tahun Penerbitan : 1998
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : Electrodeposition
Kode Panggil : 543 Sem p


14.

Judul : Ekstraksi selektif logam Co (II), Cd (II), Zn (II) dan Cu (II) dengan ekstraktan HPMBP, HPMSP, HPBI
Sumber : Seminar Nasional Kimia V: prosiding, Yogyakarta, 8-9 Maret 1999
Penulis : Rusdianto, Bambang
Tahun Penerbitan : 1999
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : Extraction
Kode Panggil : 546 Sem p


15.

Judul : Penetapan arsen secara polarografi setelah pemisahan dari logam lain dengan cara ekstraksi
Judul terjemahan : The determination of arsen with polarography after separating from other metals by extraction
Sumber : Instrumentasi : (13) 1992: 39-49
Penulis : Soeka, Yati Sudaryati
Tahun Penerbitan : 1992
Deskriptor : Polarography


16.

Judul : Ekstraksi logam tanah jarang dan perkembangannya.
Judul terjemahan : Extraction of rare earth metals and their development.
Sumber : Globe: majalah ilmiah : 10 (1) 1995: 9-13
Penulis : Djaja, Sukarna
Tahun Penerbitan : 1995
Deskriptor : Rare earth elements
Abstrak : Basnasit, monasit dan senotim adalah mineral-mineral utama sebagai sumber dari logam tanah jarang. Dengan terdapatnya mineral monasit dan senotim di Indonesia dan perkembangan penggunaan logam tanah jarang di negara-negara maju sebagai latar belakang, tulisan ini menguraikan proses pelarutan dari konsentrat, pembuatan logam dan pemurniannya. Kegiatan penelitian dan pengembangan akhir-akhir ini juga dikemukakan, termasuk sebuah metode baru pemurnian logam yang dikembangkan di Jepang untuk menghasilkan logam tanah yang dengan kemurnian yang sangat tinggi.


17.

Judul : Pengaruh ekstraksi-flokulasi pelarut alkohol terhadap penurunan kandungan logam minyak lumas bekas.
Judul terjemahan : Effect of extraction-flocculation of alcohol solvent in reducing metal content of lubricating oil
Sumber : IndoKimia: media komunikasi pakar, praktisi, dan industrialis kimia : 2 (2) 1996: 80-90
Penulis : Adiwar
Tahun Penerbitan : 1996
Deskriptor : Lubricating oils
Abstrak : Pemanfaatan minyak lumas bekas sejauh ini mencakup penggunaannya sebagai bahan bakar atau komponen bahan bakar, dan pendaur ulangannya menjadi minyak lumas dasar. Kedua macam pemanfaatan ini menghendaki dihilangkannya semua logam yang terdapat dalam minyak lumas bekas tersebut. Dalam penelitian ini dicobakan menghilangkan logam dalam minyak lumas bekas dengan menggunakan beberapa pelarut n-heksana, 2-propanol, n-propanol dan isobutanol. Data menunjukkan bahwa isobutanol dapat menurunkan kandungan logam dengan sangat nyata sekali dan penambahan KOH ke dalamnya lebih memperbesar daya penurunan ini. Ca dapat diturunkan sebanyak 99,79 persen, Mg sebanyak 94,9 persen, Zn sebanyak 99,11 persen, dan Fe sebanyak 100 persen.


18.

Judul : Ekstraksi logam perak dari limbah pencucian film dengan proses elektrolisa.
Judul terjemahan : The extraction of silver metal from washing film waste water by electrolysis
Sumber : Metalurgi : 12 (1) 1997: 14-17
Penulis : Eko Sulistiyono
Tahun Penerbitan : 1997
Deskriptor : Electrolysis
Abstrak : Telah dilakukan penelitian pengambilan perak dari limbah pencucian film dengan menggunakan proses elektrokimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh logam perak, mengantisipasi pencemaran lingkungan dan dapat dimanfaatkan kembali untuk pencucian film. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil yang baik adalah pada rapat arus 190 A/m2, temperatur 60 erajat C dan elektroda tembaga, diperoleh efisiensi arus 87,3 persen. (Pengarang)


19.

Judul : Sintesis ligan Di-n-butilditiokarbamat dan studi tentang karakteristik fisika serta kimianya dalam penggunaannya untuk ekstraksi logam-logam berat.
Judul terjemahan : Synthesis of Di-N-butyldithiocarbamate and study on its physical and chemical characteristics in its application to the extraction of heavy metals
Sumber : Majalah Ilmiah Universitas Padjadjaran : 16 (2) 1998: 65-72
Penulis : Sofyatin, Titin
Tahun Penerbitan : 1998
Deskriptor : Ligants
Abstrak : Ligan di-n-butilditiokarbamat dapat disintesis dari karbon disulfida dan n-butilamin dalam larutan NH40H. Ligan ini dapat membentuk kompleks yang stabil dengan beberapa ion logam, dan senyawa kompleksnya dapat diperoleh dalam bentuk kristal. Kondisi optimum ekstraksi beberapa ion logam, dengan di-n-butilditiokarbamat dapat dicapai dengan mengamati pengaruh pH dan konsentrasi ligan, dalam beberapa pelarut pengekstraksi. Dari hasil ekstraksi kompleks logam di-n-butilditiokarbamat yang dibandingkan dengan ekstraksi kompleks logam-dietilditiokarbamat dalam pelarut etilasetat, menunjukkan bahwa penggunanan ligan di-n-butilditiokarbamat relatif lebih baik daripada ligan dietilditiokarbamat untuk semua jenis logam yang dipelajari. Efisiensi ekstraksi berkisar antara 98-100 persen. (Pengarang)


20.

Judul : Uji ekstraksi logam berat dari batu buang tambang batubara.
Judul terjemahan : Heavy metals extraction test of solid waste from coal mining
Sumber : Makalah Teknik : 7 (16) 1999: 8-11
Penulis : Darmutji, Selinawati T.
Tahun Penerbitan : 1999
Deskriptor : /Extraction//Heavy metals//Solid wastes//Coal mining/
Abstrak : Pada penelitian ini dicoba penerapan metode EPA untuk mengekstrak logam-logam berat yang berasal dari limbah padat berupa batu buang yang berasal dari pertambangan batubara. Pada metode ekstraksi EPA ini larutan amonium asetat 1N digunakan sebagai pengekstrak. Hasil ekstraksi memperlihatkan bahwa logam-logam berat seperti Cu, Zn, Fe, Mn pada umumnya dapat terekstraksi baik sedangkan Pb, Ni dan Co hanya terekstrak pada sebagian contoh saja. Unsur-unsur seperti Cr dan Cd tidak terdeteksi pada batu buang yang diteliti. Konsentrasi logam berat yang berasal dari air rembesan di sekitar timbunan batu buang digunakan sebagai pembanding. Pada umumnya konsentrasi logam-logam tersebut lebih kecil dari konsentrasi logam berat pada ekstrak batu buangnya. (Pengarang)


21.

Judul : Ekstraksi logam tembaga dari limbah industri pembuat PCB dengan cara sementasi
Judul terjemahan : Extraction of copper from the waste solution of PCB manufacture by sementation
Sumber : Metalurgi : 15 (1) 2000: 31-40
Penulis : Sudarjat
Tahun Penerbitan : 2000
Deskriptor : /Extration//Copper//Industrial waste//Aluminum/
Abstrak : Larutan bekas proses (limbah) dari pabrik-pabrik pembuat PCB umumnya mengandung tembaga cukup tinggi. Namum demikian pengolahan dan pemanfaatan terhadap limbah industri pembuat PCB tersebut hingga saat ini masih merupakan masalah dan dapat dikatakan masih sangat terbatas. Untuk mendapatkan logam tembaga yang terdapat dalam limbah industri pembuat PCB tersebut telah dilakukan dengan metoda sementasi dengan menggunakan logam alumunium sebagai presipitannya. Dari percobaan diperoleh gambaran bahwa konsentrasi tembaga dalam larutan, luas permukaan alumunium yang digunakan sebagai presipitannya dan waktu operasi proses merupakan faktor-faktor yang sangat menentukan terhadap keberhasilan proses. Dari pengaturan konsentrasi Cu dalam larutan 20 gr/lt, luas permukaan alumunium 67,8 cm2 untuk 840 ml larutan dan waktu proses 20 mnt dapat dihasilkan tembaga dengan perolehan 98,958 persen, sedangkan logam alumunium yang dipergunakan 0,5214 dari berat logam tembaga yang dihasilkan. (Pengarang)

22.

Judul : Ekstraksi bertahap logam berat dari contoh tailing asal Maluku
Sumber : Seminar Nasional Kimia dalam Industri dan Lingkunan, X: prosiding, Yogyakarta, 6-7 Nop 2001
Penulis : Damayanti, Retno
Tahun Penerbitan : 2001
Deskripsi Fisik : 9 hal.
Deskriptor : /Taillings//Heavy metals//Extraction/
Kode Panggil : 660 Sem p


23.

Judul : Ekstraksi konsentrat logam tanah jarang dengan menggunakan Al(NO3) sebagai penggaram
Sumber : Seminar Nasional Penelitian, dan Pengelolaan Perangkat Nuklir (P3N): prosiding, Yogykarta, 15-16 Okt 2002
Penulis : Rosyidin
Tahun Penerbitan : 2002
Deskripsi Fisik : 4 hal.
Deskriptor : /Extraction//Rare earth elements//Impurities/
Kode Panggil : 621.48 Sem p


24.

Judul : Ekstraksi untuk memisahkan unsur logam tanah jarang dengan pelarut TBP
Sumber : Seminar Nasional Penelitian, dan Pengelolaan Perangkat Nuklir (P3N): prosiding, Yogykarta, 15-16 Okt 2002
Penulis : Purwoto
Tahun Penerbitan : 2002
Deskripsi Fisik : 4 hal.
Deskriptor : /Extraction//Rare earth elements//Tributhyl phosphate/
Kode Panggil : 621.48 Sem p


25.

Judul : Proses ekstraksi untuk memisahkan unsur-unsur logam tanah jarang dalam konsentrat dari pasir monasit.
Sumber : Proceeding
Penulis : Bintari, Ninik
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : Hal 56-61
Lokasi : umu
Deskriptor : Extraction
Kode Panggil : 621.48 Perp p
Abstrak : Telah dilakukan proses ekstraksi kansentrat logam tanah jarang dari pasir monasit memakai tributil fosfat (TBP) dengan pengencer kerosin. Konsentrat mengandung unsur-unsur thorium (Th). itrium (Y), serium (Ce), neodinium (Nd) dan samarium (Sm) dilarutkan dalam HNO3 dipakai sebagai umpan. Dilakukan variasi persen volume TBP dalam kerosin dari 10 sampai 100persen volume, keasaman umpan dari 3 sampai 7 M, waktu pengadukan 5 sampai 40 menit dan perbandingan fasa organik (FO) terhadap umpan 1 sampai 7. Diperoleh kondisi ekstraksi relatif baik yaitu pemakaian TBP 60persen volume, keasaman umpan 3 M, waktu pengadukan 20 menit dan perbandingan FO/FA =3, memberikan hasil koefisien distribusi (Kd) Nd 1,6 faktor pisah (alpha) Nd-Th = 3.38: Nd-Y = 5,20; Nd-Ce = 5,00 dan Nd-Sm 1,08.


26.

Judul : Pengaruh perbandingan fasa air dan fasa organik serta jumlah tingkat pada ekstraksi Ce memakai TBP dari logam tanah jarang hidroksida hasil olah pasir monasit.
Sumber : Proceeding
Penulis : Purwani, M.V.
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : Hal. 409-417
Lokasi : umu
Deskriptor : Monazite sand
Kode Panggil : 621.48 Per p


27.

Judul : Ekstraksi ion-ion logam Cu, Fe dan K dalam limbah cair dengan membran cair.
Sumber : Proceeding
Penulis : Prayitno
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : Hal. 474-479
Lokasi : umu
Deskriptor : Extraction
Kode Panggil : 621.48 Per p


28.

Judul : Ekstraksi kuantitatif logam berat tembaga dan kadmium dalam sedimen laut dangkal pelabuhan depot pertamin Palu
Sumber : Jurnal Kimia Tadulako
Penulis : Said, Irwan
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : 5 (2) 2004: 54-61
Lokasi : maj
Deskriptor : Marine sediments
DDC : 577
Abstrak : Telah dilakukan penelitian tentang ekstraksi kuanlitatif logam berat ternbaga (Cu) dan kadmium (Cd) dalam sediment laut dangkal Pelabuhan depot Pertamina Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kuantitatif logam berat tembaga dan kadmium dalam sediment, yang merupakan salah satu usaha awal monitoring lingkungan yang diharapkan dapat menjadi informasi berharga dalam rangka pengambilan kebijakan pengelolaan lingkungan bagi pihak terkait dengan hal pengelolaan lingkungan laut. Proses Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan asam mineral (Asam Nitrat p.a). Sedangkan analisis secara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri serapan atom


29.

Judul : Pemisahan Y dari konsentrat logam tanah jarang dalam hasil olah pasir senotim dengan proses ekstraksi.
Sumber : Proceeding
Penulis : Purwoto
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : Hal. 46-48
Lokasi : umu
Deskriptor : Rare earth elements
Kode Panggil : 621.48 Sem p


30.

Judul : Ekstraksi pemisahan unsur-unsur dalam konsentrat logam tanah jarang engan toa.
Sumber : Proceeding
Penulis : Purwoto
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : Hal. 155-158
Lokasi : umu
Deskriptor : Extraction
Kode Panggil : 621.48 Sem p


31.

Judul : Pemisahan itrium dalam konsentrat logam tanah jarang dengan ekstraksi dan re-ekstraksi.
Sumber : Prosiding
Penulis : Suprihati
Tahun Penerbitan : 2004
Deskripsi Fisik : Hal. 1-7
Lokasi : umu
Deskriptor : Separation
Kode Panggil : 621.48 Sem p


32.

Judul : Ekstraksi Tb, La, Ce dan Nd dari konsentrat Th-logam tanah jarang hasil olah pasir monasit memakai TBP
Sumber : Prosiding
Penulis : Purwani, MV
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : Hal. 47-56
Lokasi : umu
Deskriptor : Thorium
Kode Panggil : 621.483 Per p


33.

Judul : Ekstraksi konsentrat logam tanah jarang dari pasir monasit
Sumber : Prosiding
Penulis : Bintarti, A.N.
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : Hal. 134-138
Lokasi : umu
Deskriptor : Extraction
Kode Panggil : 621.483 Per p


34.

Judul : Pengaruh solven topo untuk ekstraksi Dy terhadap konsentrat logam tanah jarang
Sumber : Prosiding
Penulis : Suprihati
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : Hal. 155-159
Lokasi : umu
Deskriptor : Rare earth elements
Kode Panggil : 621.48 Sem p


35.

Judul : Pemurnaian itrium dari konsentrat logam tanah jarang dengan cara ekstraksi cair-cair memakai DEHP
Sumber : Prosiding
Penulis : Tri Handini
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : Hal. 171-175
Lokasi : umu
Deskriptor : Purification
Kode Panggil : 621.48 Sem p


36.

Judul : Pengaruh garam AI (NO3) terhadap ekstraksi Itrium dari konsentrat logam tanah jarang.
Sumber : Prosiding
Penulis : Bintarti, An.
Tahun Penerbitan : 2006
Deskripsi Fisik : Hal. 213-218
Lokasi : umu
Deskriptor : Yttrium
Kode Panggil : 621.48 Per p


LAPORAN PENELITIAN / TESIS


37.

Judul : Ekstraksi tembaga dari mineral sulfida secara hidrometalurgi
Penulis : Sucipto, Rozik Budioro
Penerbit : Bandung: Institut Teknologi Bandung, 1980.
Deskripsi Fisik : 63 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 87/0564
Subyek : Copper; Sulphides; Hydrometallurgy


38.

Judul : Ekstraksi seng dengan reduksi langsung dari mineral sulfida
Penulis : Sucipto, Rozik Budioro
Penerbit : S.l.: s.n., 1981.
Deskripsi Fisik : 53 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 85/0577
Subyek : Zinc - Metallurgy


39.

Judul : Ekstraksi selektif kobal dan nikel dalam mineral laterit dengan ekstraktan dietilditiokarbamat (DDTC) dan dipropilditiokarbamat (DPDTC) : laporan penelitian
Penulis : Sri Wardani; Sri Haryani; Tri Prasetya, Agung
Penerbit : Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, 2001.
Deskripsi Fisik : 56 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 02/0102
Subyek : Cobalt - Metallurgy; Nickel - Metallurgy; Laterite; Extraction (Chemistry)


40.

Judul : Ekstraksi sinergi tembaga dalam mineral sulfida dengan ekstraktan ganda ditizon dan dietilditiokarbamat dalam pelarut kloroform : laporan penelitian
Penulis : Tri Prasetya, Agung; Sri Haryani
Penerbit : Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, 2001.
Deskripsi Fisik : 46 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 02/0318
Subyek : Copper - Metallurgy


41.

Judul : Analisis kobalt dan nikel hasil ekstraksi mineral laterit menggunakan oksin sebagai senyawa pengompleks : laporan penelitian
Penulis : Suharto, Bambang; Irhasyuarna, Yudha
Penerbit : Banjarmasin: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat, 2000.
Deskripsi Fisik : 40 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 02/1107
Subyek : Cobalt - Analysis; Nickel - Analysis; Extraction (Chemistry)


42.

Judul : Studi banding ekstraksi magnesium oxide dari mineral dolomit secara leaching dengan asam klorida dan karbonisasi : laporan penelitian
Penulis : Yustanti, Erlina; Solehah, Amalia
Penerbit : Serang: Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 2007.
Deskripsi Fisik : 104 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 09/3770
Subyek : Dolomite - Leaching; Magnesium oxide; Carbonization


43.

Judul : Sintesis 2-Nitroso 1-Napthol dan aplikasinya untuk ekstraksi kobal dalam mineral laterit dengan pelarut kloroform : laporan penelitian
Penulis : Prasetya, Agung Tri; Wijayati, Nanik
Penerbit : Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, 2003.
Deskripsi Fisik : 34 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 10/1478
Subyek : Nitroso compounds - Synthesis; Cobalt; Chloroform; Extraction (Chemistry)


44.

Judul : Studi ekstraksi logam lantanum dengan metode ekstraksi pelarut sistem pembentukan komplek kalat : laporan penelitian
Penulis : Tri Martini; Syarifah, Ipip
Penerbit : Surakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret, 1998.
Deskripsi Fisik : 56 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 98/1852
Subyek : Rare earth metals - Analysis; Solvent extraction; Chelates


45.

Judul : Sintesis bis (acyl pirazolon) dan aplikasinya pada ekstraksi logam dalam larutan : laporan penelitian
Penulis : Rusdiarso, Bambang
Penerbit : Yogyakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, 1995.
Deskripsi Fisik : 33 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 00/0187
Subyek : Pyrazolone - Synthesis; Extraction (Chemistry); Metals - Analysis


46.

Judul : Sintesis senyawa 1-fenil-3-metil-4-stearoil-5-pirazolol dan aplikasinya untuk ekstraksi ion logam berat Pb (II) dan Cd (II) : laporan peneliian
Penulis : Yusmaniar
Penerbit : Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Jakarta, 2000.
Deskripsi Fisik : 50 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 00/1619
Subyek : Lead - Separation; Cadmium - Separation; Ion exchange


47.

Judul : Sintesa senyawa I-phenyl-3-methyl-4p-octylbenzoyl-5-pyrazolone (HPMOBP) sebagai ekstraktan untuk ekstraksi logam kadmium, tembaga dan seng : laporan penelitian
Penulis : Khaldun, Ibnu; Amiruddin; Erlidawati
Penerbit : Darussalam: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, 2001.
Deskripsi Fisik : 23 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 03/0875
Subyek : Solvent extraction


48.

Judul : Ekstraksi logam berat dalam limbah cair dengan Mixer Settler : laporan penelitian
Penulis : Mulyono, Panut; Bendiyasa, I Made; Sarto
Penerbit : Yogyakarta: Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada, 2002.
Deskripsi Fisik : 88 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 03/1316
Subyek : Sewage - Purification - Heavy metal removal


49.

Judul : Ekstraksi logam berat dalam limbah cair dengan mixer settler : laporan penelitian
Penulis : Mulyono, Panut; Bendiyasa, I Made; Sarto
Penerbit : Yogyakarta: Lembaga Penelitian Universitas Gadjah Mada, 2003.
Deskripsi Fisik : 79 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 05/0071
Subyek : Sewage - Purification - Heavy metals removal


50.

Judul : Sintesa senyawa 3-fenil-4-toluoil-5-isoksazolon (HPTI) sebagai ekstraktan untuk memisahkan logam galium dari aluminium dengan ekstraksi cair-cair : laporan penelitian
Penulis : Amiruddin; Khaldun, Ibnu; Nasir, Mara
Penerbit : Banda Aceh: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, 2003.
Deskripsi Fisik : 20 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 04/0401
Subyek : Gallium - Separation; Phenyl compounds - Synthesis; Extraction (Chemistry)


51.

Judul : Pemisahan ion-ion logam (Fe, Co, Ni) dan penentuan kekuatan interaksinya dengan herbisida atrazin secara ekstraksi cair-cair sinergis : laporan penelitian
Penulis : Asiah; Khaldun, Ibnu
Penerbit : Banda Aceh: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, 2004.
Deskripsi Fisik : 22 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 05/1413
Subyek : Metal ions - Separation; Atrazine


52.

Judul : Studi pendahuluan penggunaan asetilaseton sebagai ekstraktan sepit dalam proses ekstraksi logam perak
Penulis : Mahardiani, Lina; Saputro, Agung Nugroho Catur
Penerbit : Surakarta: Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret, 2007.
Deskripsi Fisik : 16 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 08/2364
Subyek : Ligands; Extraction (Chemistry); Solvent extraction; Silver


53.

Judul : Peran antarmuka dalam sains pemisahan cair-cair : ekstraksi ion logam berat dengan berbagai ligan : laporan penelitian
Penulis : Yulizar, Yoki; Asijati, Endang W.; Surahman, Hedi
Penerbit : Jakarta: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2008.
Deskripsi Fisik : 131 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 09/0713
Subyek : Liquid membranes; Ligands; Interfaces (Physical sciences); Heavy ions; Liquid-liquid interpaces; Extraction (Chemistry)


54.

Judul Laporan : Studi ekstraksi logam lantanum dengan metode ekstraksi pelarut sistem pembentukan kompleks kelat: laporan penelitian
Penulis : Tri MartiniSyarifah, Ipip
Penerbitan : Surakarta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret , Tahun Penerbitan : 1998 , Deskripsi Fisik : 56 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 98/1852
Deskriptor : /Solvent extraction//Chelates/
ABSTRAK : Tujuan penelitian adalah menentukan kondisi operasi pada proses ekstraksi yang mempunyai harga distribusi (D) maksimum, menentukan struktur senyawa yang diekstraksi, serta harga konstanta ekstraksinya. Digunakan metode eksperimental laboratorium menggunakan sampel logam lantanum murni. Kandungan logamnya diukur dengan alat spektrofotometer serapan atom (AAS) pada kondisi arus lampu: 20 mA; fuel: asetilen; oksidan: nitro oksida; lebar celah: 0,2 nm; dan panjang gelombang: 550,1 nm. Spesies zat yang terekstraksi diperkirakan dengan menentukan harga koefisien arah (slop) dari kurva log D terhadap pH pada konsentrasi ekstraktan tetap atau log D terhadap konsentrasi ekstraktan pada pH tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi maksimum pada waktu ekstraksi 20 menit, waktu kesetimbangan antara fase air dan fase organik setelah ekstraksi 15 menit, pH 3,0 mempunyai harga D 0,678-0,682. Spesies yang terekstraksi diperkirakan La (OX)3 3HOX yang berbentuk tetrahidron dengan Log Keks = -5,614



Dokumen lengkap dapat dipesan melalui:


PDII-LIPI

Telp.: 021-7560537

E-mail : pdiiserpong@yahoo.com