Senin, 18 Januari 2010

ALPUKAT ( Persea gratissima ): KUMPULAN INFORMASI

LAPORAN PENELITIAN

1.

Judul: Tinjauan kandungan biji buah adpokat dalam berbagai bentuk dan warna buah
(laporan hasil penelitian)
Penulis : Windrati, Wiwik Siti
Penerbit : Jember: Fakultas Pertanian Universitas Jember, 1985.
Deskripsi Fisik : 19 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 94/3527
Subyek : Avocado - Composition

2.
Judul Laporan : Tinjauan kandungan biji buah adpokat dalam berbagai bentuk dan warna buah: laporan hasil penelitian
Penulis : Windrati, Wiwik Siti
Penerbitan : Jember Fakultas Pertanian Universitas Jember , Tahun Penerbitan : 1985 , Deskripsi Fisik : 19 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 94/3527
Deskriptor : /Avocados//Persea americana//Seed/
ABSTRAK : Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 macam perlakuan dan 3 kali ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah: buah avokad warna hijau bentuk lonjong, warna buah hijau bentuk bulat; Warna buah coklat, warna buah coklat bentuk bulat. Pengamatan dilakukan terhadap kadar zat pati, protein, lemak, abu, dan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata jenis buah avokad berpengaruh terhadap kadar pati, protein, lemak, dan abu yang dikandung, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air biji buah. Kadar pati tertinggi diperoleh pada perlakuan 4 (17,802 persen/g) dan terendah pada perlakuan 3 (14,873 persen/g). Kadar protein tertinggi diperoleh pada perlakuan 4 (4,17 persen/g) dan terendah pada perlakuan 2 (2,74 persen/g). Kadar lemak tertinggi diperoleh pada perlakuan 2 (1,5 persen/gr) dan terendah pada perlakuan 3 (0,86 persen/g), kadar abu tertinggi diperoleh pada perlakuan 1 (4,693 persen/g) dan terendah pada perlakuan 2 (2,766 persen/g). Kadar air untuk semua perlakuan tidak berbeda nyata.

3.
Judul : Beberapa perubahan fisiko-kimia dari buah adpokat Persea americana Mill pada penyimpanan suhu ruang : laporan
Penulis : Hardani, Joko Ponco
Penerbit : Jember: Fakultas Pertanian Universitas Jember, 1985.
Deskripsi Fisik : 19 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 87/0221
Subyek : Avocado

4.
Judul : Pengaruh tekanan pada infiltrasi CaCl2 dalam menghambat proses pematangan buah apokat 'Persea americana'
Penulis : Waspodo, Murtiningsih
Penerbit : Jakarta: Sub Balai Penelitian Hortikultura Pasar Minggu, 1985.
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 88/0099
Subyek : Avocado - Preservation; Calcium chloride

5.
Judul : Pengaruh kedalaman, jenis tanah dan posisi embrio benih pada waktu ditanam terhadap pertumbuhan bibit adpokat 'Persea americana Mill' : laporan penelitian
Penulis : Saleh, M.
Penerbit : Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala, 1988.
Deskripsi Fisik : 42 hal., lamp.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 90/0370
Subyek : Avocado - Planting; Avocado - Soils

6.
Judul : Aplikasi benziladenin dan pupuk NPK pada sambung pucuk alpukat : laporan penelitian
Penulis : Basuki, Cipto Roso; Rugayah
Penerbit : Bandar Lampung: Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 1999.
Deskripsi Fisik : 33 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 99/1296
Subyek : Avocado - Grafting; Avocado - Fertilizers; Fruit - Fertilizers; Plant regulators

7.
Judul Laporan : Aplikasi benziladenin dan pupuk NPK pada sambung pucuk alpukat: laporan penelitian
Penulis : Basuki, Cipto RosoRugayah
Penerbitan : Bandar Lampung Fakultas Pertanian Universitas Lampung , Tahun Penerbitan : 1999 , Deskripsi Fisik : 33 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 99/1296
Deskriptor : /Benziladenin//NPK fertilizers//Grafting//Avocados/
ABSTRAK : Percobaan disusun secara faktorial dalam rancangan kelompok teracak lengkap dengan 3 ulangan. Faktor I adalah pemberian zat pengatur tumbuh BA dengan 2 taraf, yaitu 0 (tanpa pemberian BA) dan 150 ppm yang diberikan pada saat penyambungan. Faktor II adalah dosis pupuk NPK dengan 4 taraf, yaitu 0, 4, 8, dan 12 g NPK per tanaman yang diberikan dua kali, setengah dosis pertama diberikan 4 bulan setelah benih disemai dan setengah dosis sisanya diberikan satu minggu sebelum penyambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NPK meningkatkan luas daun batang atas, bobot kering daun, dan lingkar batang bibit alpukat hasil sambung pucuk; namun tidak mempengaruhi prosentase keberhasilan penyambungan, waktu munculnya tunas baru dan masa trubus bibit. Aplikasi BA 150 ppm tidak mempengaruhi keberhasilan dan pertumbuhan bibit hasil sambung pucuk. Disimpulkan bahwa tanggapan pertumbuhan bibit alpukat hasil sambung pucuk terhadap pupuk NPK tidak bergantung pada aplikasi BA

8.
Judul : Pengaruh konsentrasi GA3 dan dosis pupuk NPK terhadap perkecambahan dan pertumbuhan seedling alpukat untuk sambung pucuk : laporan penelitian
Penulis : Basuki, Cipto Roso; Rugayah; Nurmiaty, Yayuk
Penerbit : Bandar Lampung: Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 1998.
Deskripsi Fisik : 29 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 99/1915
Subyek : Avocado - Seedlings; Avocado - Effect of gibberellins on; Avocado - Fertilizers

9.
Judul : Pengaruh pemangkasan ringan dan konsentrasi IBA terhadap keberhasilan sambung pucuk alpukat : laporan penelitian
Penulis : Basuki, Cipto Roso; Rugayah
Penerbit : Bandar Lampung: Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 2000.
Deskripsi Fisik : 36 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 00/1051
Subyek : Avocado - Pruning; Avocado - Grafting; Plant propagation; Budding; Growth regulators

10.
Judul : Pemanfaatan ekstrak daun alpokat (Persea gratissima gaertn) untuk menekan pertumbuhan bakteri (Pseudomonas syringae pv. glycinea secara in vitro : laporan penelitian
Penulis : Khatri, Moralita
Penerbit : Padang: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Padang, 2000.
Deskripsi Fisik : 24 hal.
Lokasi : lap
Kode Panggil : 01/1021
Subyek : Avocado - Physiological effects; Pseudomonas syringae – Control

TEKNOLOGI TEPAT GUNA
1.

Judul : Alpukat
Penulis : Indriani, Y. Hetty; Sumiarsih, Emi
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1992
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Buah alpukat berguna sebagai pelengkap gizi makanan dan menambah pendapatan keluarga. Buku ini menguraikan cara pembudidayaan buah alpukat mulai dari pemilihan bibit, persiapan lahan, pemberantasan hama, panen, pemasaran, sampai analisis usahanya.

12.
Judul : Panen dan pascapanen [Alpukat]
Sumber : Alpukat, Indriani, Y. Hetty; Sumiarsih, Emi, Hal. 61-75
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1992
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Artikel ini menguraikan cara memanen buah alpukat mulai dari penentuan saat panen sampai ciri-ciri buah tua. Digambarkan juga penanganan pasca panen meliputi pencucian, sortasi, pemeraman, pengemasan, pengangkatan, dan penyimpanan. Di bagian akhir disertakan aneka sajian makanan dan khasiat buah alpukat.

13.
Judul : Pemasaran lokal dan ekspor [Alpukat]
Sumber : Alpukat, Indriani, Y. Hetty; Sumiarsih, Emi, Hal. 76-89
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1997
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Diuraikan secara rinci mengenai sentra produksi dan jalur tata niaga buah alpukat (dalam negeri dan ekspor). Di bagian akhir dikemukakan peluang pasarnya baik untuk kebutuhan lokal, untuk ekspor, dan pasaran luar negeri. Disertakan juga alamat-alamat eksportir yang dapat dihubungi.

14.
Judul : Memilih buah lokal klimakterik
Sumber : Petunjuk memilih buah segar, Sjaifullah, Hal. 15-48
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1996
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Bua
Abstrak : Kelompok buah klimakterik (buah dengan pola respirasi yang diawali peningkatan secara lambat, kemudian meningkat, dan menurun lagi setelah mencapai puncak) dipanen pada saat buah mencapai pertumbuhan maksimal tetapi belum matang, seperti alpukat, apel, durian, mangga, manggis, melon, pepaya, pisang, semangka, dan sirsak. Dalam bab ini diuraikan secara singkat kriteria buah yang layak pilih dan tidak layak pilih untuk masing-masing dan beberapa variasinya.

15.
Judul : Alpukat: budidaya dan pemanfaatannya
Penulis : Baga Kalie, Moehd
Penerbitan : Yogyakarta: Kanisius, 1997
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Buku ini menguraikan tentang tanaman alpukat mulai dari syarat tumbuh, budidayanya, sampai panen dan pascapanennya.

16.
Judul : Pekembangan tanaman alpukat
Sumber : Alpukat: budidaya dan manfaatnya, Baga Kalie, Moehd, Hal.54-65
Penerbitan : Yogyakarta: Kanisius,
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Perbanyakan tanaman alpukat dapat dilakukan dengan cara enten, okulasi, dan cangkok. Perbanyakan dengan cara cangkok jarang dilakukan karena akar sukar terbentuk. Diuraikan secara jelas perbanyakan tanaman alpukat dengan cara enten, okulasi, dan cangkok.

17.
Judul : Tata laksana budidaya alpukat
Sumber : Alpukat: budidaya dan pemanfaatnya, Baga Kalie, Moehd, Hal. 66-73
Penerbitan : Yogyakarta: Kanisius, 1997
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Dalam buku ini diuraikan secara jelas tentang budidaya alpukat mulai dari penetapan lokasi, penyiapan bibit, penyiapan lahan, penanaman sampai pemeliharaan.

18.
Judul : Panen dan pascapanen alpukat
Sumber : Alpukat : budidaya dan pemanfaatannya, Baga Kalie, Mochd, Hal. 96-107
Penerbitan : Yogyakarta: Kanisius, 1997
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Diuraikan secara jelas panen dan pascapanen alpukat mulai dari pemetikan, pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan buah.

19.
Judul : Hama dan penyakit tanaman alpukat
Sumber : Alpukat: budidaya dan pemanfaatnnya, Baga Kalie, Mochd, Hal. 74-95
Penerbitan : Yogyakarta: Kanisius, 1997
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Diuraikan secara jelas hama dan penyakit tanaman alpukat pada akar, ranting, cabang/batang, daun, bunga, dan buah.

20.
Judul : Khasiat buah alpukat
Penulis : Estiningsih
Sumber : Bali Pos, 11 Agu. 1991. Hal. IV (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 5)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : avokad selain enak dimakan juga berkhasiat untuk kecantikan dan ksehatan terutama bagi mata dan kulit. Di dalam tulisan ini diuraikan cara penggunaannya untuk menyegarkan dan menyejukkan mata, menghaluskan kulit, dan memijat.

21.
Judul : Alpukat bisnis yang cukup memikat
Penulis : Suntoro, Eddy
Sumber : Neraca, 10 Jan. 1991. Hal. VII (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 43-44)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Buah avokad mempunyai kandungan lemak nabati yang cukup tinggi yaitu 6,5 g. Dengan demikian buah ini memegang peranan penting untuk dikonsumsi di daerah yang sulit mendapatkan gizi hewani. Pemasaran buah avokad sudah memasuki pasar luar negeri, seperti Singapura, Belanda, Perancis, dan Timur Tengah. Namun volume pemenuhannya masih kecil.

22.
Judul : Alpukat garut banyak dicari?
Sumber : Trubus, (Jul.) 1991. Hal. 10 (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 45-47)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Garut dapat memproduksi alpukat sampai 12.931 ton per tahun. avokad ini selain untuk konsumsi dalam negeri (Jabotabek), juga mampu menembus pasaran luar negeri. Distribusinya dari petani dijual ke pengumpul/bandar kemudian dikirim ke grosir pasar swalayan atau ke penjual es campur. Dalam artikel ini diuraikan mengenai keuntungan dan peluang bisnis avokad garut.

23.
Judul : Bagaimana alpukat garut sampai ke konsumen
Penulis : Sri Handayani
Sumber : Trubus, (Jul.) 1991: 16 (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 48-50)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Petani menjual buah avokad kepada pengumpul atau bandar saat panen tiba. Pengumpul atau bandar mengemasnya dalam peti lalu mengirimkannya ke berbagai kota. Transaksi pembayaran pada tingkat petani dilakukan dengan cara bermacam-macam seperti: kontan, borongan atau sistem sewa lahan. pembayaran kontan umumnya dilakukan jika pengambilan barang dilakukan di kebun.

24.
Judul : Peluang ekspor alpukat makin memikat
Sumber : Pedoman Rakyat, 8 Des. 1991. Hal. IX (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 53-54)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Pengembangan tanaman avokad perlu dicanangkan dalam bentuk perkebunan atau pembudidayaan secara intensif dan komersial, karena prospek pemasaran ekspornya makin luas dan meningkat. Untuk itu perlu adanya paket-paket teknologi budidaya, teknik pemangkasan, pemupukan dan pengendalian hama serta penyakit berbahaya. Dua varietas aplokat dapat ditanam dalam satu kebun secara berdampingan agar kulitas dan kuantitas produksinya tinggi. Selain itu tanaman avokad sebaiknya ditanam di dataran tinggi.

25.
Judul : Manggis, mangga, alpukat, pisang segar laris di Perancis
Sumber : Business News, 13 Des. 1988. Hal. 17 (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 57)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Artikel ini menguraikan tentang buah-buahan yang diimpor oleh negara Perancis, antara lain mangga, pisang, pepaya, jeruk, manggis, dan avokad. Perancis mengimpor buah-buahan tropis berlangsung sepanjang tahun. Buah avokad yang disukai adalah yang belum masak 100 persen dan bebas dari kerusakan mekanis.

26.
Judul : Alpukat
Sumber : Mengenal buah unggul Indonesia, Widyastuti, Yustina Erna; Paimin, Farry B, Hal.5-12
Penerbitan : Jakarta: Penebar swadaya, 1993
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : H-11
Abstrak : Avocad memiliki banyak jenis, tetapi tidak semua jenis dapat diunggulkan. Dalam tulisan ini diuraikan asal avokad, karakteristik, dan jenis-jenisnya , yaitu avokad butler, fuerte, ijo bundar, ijo panjang, merah bundar, dan wins lowson.Dijelaskan juga ciri-ciri dari tiap jenis tersebut disertai gambarnya.

27.
Judul : Memilih alpukat unggul pengisi halaman rumah
Penulis : Hukum, Rusli
Sumber : Suara Karya, 4 Apr. 1990. Hal. VIII (dalam: Kumpulan kliping alpukat, Jakarta, PIT Trubus, 1993. Hal. 27-28)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Untuk memperoleh avokad yang unggul, harus dicari bibit yang betul-betul baik dan biasanya dapat diperoleh dari Dinas Pertanian setempat. Ada 2 jenis bibit unggul tanaman avokad yaitu jenis ijo panjang dan ijo lumut. Bibit sebelum ditanam sebaiknya dibuatkan lubang dengan ukuran 50x50x50 cm dan dibiarkan selama 2-4 minggu. Lubang diberi pupuk kandang secukupnya. Setelah bibit ditanam segera disiram agar segar dan akarnya bersatu dengan tanah. Bibit ini diberi naungan dan dibuka setelah tanaman cukup kuat.

28.
Judul : Alpukat
Penulis : Tim Penulis PS
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1992
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : G-15
Abstrak : Buku ini mengupas persyaratan tumbuh, pemilihan bibit, dan cara budi daya alpukat. Diuraikan juga cara pemberantasan hama dan penyakit, penanganan panen dan pascapanen, peluang pasar lokal dan ekspor, sampai analisis usaha. Dilengkapi dengan tabel-tabel dan gambar.

29.
Judul : Pemilihan lokasi [Alpukat]
Sumber : Alpukat, Tim Penulis PS, Hal. 11-17
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1992
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : G-15
Abstrak : Bab ini menguraikan syarat tumbuh tanaman alpukat, antara lain iklim, yang meliputi: sinar matahari; suhu; angin; dan curah hujan, ketinggian tempat, tanah, serta tentang daerah pengembangannya.

30.
Judul : Bibit [Alpukat]
Sumber : Alpukat, Tim Penulis PS, Hal. 18-29
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1992
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : G-15
Abstrak : Diuraikan tentang pemilihan, pengangkutan, dan penanganan bibit sebelum ditanam. Dibahas juga masalah pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit tanaman alpukat.

31.
Judul : Budidaya alpukat
Sumber : Alpukat, Tim Penulis PS, Hal. 30-43
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1992
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : G-15
Abstrak : Artikel ini menguraikan hal-hal penting tentang budidaya alpukat seperti mempersiapkan lahan, mengatur penanaman, membuat lubang tanam, serta penanaman dan pemeliharaannya.

32.
Judul : Analisis usaha alpukat
Sumber : Alpukat, Tim Penulis PS, Hal. 90-93
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1992
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : G-15
Abstrak : Dalam analisis ini diuraikan perkiraan biaya yang dibutuhkan dan keuntungan yang akan didapat. Data untuk analisis berasal dari berbagai sumber, dan biaya yang tertera adalah harga-harga yang berlaku di Cipanas pada bulan Januari 1992.

33.
Judul : Panen dan pascapanen [Alpukat]
Sumber : Alpukat, Tim Penulis PS, Hal. 61-75
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1992
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : G-15
Abstrak : Diuraikan dalam artikel ini masalah yang berkaitan dengan panen buah alpukat, mulai dari saat panen hingga pengelolaan hasil panen. Diuraikan juga mengenai penanganan pascapanen yang meliputi pencucian, sortasi, pemeraman, pengemasan, pengangkutan, dan penyimpanan, serta uraian mengenai kegunaan buah alpukat.

34.
Judul : Pemberantasan hama dan penyakit [Alpukat]
Sumber : Alpukat, Tim Penulis PS, Hal. 44-60
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1992
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : G-15
Abstrak : Artikel ini menguraikan berbagai jenis hama dan penyakit tanaman alpukat beserta gejala dan penyebabnya. Diuraikan juga cara pemberantasan hama dan penyakit tanaman yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan zat makanan, serta akibat serangan jamur/cendawan.

35.
Judul : [Alpukat]
Sumber : Alpukat, Tim Penulis PS, Hal.
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1992
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : G-15

36.
Judul : Penghijauan dengan tanaman potensial
Penulis : Setiawan, Ade Iwan
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1993
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : C1-10
Abstrak : Kerusakan lingkungan seperti banjir, tanah longsor, penurunan kesuburan tanah dan meningkatnya derajat suhu bumi merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup di bumi. Untuk mengatasi hal tersebut penghijauan merupakan upaya perbaikan yang mendesak untuk dilaksanakan. Dalam buku ini diuraikan 27 jenis tanaman penghijauan yang memiliki fungsi ganda yaitu sebagai penghijau lingkungan dan sebagai tanaman produksi yang menguntungkan penanamnya. Dijelaskan pula teknik budidaya tanaman penghijauan secara umum.

37.
Judul : Tanaman buah [Tanaman penghijauan]
Sumber : Penghijauan dengan tanaman potensial, Setiawan, Ade Iwan, Hal. 97-130
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1993
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : C1-10
Abstrak : Diuraikan 12 jenis tanaman buah sebagai tanaman penghijauan, yaitu alpukat, belimbing, duku, durian, gandaria, lengkeng, mangga, manggis, nangka, rambutan, sawo, dan sawo kecik. Aspek yang dibicarakan meliputi kegunaannya, sosok tanaman, syarat tumbuh, penanaman, pemeliharaan, serta pemanenan.

38.
Judul : Prospek buah-buahan Indonesia
Sumber : Prospek berkebun buah, Sunarjono, H. Hendro, Hal. 1-5
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1997
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Bua
Abstrak : Bab ini menjelaskan jenis buah yang menempati pasar swalayan atau dunia seperti pisang, nanas, mangga, alpukat, rambutan, markisa, sirsak, jambu biji, belimbing dan manggis. Ada beberapa buah yang di ekspor dalam bentuk segar, seperti puree atau jus. Negara pengekspor buah tropis adalah Amerika latin, Afrika dan Asia. Dilengkapi dengan tabel-tabel.

39.
Judul : Prospek berkebun buah
Penulis : Sunarjono, H. Hendro
Penerbitan : Jakarta: Penebar Swadaya, 1997
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Bua
Abstrak : Buku ini menguraikan karakteristik buah-buahan di Indonesia (persebaran buah-buahan di Indonesia, peluang pasar dan potensi hasil serta pembagian wilayah agroklimat), buah-buahan dataran rendah tropis iklim basah (durian, manggis, salak, pisang, pepaya, semangka, melon, sirsak, jeruk siam dan kerabatnya, sawo, lengkeng, rambutan, duku, nangka dan sukun), iklim kering (mangga dan anggur), dataran tinggi tropis iklim basah(markisa, alpukat dan nanas), iklim kering apel dan jeruk manis). Dilengkapi dengan tabel dan gambar.

40.
Judul : Pembuatan tepung alpokat (Persea americana Mill) dengan pengering silinder
Penulis : Soekarto, Soewarno; Koswara, Sutrisno; Indramulyani, Rita
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Maj-960
Abstrak : Dari hasil penelitian ternyata buah alpokat dapat dibuat menjadi tepung alpokat melalui tahap perendaman potongan daging buah alpokat dalam larutan garam dapur dan blansir. Pada proses pengeringan, alat pengering silinder diatur pada suhu 135 derajat Celsius dengan waktu pengeringan selama 17 detik. Tepung alpokat yang baik adalah tepung yang dibuat dari potongan daging buah yang mendapat perendaman dalam larutan garam dapur pada konsentrasi 1,5 persen dan pemberian perlakuan blansir dalam waktu 5 menit.

41.
Judul : Kelayakan investasi agribisnis 1: pisang, durian, jeruk, alpukat
Penerbitan : Yogyakarta: Kanisius, 1999
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Agr
Abstrak : Sebagai salah satu negara yang kaya akan jenis buah-buahan, Indonesia berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan buah-buahan di pasar domestik bahkan ekspor. Berkenaan dengan itu terus diupayakan peningkatan partisipasi masyarakat untuk dapat menanamankan investasinya pada pengembangan komoditas buah-buahan berpotensi, di antaranya adalah pisang, durian, alpukat, dan jeruk. Dalam buku ini diuraikan mengenai potensi pengembangan, aspek teknis, serta analisis finansial dari masing-masing buah-buahan potensial tersebut.

42.
Judul : Kelayakan investasi agribisnis alpukat
Sumber : Kelayakan investasi agribisnis 1: pisang, durian, jeruk, alpukat
Penerbitan : Yogyakarta: Kanisius, 1999
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Agr
Abstrak : Buah alpukat telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia, karena selain mempunyai nilai gizi yang tinggi, bermanfaat juga untuk kosmetika, dan bijinya untuk obat. Dalam tulisan ini diuraikan mengenai potensi pengembangan (luas areal, produksi, ekspor), aspek teknis (tanah dan agroklimat, pembukaan lahan, bibit dan waktu penanaman, hama penyakit, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan, pemeliharaan tanaman menghasilkan, panen dan pascapanen), serta analisis finansial alpukat.

43.
Judul : Bibit alpokat sambung dini
Penulis : Supriyanto, Arry
Sumber : Trubus, (Nop.) 1989: 192 (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 15-16)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Bibit pohon avokad yang ditanam dari biji umumnya bentuk pohon, produksi, dan mutu buahnya tidak seragam. Begitupun dengan mulai berbuahnya antara 6-8 tahun. Sedangkan dengan cara sambung dini atau vegetatif hasilnya lebih baik. Dalam tulisan ini dibahas mengenai cara membuat benih avokad dengan cara sambung dini yang meliputi penyiapan batang bawah dan enten serta cara menyambungnya.

44.
Judul : Iklim di Indonesia cocok untuk alpokat
Penulis : Kusmana, Muhammad
Sumber : Trubus, (Sep.) 1989: 22 (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 29-31)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Walau iklim di Indonesia cocok untuk avokad tetapi belum ada pengusaha yang berminat untuk mengusahakannya, padahal permintaan ekspor cukup meningkat. Pada tulisan ini diuraikan peta lokasi daerah yang cocok untuk perkebunan avokad di Indonesia.
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp

45.
Judul : Alpokat laik ekspor
Penulis : Aryanti, Bonita
Sumber : Trubus, (Sep.) 199 : 13 (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 51-52)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : avokad yang diminta importir adalah yang berdaging buah kuning mentega, tidak berserat, serta kulit buahnya bebas dari bercak-bercak. Soal bentuk buah tidak menjadi masalah seperti bulat, bulat panjang, atau elips. Untuk menghasilkan buah yang laik ekspor, harus diperhatikan benih avokad yang bagus. Ciri-cirinya adalah bijinya tidak pecah, sehat dan berasal dari buah yang matang di pohon atau yang sudah tua. Tanaman yang berasal dari benih bisa dipetik buahnya pada umur 5-6 tahun. Untuk mutu ekspor, buah avokad sebaiknya dipetik yang tua tapi belum matang.

46.
Judul : Pembuatan tepung alpokat (Persea americana Mill) dengan pengering silinder
Penulis : Soekarto, Soewarno; Koswara, Sutrisno; Indramulyani, Rita
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Maj-960
Abstrak : Dari hasil penelitian ternyata buah alpokat dapat dibuat menjadi tepung alpokat melalui tahap perendaman potongan daging buah alpokat dalam larutan garam dapur dan blansir. Pada proses pengeringan, alat pengering silinder diatur pada suhu 135 derajat Celsius dengan waktu pengeringan selama 17 detik. Tepung alpokat yang baik adalah tepung yang dibuat dari potongan daging buah yang mendapat perendaman dalam larutan garam dapur pada konsentrasi 1,5 persen dan pemberian perlakuan blansir dalam waktu 5 menit.

47.
Judul : Adpokat: tanaman berfungsi ganda
Sumber : Bali Pos, 1 (Jun.) 1988 (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 4)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Tanaman avokad adalah tanaman yang mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai komoditi pertanian dan penghijauan. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai penguat tanah (teras) dan sebagai tanaman hias di pekarangan. Untuk menghindari kerugian, hendaknya petani berhati-hati dalam menanam avokad. Sebaiknya petani avokad membeli bibit yang berlabel atau bersertifikat agar kemurnian varietasnya terjamin.

48.
Judul : Buah adpokat yang digemari orang
Penulis : Kurniadi, Atik
Sumber : Sinar Tani, 21 Jul. 1991. Hal. V (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 7)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : Dalam artikel ini diuraikan mengenai syarat tumbuh, bentuk buah, dan cara pembibitan tanaman avokad. Selain itu dibahas pula mengenai kandungan gizi buahnya.

49.
Judul : Adpokat varietas unggul lebih pendek dan lebat
Penulis : Sukmanayanto, Tejo
Sumber : Minggu Pagi, Agu. 1989. Hal. VIII (dalam: Kumpulan kliping alpokat. Jakarta, PIP Trubus, 1993. Hal. 8)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Alp
Abstrak : avokad tergolong buah yang serbaguna, buahnya dapat dimakan langsung, dibuat campuran es buah, dan dibuat es jus. Tanaman ini dapat tumbuh di tanah dengan ketinggian 600-800 m di atas permukaan laut. Pohonnya tidak terlalu tinggi

ARTIKEL MAJALAH DAN MAKALAH

50.

Judul : Inventarisasi gulma parasit yang menyerang tanaman alpukat (Persea americana mill)
Sumber : Seminar Nasional Biologi XV Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI): prosiding, Bandar Lampung, 24-26 Jul 1997
Penulis : Nurmansyah ; Arifiani ; Denian, A.
Tahun Penerbitan : 1997
Deskripsi Fisik : 5 hal.
Deskriptor : Parasitic insects; Weeds; Avocado; Persea americana
Kode Panggil : 574.6 Sem p

51.
Judul : Pembuatan tepung alpokat (Persea americana Mill) dengan pengering silinder
Judul terjemahan : The production of avocado (Persea americana Mill) powder using Cylindrical driers
Sumber : Buletin Penelitian Ilmu & Teknologi Pangan : 3 (2) 1992: 29-36
Penulis : Soekarto, Soewarno T. ; Koswara, Sutrisno ; Indramulyani, Rita
Tahun Penerbitan : 1992
Deskriptor : Food processing; Drying apparatus

52.
Judul : Studi karakteristik fisikokimia dan fungsional serta daya terima pati biji alpokat (Persea americana Mill.).
Judul terjemahan : Study of the physico-chemical and functional characteristics and panel acceptance level of avocados seed starch.
Sumber : Media Gizi dan Keluarga : 19 (1) 1995: 42-51
Penulis : Alsuhendra ; Rimbawan ; Sulaeman, Ahmad
Tahun Penerbitan : 1995
Deskriptor : Starches; Persea americana; Avocados
Abstrak : The objective of this research are to study the physico-chemical characteristics and panel acceptances of avocado seed starch, and its use for the preparation of "bagea". A modification of method as used by Kahn (1987) was used to prepare the avocado seed starch. A modification of Deptan (1967) method was used to prepare the "bagea". The levels of avocado seed starch substitution on sago starch used to prepare the "bagea" were 0, 20, 40, 60, 80 and 100 percent. The results of research showed that the yield of starch were 6.32 percent. The physical characteristics of starch were as follows: degree of whitenes 88.9 percent, bulk density 0.73 g/ml, watera absorption capacity 1.40 ml/g. oil absorption capacity 1.50 ml/g, and pH 6.25. The form starch granule was round and oval with 4-48 micron m in size. Per 100 gram material, the starch contained moisture 7.0 g, ash 0.2 g, fat 0.2 g, protein 0.6 g, carbohydrate 92.0 g, starch 86.9 g, amylosa 44.2 g, crude fiber 1.2 g, and energy 372 kalori. The solubility, gelatinisation temperature and viscosity at 95 degree C, peak and 50 degree C of starch were 5.86 percent, 85.5 degree C, 250 BU, 1005 BU and 940 BU respectively. Panel acceptances of "bagea" were ranged from neutral to like in colour and smell, from approximately dislike to neutral in taste, and neutral in texture. The optimum levels of avocado seed starch substitution on sago starch for the preparation of "bagea" was 60 percent.

53.
Judul : Daya diuretik daun benalu (Scurrula sp.) dan daun alpokat (Persea gratissima Gaertn) tumbuhan inangnya.
Judul terjemahan : Diuretics of parasitic plant (Scurrula sp.) and avocado leave (Persea gratissima Gaertn) host plant
Sumber : Warta Tumbuhan Obat Indonesia : 4 (4) 1998: 19-20
Penulis : Sasmito, Ediati
Tahun Penerbitan : 1998
Deskriptor : Diuretics; Parasitic plants; Scurrula; Persea gratissima; Avocados
Abstrak : Telah dilakukan uji daya diuretik daun benalu (Scurrula sp.) dan daun alpokat dari tumbuhan inang benalu. Digunakan hewan percobaan tikus putih jantan galur Wistar, sejumlah 24 ekor tikus (lebih kurang 200 g) yang dibagi dalam 4 kelompok (n=6) dan masing-masing diberi perlakuan per oral 20 persen daun alpokat; dan suspensi furosemida. Volume urin masing-masing tikus diukur selama 24 jam. Hasil uji dengan statistik analisis variasi satu jalan dan uji "Student T". Daya diuretik furosemica lebih besar dibanding dengan daun benalu, sedangkan daya diuretik daun benalu lebih besar dibanding dengan daun alpokat. (Pengarang)

54.
Judul : Kadar gizi dan racun endogen biji alpokat sebagai bahan baku kripik
Sumber : Saintifika
Penulis : Utomo, ; Joko Setyo
Tahun Penerbitan : 2002
Deskripsi Fisik : 3 (2) 2002: 112-121
Deskriptor : /Nutiritive value//Toxic substances//Avocados//Crackers/
DDC : 664
Abstrak : Source of nutrions food can be choosed by fixed the source of nutritions which is implied as the ingredient of the food. One of them is nuts. Nuts is a source of energy and protein, which is good for human body. In the ripe nuts fix some webb which is contain of kernels, hemiselulosa, protein and fat. Nuts is one of the source of food which get much attention from people, not only price is cheap but also the protein. It is very easy to find avocado in the market because the price is very cheap. And it is diploid categories. Besides. Avocado is also categories as hard nuts food that contain of HCN. While the beneficial of nuts is still simple like caring (face caring), derm and rheumatic but the poison and nutrition hasn't be attended. The aim of this examination is to know the standard of nutrition and endosen poison (HCN) in the avocado nuts and avocado nuts kripik so it can be used as the information about the benefit of avocado nuts. The examination method is used descriptive method by showing the result of analysis about the number of nutrition and endogen poison of avocado nuts and avocado nuts kripik. And then to know the difference estimation of both of them by using t - test (0,05). The examination is applied in the Biology lab. of Muhamadiyah University of Malang on the 6 -12th November 2OOl. The result is stated that the standard level of nutritions and endogen poison of avocado nuts are kernels 8,32 persen, protein 24,0 persen fat 23,1 persen water 27,3 persen and HCN 4,50 persen. While the standard level of kripik are kernels 7,88 persen, protein 10,9 persen fat 44,9 persen, water 10,4 persen and HCN 0,34 persen. After applying analysis by using T - test the writer get the result that kernels is not really different while protein, fat, water and HCN are really different 30 it can be concluded that the mixing process is really influence to the food nutrition. (Pengarang)

55.
Judul : Pengendalian jamur akar putih (Rigidoporus lignosus) pada tanaman alpukat dengan biofungisida Trichoderma harzianum.
Judul terjemahan : White root fungus control (Rigidoporus lignosus) in avocado tree by Trichoderma harzianum biofungicide
Sumber : Majalah BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) : (79) 1997: 66-71
Penulis : Wahyudi, Priyo ; Suwahyono, Untung
Tahun Penerbitan : 1997
Deskriptor : Crop pests; Fungicides; Biological pest control

56.
Judul : Efek infus biji alpukat (Persea gratissima Gaertn) terhadap kadar glukosa darah kelinci.
Judul terjemahan : Effect of avocado (Persea gratissima Gaertn) seed solution on sugar blood content of rabbit
Sumber : Majalah Farmasi dan Farmakologi : 3 (2) 1999: 154-157
Penulis : Sukati K. ; Burhanuddin T. ; Nurijah
Tahun Penerbitan : 1999
Deskriptor : /Blood sugar//Persea gratissima//Avocados/
Abstrak : Telah dilakukan penelitian efek infus biji alpukat terhadap kadar glukosa kelinci. Infus diberikan secara oral pada 12 ekor kelinci yang dibagi menjadi 4 kelompok, yang terdiri dari kelompok kontrol, kelompok yang diberi infus daun alpukat konsentrasi 7,5, 15 dan 30 persen b/v. Pengambilan darah melalui vena marginalis setiap jam selama 4 jam, glukosa diukur dengan alat Accutrend. asilnya menunjukkaan infus biji alpukat 15 dan 30 persen dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci 9,67 dan 18,5 persen serta penurunan tertinggi pada dua jam setelah pemberian. (Pengarang)

57.
Judul : Pengaruh daging buah,campuran daging buah dan kulit, dan cara ekstraksi terhadap karakteristik minyak alpukat (Persea americana Miller).
Judul terjemahan : Effect pulp, compound of pulp and peel and extraction methods on the caracteristic of avocado oil (Persea americana Miller)
Sumber : Warta IHP: industri hasil pertanian
Penulis : Pohan, H.G. ; Rosidi, Bakri ; Suherman, Ade Herman
Tahun Penerbitan : 2005
Deskripsi Fisik : 22 (2) 2005: 33-40
Lokasi : maj
Deskriptor : Avocados; Oils; Extration; Fermentation
DDC : 664
Abstrak : The Study on oil extraction of avocado fruit has been conducted on the effect of raw material and extraction method on the characteristic of avocado oil. There are two methods, soaking treatment and fermentation treatment before pressing to separate the oil from avocado fruits. The solvents were hexane, diethyl ether and alcohol, whereas the fermentation times were 3, 5 and 7 days. Based on the study, the substances compositions of avocado fruit were 71.72 percent pulp, 9.51 percent peel and 18.77 percent seed. The result indicated that the best treatment for oil extraction were obtained by using the diethyl ether soaking of dried fruit and the 3 days fermentation of pulp before pressing. The first treatment have produced the yield 37.76 percent oil, 4.20 percent free fatty acid, 2.07 mg/100 gram vitamin E, 102 IU/100 gram vitamin A and 10.3 mg/gram beta karoten while the second treatment has produced the yield 21.44 percent oil, 7.85 percent free fatty acid, 1.40 mg/100 gram vitamin E, 0.5 IU/100 gram vitamin A and 18.1 mg/gram beta karoten.

PATEN LUAR NEGERI

58.

Process for the recovery of oil from avocado fruit
US Patent 4,560,568 / Curiel / December 24, 1985
Abstract
The present invention relates to an integrated process for the recovery of a high quality oil and unsaponifiable matter from avocado fruit in a single extraction operation. According to the invention, the comminuted avocado fruit is contacted with an acetone solution which extracts the water from the avocado. The water-free avocado is subsequently contacted with an acetone solution, containing above 5% water whereby the oil from said water-free avocado is extracted and a spontaneous phase separation occurs. This separation enables an easy removal of the upper layer containing the unsaponifiable matter. By distilling out the acetone from the mixture oil-acetone-water, a high quality avocado oil is recovered. The residual dry cake of oil-free avocado can be successfully utilized as feed for animals.

59.
Extraction of avocado oil from avocados
US Patent 4,444,763 / Davis / April 24, 1984
Abstract
A process for extracting raw and crude avocado oil from avocados with optimum yield and minimal chemical change in the oil. Raw avocado oil is extracted from ripe fruit following maceration, heating, addition of herbaceous silicious material, and pressure extraction. Crude avocado oil can be extracted from the remaining cake by refluxing with suitable solvents. The oil can further be refined by treatment in a diatomaceous earth filter.

60.
Lipid vesicles containing avocado oil unsaponifiables
US Patent 5,643,600 / Mathur / July 1, 1997
Abstract
Disclosed are oil-filled paucilamellar lipid vesicles containing at least one non-phospholipid amphiphile as the primary lipid of the vesicle bilayers and avocado oil unsaponifiables. The vesicles are particularly useful for delivering dermatological, cosmetic and pharmaceutical formulations. A method of manufacture for these vesicles is also disclosed.

61.
Method for preparing a food containing nonsaponifiable matter of avocado oil containing an increased amount of fraction H
United States Patent 5,498,411 / Rancurel / March 12, 1996
Abstract
The invention relates to a food additive including the nonsaponifiable matter of avocado oil, wherein the nonsaponifiable matter has a increased amount of the fraction termed "fraction H". This nonsaponifiable matter of avocado oil is prepared by a process wherein the avocado fruit is heat-treated at a temperature of 80.degree. C. to 120.degree. C. for not less than four hours before extracting the oil and obtaining the nonsaponifiable matter.

62.
Judul Majalah : Biotechnology and Bioengineering 60: 3 (NOV 5 1998) , Halaman : 292-300
Judul Artikel : Kinetics of combined pressure-temperature inactivation of avocado polyphenoloxidase
Penulis : CA WeemaesLR LudikhuyzeI VandenbroeckME Hendrickx
Sari : Irreversible combined pressure-temperature inactivation of the food quality related enzyme polyphenoloxidase was investigated. Inactivation rate constants (k) were obtained for about one hundred combinations of constant pressure (0.1-900 MPa) and temperature (25-77.5 degrees C). According to the Eyring and Arrhenius equation, activation volumes and activation energies, respectively, representing pressure and temperature dependence of the inactivation rate constant, were calculated for all temperatures and pressures studied. In this way, temperature and pressure dependence of activation volume and activation energy, respectively, could be considered. Moreover, for the first time, a mathematical model describing the inactivation rate constant of a food quality-related enzyme as a function of pressure and temperature is formulated. Such pressure-temperature inactivation models for food quality-related aspects (e.g., the spoilage enzyme polyphenoloxidase) form the engineering basis for design, evaluation, and optimization of new preservation processes based on the combined effect of temperature and pressure. Furthermore, the generated methodology can be used to develop analogous kinetic models for microbiological aspects, which are needed from a safety and legislative point of view, and other quality aspects, e.g., nutritional factors, with a view of optimal quality and consumer acceptance. (C) 1998 John Wiley & Sons, Inc.

ARTIKEL MAJALAH ASING

63.

Judul Majalah : Journal of Agricultural and Food Chemistry 46: 7 (JUL 1998) , Halaman : 2785-2792
Judul Artikel : Effect of pH on pressure and thermal inactivation of avocado polyphenol oxidase: A kinetic study
Penulis : CA WeemaesLR LudikhuyzeI VandenbroeckME Hendrickx
Sari : High-pressure and thermal inactivations of avocado polyphenol oxidase (PPO) were studied for enzyme systems with pH 4-8. Both pressure and temperature inactivation of the enzyme followed first-order kinetics in the pH range 5-8 but showed deviation from simple first-order kinetics at pH 4. Threshold pressure and temperature for PPO inactivation, as well as pressure and temperature dependence of the inactivation rate constants, were influenced by pH. The minimum inactivation pressure increased from similar to 450 MPa at pH 4 to similar to 850 MPa at pH 8. The threshold temperature increased from similar to 40 at pH 4 to similar to 65 degrees C at pH 6 and was approximately constant at higher pH values. The z(p) value and the absolute value of the activation volume, both reflecting the pressure dependency of the inactivation rate constant, respectively increased and decreased with increasing pH, in the pH range 5-8. The z(t) value and activation energy, both reflecting the temperature dependency of the inactivation rate constant, respectively decreased and increased with increasing pH in the pH range 5-7. At pH 8, the activation energy was slightly lowered.

64.
Judul Majalah : Journal of Agricultural and Food Chemistry 46: 7 (JUL 1998) , Halaman : 2785-2792
Judul Artikel : Effect of pH on pressure and thermal inactivation of avocado polyphenol oxidase: A kinetic study
Penulis : CA WeemaesLR LudikhuyzeI VandenbroeckME Hendrickx
Sari : High-pressure and thermal inactivations of avocado polyphenol oxidase (PPO) were studied for enzyme systems with pH 4-8. Both pressure and temperature inactivation of the enzyme followed first-order kinetics in the pH range 5-8 but showed deviation from simple first-order kinetics at pH 4. Threshold pressure and temperature for PPO inactivation, as well as pressure and temperature dependence of the inactivation rate constants, were influenced by pH. The minimum inactivation pressure increased from similar to 450 MPa at pH 4 to similar to 850 MPa at pH 8. The threshold temperature increased from similar to 40 at pH 4 to similar to 65 degrees C at pH 6 and was approximately constant at higher pH values. The z(p) value and the absolute value of the activation volume, both reflecting the pressure dependency of the inactivation rate constant, respectively increased and decreased with increasing pH, in the pH range 5-8. The z(t) value and activation energy, both reflecting the temperature dependency of the inactivation rate constant, respectively decreased and increased with increasing pH in the pH range 5-7. At pH 8, the activation energy was slightly lowered.

65.
Judul Majalah : Journal of Agricultural and Food Chemistry 46: 7 (JUL 1998) , Halaman : 2785-2792
Judul Artikel : Effect of pH on pressure and thermal inactivation of avocado polyphenol oxidase: A kinetic study
Penulis : CA WeemaesLR LudikhuyzeI VandenbroeckME Hendrickx
Sari : High-pressure and thermal inactivations of avocado polyphenol oxidase (PPO) were studied for enzyme systems with pH 4-8. Both pressure and temperature inactivation of the enzyme followed first-order kinetics in the pH range 5-8 but showed deviation from simple first-order kinetics at pH 4. Threshold pressure and temperature for PPO inactivation, as well as pressure and temperature dependence of the inactivation rate constants, were influenced by pH. The minimum inactivation pressure increased from similar to 450 MPa at pH 4 to similar to 850 MPa at pH 8. The threshold temperature increased from similar to 40 at pH 4 to similar to 65 degrees C at pH 6 and was approximately constant at higher pH values. The z(p) value and the absolute value of the activation volume, both reflecting the pressure dependency of the inactivation rate constant, respectively increased and decreased with increasing pH, in the pH range 5-8. The z(t) value and activation energy, both reflecting the temperature dependency of the inactivation rate constant, respectively decreased and increased with increasing pH in the pH range 5-7. At pH 8, the activation energy was slightly lowered.

66.
Judul Majalah : Biotechnology and Bioengineering 60: 3 (NOV 5 1998) , Halaman : 292-300
Judul Artikel : Kinetics of combined pressure-temperature inactivation of avocado polyphenoloxidase
Penulis : CA WeemaesLR LudikhuyzeI VandenbroeckME Hendrickx
Sari : Irreversible combined pressure-temperature inactivation of the food quality related enzyme polyphenoloxidase was investigated. Inactivation rate constants (k) were obtained for about one hundred combinations of constant pressure (0.1-900 MPa) and temperature (25-77.5 degrees C). According to the Eyring and Arrhenius equation, activation volumes and activation energies, respectively, representing pressure and temperature dependence of the inactivation rate constant, were calculated for all temperatures and pressures studied. In this way, temperature and pressure dependence of activation volume and activation energy, respectively, could be considered. Moreover, for the first time, a mathematical model describing the inactivation rate constant of a food quality-related enzyme as a function of pressure and temperature is formulated. Such pressure-temperature inactivation models for food quality-related aspects (e.g., the spoilage enzyme polyphenoloxidase) form the engineering basis for design, evaluation, and optimization of new preservation processes based on the combined effect of temperature and pressure. Furthermore, the generated methodology can be used to develop analogous kinetic models for microbiological aspects, which are needed from a safety and legislative point of view, and other quality aspects, e.g., nutritional factors, with a view of optimal quality and consumer acceptance. (C) 1998 John Wiley & Sons, Inc.

67.
Judul Majalah : Journal of Agricultural and Food Chemistry 46: 9 (SEP 1998) , Halaman : 3643-3647
Judul Artikel : Characterization of avocado (Persea americana Mill.) varieties of very low oil content
Penulis : VMG Lopez
Sari : Twelve avocado varieties of very low oil content (3- 6.70) from Venezuela (Choquette, Linda, Marcus, Nelan, Pollock, Simmonds, Booth 8, Darwin VII Aperado, Palomino, River, Russell and Secundino) were characterized for pulp oil and moisture contents; weight (whole fruit, seed, pulp, and peel); length, width, and fruit shape; peel characteristics (roughness, color, and hand peeling); and ripeness time. The variety Nelan showed the lowest oil content (3.05); Russell was the largest (19.50 cm); Marcus was the heaviest (776 g); and Marcus and Russell presented the highest pulp proportion (79). Choquette has the highest potential yield among the first five varieties cited, with 54 492 kg of fruit/ha, 40 324 kg of pulp/ha, and 2 036 kg of oil/ha. Most of the varieties were ovate, with smooth green peel and easily hand peeled. Weight and oil content of these varieties were lower than the same ones studied in other countries. The ripeness time was between 5 and 9 days after harvest.

68.
Judul Majalah : Journal of Natural Products 61: 9 (SEP 1998) , Halaman : 1168-1170
Judul Artikel : Isolation, identification, and biological activity of isopersin, a new compound from avocado idioblast oil cells
Penulis : C RodriguezsaonaJG MillarJT Trumble
Sari : A new compound, (12Z,15Z)-1-hydroxy-4-oxo-heneicosa- 12,15-dien-2-yl acetate, isopersin (2), has been isolated from avocado idioblast oil cells. In artificial diet bioassays, 2 showed no effects on either larval survivorship or growth of early- instar beet armyworm Spodoptera exigua. In contrast, the isomeric persin (1), (12Z,15Z)-1-acetoxy-2- hydroxy-4-oxo-heneicosa-12,15-diene, reduces larval growth at equivalent concentrations (500 mu g g(- 1)). Compound 2 is not very stable and isomerizes readily to 1. Both compounds are acid-labile, rearranging rapidly to alkylfuran 3 in the presence of traces of acid.

69.
Judul Majalah : Phytochemistry 49: 8 (DEC 1998) , Halaman : 2291-2298
Judul Artikel : Ethylene enhances the antifungal lipid content in idioblasts from avocado mesocarp
Penulis : A LeikinfrenkelD Prusky
Sari : It has previously been demonstrated that exposure of whole avocado fruits cv. Fuerte to 40 mu l/l ethylene for 3 hours enhances the level of antifungal 1-acetoxy-2-hydroxy-4-oxo-heneicosa-12, 15-diene (diene) in the fruit pericarp. Exposure of 1-2 mm slices of fruit pericarp and mesocarp to ethylene enhanced the level of the antifungal diene in the mesocarp only. Since most of the antifungal diene in the mesocarp is compartmentalized in idioblasts, the effect of ethylene was tested on isolated idioblasts. Exposure of idioblasts to ethylene increased the level of antifungal diene twofold within 3 hours. This effect was temperature dependent. Three hours exposure of idioblasts to ethylene at 35 degrees doubled the diene content compared to less than 50 increase after three hours at 20 degrees. Incubation of idioblasts with [2-C-14]malonyl-CoA or [1-C-14]acetate in the presence of ethylene, showed the incorporation of the label into a compound that co-chromatographed with the antifungal diene. The compound induced by ethylene and released from the cells was identified by NMR as the antifungal diene. The present report suggests that ethylene can induce the synthesis of the antifungal diene in idioblasts and the export of this compound to the pericarp of the fruits. (C) 1998 Published by Elsevier Science Ltd. All rights reserved.

PATEN LUAR NEGERI

70.

Method of obtaining extra-virgin oil from avocado pulp and a residual paste that is low in calories, which causes less environmental pollution
Inventor: DORANTES ALVAREZ LIDIA (MX); ORTIZ MORENO ALICIA (MX)
Publication info: WO2006004388 - 2006-01-12
Abstract of WO2006004388
The invention relates to a method of obtaining extra-virgin oil from avocado pulp, comprising the development of a technology that can be used to obtain high-quality oil without the use of solvents and/or chemical reagents, thereby preventing the production of waste water with high oxygen demand and optimising energy expenditure. The oil thus produced has a high concentration of vitamin E, phytosterols, luteins and chlorophylls. The oil is obtained from avocado pulp, said pulp being heated with microwaves and, subsequently, subjected to squeezing, chilled storage and centrifugation. In addition, owing to the low moisture content of the residual paste obtained following extraction of the extra-virgin oil using the aforementioned technology, it does not require refrigeration, is heat stable and can be used as a base for the preparation of dips, seasonings, sauces, creams, etc. Moreover, there is no contact with the oil from the seed and the compounds of the skin that can contaminate the extra-virgin oil extracted from the pulp. Furthermore, the peroxide, acidity and trans fatty acid values fall within the international standards for edible oils.

71.
Antiinflammatory finishing of hygiene articles, e.g. diapers or tampons, to prevent inflammation on contact with skin, using phytosterols, especially from avocado oil non-saponifiable components
Inventor: WILD CHRISTINE (DE)
Publication info: DE102004019753 - 2005-11-24
Abstract of DE102004019753
The use of phytosterols (I) is claimed for the production of antiinflammatory-finished hygiene articles. - Independent claims are included for antiinflammatory-finished hygiene articles containing avocado phytosterols or the non-saponifiable components of avocado oil. - ACTIVITY - Antiinflammatory; Dermatological. - MECHANISM OF ACTION - Prostaglandin E-2 (PGE-2) release inhibitor. - A formulation comprising (by weight) 1% Avocadol (RTM; avocado oil non-saponifiable components) (Ia) in a lotion consisting of 55% mixture of coconut partial and tri-glycerides, 15% glycerol monolaurate, 20% polyvinyl stearyl ether and 5 wt. % silicone wax was applied at 10 g/m2 to conventional diapers, which were contacted with skin for 20 hours. The content of the inflammation mediator PGE-2 in the skin was 8000 pg, compared with 15000 pg using untreated diapers and 13000 pg using diapers treated with the lotion base without (Ia).

72.
The use of boron nitride coated with one or more oils such as avocado oil, isohexadecane, dimethicone or liquid paraffin in compositions used as hair shampoos, conditioners and setting lotions and the compositions themselves
Inventor: PARRIS ERIC; GAWTREY JONATHAN
Publication info: FR2854068 - 2004-10-29
Abstract of FR2854068
The use of boron nitride associated with at least one oil in a cosmetic composition to condition the hair. The boron nitride particles are coated in the oil(s). Independent claims are included for a cosmetic composition comprising, in a cosmetically acceptable medium, the boron nitride and oil and for a method of treatment of the hair by applying the claimed composition and optionally rinsing after an optional delay.

73.
Margerine spread, with health-promoting properties, comprises a blend of sunflower oil, canola oil and avocado and/or artichoke oil, unhardened fats, water, emulsifiers, salt, citric acid, carotene and nature-identical flavors.
Inventor: STOCKSMEIER ECKART (DE)
Publication info: DE10140236 - 2003-03-27
Abstract of DE10140236
Margarine spread comprises sunflower oil (40-60 wt.%), canola oil (15-25 wt.%) and avocado and/or artichoke oil (1-15 wt.%) together with unhardened fats, water, emulsifiers, salt, citric acid, carotene, nature-identical flavors and optionally vitamins.

74.
Composition for cosmetic and dermatological skin care comprises rice starch, coconut pulp, karite butter or oil and oils of borage, avocado and jojoba
Inventor: RUEL ARNAUD
Publication info: FR2801505 - 2001-06-01
Abstract of FR2801505
The composition is new. The composition comprises rice starch, coconut pulp in form of powder, butter or oil, karite (shea-butter tree) butter or oil, and oils of borage, avocado and jojoba. It can also additionally contain oils of argan (sic) nut and musk rose, as well as oil of centella asiatica, and additionally may contain beeswax and the extracts such as extract of oil of raisin pips, wheatgerm, sweet almonds, linseed, ricin, symphytum officinalis, mimosa tenuiflora, olive, cardamom, onagre (sic), macadamia, soya, aloes, rosemary and borreria (sic). The composition may be of cream or cosmetic milk-type.

75.
Centrifugal pressing of avocado oil after heating to no more than fifty degrees centrigrade
Inventor: LOGAN ANDREW KENNEDY; LOGAN JUDITH HELEN
Publication info: NZ335808 - 2000-08-25
Abstract of NZ335808
The process consists of: obtaining a paste or fluid from avocados or parts thereof; heating the paste or fluid to no more than 50 degrees centigrade; and centrifuging the paste or fluid to cause avocado oil to separate from the rest of the paste.

76.
Use of fat-soluble substance obtained from avocado oil as an antiphlogistic, antirheumatic, antimycotic or antiscabiotic agent, or as a toothpaste, lipstick, leather treatment agent or in bandages.
Inventor: HUEBNER GEORG (DE)
Publication info: DE19852508 - 2000-05-18
Abstract of DE19852508
The use of a fat-soluble substance obtained from avocado oil is claimed as an antiphlogistic or antirheumatic agent. The use of a fat-soluble substance is claimed as an antiphlogistic or antirheumatic agent. The substance, which is at least partially based on avocado oil (Persea gratissima Lauraceae), contains triglycerides, fat-soluble vitamins, triterpene alcohols and phytosterols, especially sitosterol, campesterol and stigmasterol. Independent claims are also included for other uses of the substance.

77.
Lipid vesicles containing avocado oil unsaponifiables
Inventor: MATHUR RAJIV (US)
Publication info: US5643600 - 1997-07-01
Abstract of US5643600
Disclosed are oil-filled paucilamellar lipid vesicles containing at least one non-phospholipid amphiphile as the primary lipid of the vesicle bilayers and avocado oil unsaponifiables. The vesicles are particularly useful for delivering dermatological, cosmetic and pharmaceutical formulations. A method of manufacture for these vesicles is also disclosed.

78.
Lipid vesicles containing avocado oil unsaponifiables
Inventor: MATHUR RAJIV
Publication info: WO9516436 - 1995-06-22

79.
Lipid vesicles containing avocado oil unsaponifiables
Inventor: MATHUR RAJIV
Publication info: AU693488B - 1998-07-02

80.
Method for preparing a food containing nonsaponifiable matter of avocado oil containing an increased amount of fraction H
Inventor: RANCUREL ALAIN (FR)
Publication info: US5498411 - 1996-03-12

81.
Revitalising lotion for hair roots - contains allantoin, squalene, isopropyl palmitate, sesame oil, arnica oil and avocado oil in aq. alcohol
Inventor: SCHARFE PETER-MICHAEL (DE)
Publication info: DE4134137 - 1993-04-22

82.
Process for the recovery of oil from avocado fruit
Inventor: CURIEL MAURICE
Publication info: ZA8400523 - 1984-09-26

83.
Process for the recovery of oil from avocado fruit
Inventor: CURIEL MAURICE (IL)
Publication info: US4560568 - 1985-12-24
Abstract
The present invention relates to an integrated process for the recovery of a high
quality oil and unsaponifiable matter from avocado fruit in a single extraction
operation. According to the invention, the comminuted avocado fruit is
contacted with an acetone solution which extracts the water from the avocado.
The water-free avocado is subsequently contacted with an acetone solution,
containing above 5% water whereby the oil from said water-free avocado is
extracted and a spontaneous phase separation occurs. This separation enables
an easy removal of the upper layer containing the unsaponifiable matter.
By distilling out the acetone from the mixture oil-acetone-water, a high quality
avocado oil is recovered. The residual dry cake of oil-free avocado can be
successfully utilized as feed for animals.

84.
Spread containing avocado oil
Inventor: ISHIGURO YUKIO; MURAOKA AKITAKA
Publication info: JP60034129 - 1985-02-21

85.
Extraction of avocado oil from avocados
Inventor: DAVIS RICHARD H (US)
Publication info: US4444763 - 1984-04-24
Abstract
A process for extracting raw and crude avocado oil from avocados with
optimum yield and minimal chemical change in the oil. Raw avocado oil is
extracted from ripe fruit following maceration, heating, addition of herbaceous
silicious material, and pressure extraction. Crude avocado oil can be extracted
from the remaining cake by refluxing with suitable solvents. The oil can further
be refined by treatment in a diatomaceous earth filter.

86.
Medicaments based on avocad oil and/or soya oil
Publication info: GB1142804 - 1969-02-12


Informasi diatas dapat diakses melalui : www.pdii.lipi.go.id


DOKUMEN LENGKAP, HUBUNGI:

PDII-LIPI
Gedung TMC 120, Lt.1,
Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang.15310
Telp. 021-7560537
E-mail:pdiiserpong@yahoo.com

Tidak ada komentar: