Rabu, 12 Januari 2011

ALANG-ALANG SEBAGAI OBAT



Home Study Course. Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar dari Affiliate Marketing. Download PDF dan VIDEO GRATIS.

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

1.
Judul : Akar ilalang penyembuh radang ginjal
Penulis : Ade, Agus
Sumber : Bali Pos, 30 Agu. 1992. Hal. II (dalam: Kumpulan kliping tanaman obat II. Jakarta, PIP Trubus, [s.a.]. Hal. 60)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Tan
Abstrak : Ada 2 jenis ilalang, yaitu ilalang rumput liar dan ilalang wangi. Ilalang wangi bermanfaat sebagai obat, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Dalam artikel ini dibicarakan kegunaan akar alang-alang wangi sebagai obat penyakit ginjal dan beberapa jenis penyakit lainnya.

2.
Judul : Alang-alang untuk hipertensi
Penulis : Soeseno, Slamet
Sumber : Trubus, (Des.) 1991: 281 (dalam: Kumpulan kliping tanaman obat II. Jakarta, PIP Trubus, [s.a.]. Hal. 50-51)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Tan
Abstrak : Akar alang-alang berkhasiat sebagai jamu hipertensi akibat ginjal tidak berfungsi dengan baik. Namun hipertensi akibat faktor lain tidak dapat diobati dengan resep ini. Diuraikan secara ringkas kandungan kimia dan khasiat dari rimpang alang-alang sebagai obat penurun demam.

3.
Judul : Rimpang alang-alang menurunkan hipertensi
Penulis : Barata, Mariam
Sumber : Trubus, (Nov.) 1989: 201 (dalam: Kumpulan kliping tanaman obat II. Jakarta, PIP Trubus, [s.a.]. Hal. 52-53)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Tan
Abstrak : Rimpang alang-alang telah diketahui mempunyai kandungan damar, asam kersik, dan logam alkali. Diduga kandungan alkali inilah yang bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Dalam tulisan ini dijelaskan proses penyembuhan gejala hipertensi yang diobati dengan rimpang alang-alang serta cara pengobatannya.

4.
Judul : Alang-alang untuk ramuan jamu
Penulis : Rinda
Sumber : Neraca, 10 Feb. 1992. Hal. VII (dalam: Kumpulan kliping tanaman obat II. Jak
arta, PIP Trubus, [s.a.]. Hal. 55-56)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Tan
Abstrak : Meski alang-alang merupakan gulma yang sangat merugikan, namun dari hasil penelitian ada pula manfaatnya, yaitu sebagai bahan dasar preparat jamur. Dalam artikel ini diuraikan secara ringkas pendapat beberapa ahli mengenai manfaat yang diperolah dari alang-alang untuk ramuan obat.

5.
Judul : Rumput alang-alang sebagai obat tradisional
Sumber : Pedoman Rakyat, 15 Okt. 1989. Hal. VIII (dalam: Kumpulan kliping tanaman obat II. Jakarta, PIP Trubus, [s.a.]. Hal. 59)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Tan
Abstrak : Rumput alang-alang secara tradisional dapat dimanfaatkan sebagai obat. Dalam tulisan ini dikemukakan cara meramu akar alang-alang dengan daun kumis kucing sebagai obat kencing batu.

6.
Judul : Akar ilalang penyembuh radang ginjal
Penulis : Ade, Agus
Sumber : Bali Pos, 30 Agu. 1992. Hal. II (dalam: Kumpulan kliping tanaman obat II. Jakarta, PIP Trubus, [s.a.]. Hal. 60)
Lokasi Artikel : TTG
Kode Panggil : Tan
Abstrak : Ada 2 jenis ilalang, yaitu ilalang rumput liar dan ilalang wangi. Ilalang wangi bermanfaat sebagai obat, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Dalam artikel ini dibicarakan kegunaan akar alang-alang wangi sebagai obat penyakit ginjal dan beberapa jenis penyakit lainnya.

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

7.
Judul : Daya melarutkan fraksi etil asetat dan fraksi air akar alang-alang (Imperata cylindrica Beauv. Var. major Hubb.) terhadap batu ginjal kalsium in vitro.
Judul terjemahan : The solubility of calcium kidney stone in ethyl acetate and water fraction of alang-alang root (Imperata cylindrica Beauv. Var. major Hubb.) in vitro
Sumber : Pharmacon : jurnal farmasi Indonesia
Penulis : Retno W., Erindyah
Tahun Penerbitan : 2002
Deskripsi Fisik : 3 (1) 2002: 12-16
Deskriptor : /Ethyl acetate//Kidney calculi//Imperata cylindrica//Solubility/
Abstrak : Telah dilakukan penelitian untuk membandingkan daya melarutkan fraksi etil asetat dan fraksi air akar alang-alang terhadap batu ginjal kalsium secari in vitro serta mengetahui golongan flavonoid yang terkandung dalam kedua fraksi tersebut. Kandungan flavonoid kedua fraksi diperiksa dengan KLT. Hasil KLT dibandingkan dengan literatur dan diketabui bahwa dalam fraksi etil asetat terdapat kandungan flavonoid yang kemungkinan adalah 5-OH flavon/flavonol dan isoflavon, sedangkan dalam fraksi air kemungkinan adalah glikosida flavonoid, 5-OH flavon/flavonol dan isoflavon. Untuk menentukan batu ginjal yang mengandung kalsium dilakukan analisis kuantitatif dengan spektrofotometer IR, sedangkan untuk menentukan kadar kalsium hasil perendaman dilakukan analisis dengan SSA. Hasil percobaan menunjukkan semakin besar kadar fraksi etil asetat maupun fraksi air, semakin besar kemampuannya melarutkan batu ginjal kalsium. Kadar kalsium yang terlarut dalam fraksi air menunjukkan harga yang lebih besar daripada fraksi etil asetat, baik untuk larutan dengan kadar 10persen, 30persen, 50persen, 70persen, dan 100persen v/v. Ini menunjukkan bahwa fraksi air akar alang-alang mempunyai kemampuan yang lebih baik daripada fraksi etil asetat dalam melarutkan batu ginjal kalsium. (Pengarang)

8.
Judul : Efek diuretik infus akar alang-alang (Imperata cylindrica) pada tikus putih betina.
Judul terjemahan : Diuretic effect of alang-alang root (Imperata cylindrica) on female rats
Sumber : Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi
Penulis : Herdy
Tahun Penerbitan : 2003
Deskripsi Fisik : 2 (1) 2003: 15-21
Lokasi : maj
Deskriptor : Imperata cylindrica
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek diuretik dari akar alang-alang pada tikus putih betina dengan pembanding hidroklorotiazid. Penelitian ini menggunakan tikus putih betina galur Wistar umur 2-3 bulan dengan berat 145-170 gram. Hewan uji di kelompokkan secara acak/random dalam 6 kelompok yang tiap kelompoknya terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok I diberi infus akar alang-alang dengan dosis setara 6.4 g/kg BB. Kelompok II diberi infus akar alang-alang dengan dosis setara 3,2 g/kg BB Kelompok III diberi infus akar alang-alang dengan dosis setara 1,6 g/kg BB Kelompok IV diberi infils akar alang-alang dengan dosis setara 0,8 g/kg BB Kelompok V diberi suspensi hidroklorotiazid dalam tween 80 dengan dosis 1.68 mg/kg BB (kontrol positif) dan kelompol VI diberi aquades (kontrol negatif dengan volume pemberian peroral 3 ml/ekor (20 ml/kg BB). Volume urin diukur tiap 6 jam selama 24 jam. Hasil volume urin tiap kelompok dibandingkan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Dari hasil analisis varian satu jalan dan uji t dengan taraf kepercayaan 95persen dapat ditarik kesimpulan hahwa Infus akar alang-alang dengan dosis yang setara dengan 1,6 g/kg BB dan 0,8 g/kg BB mempunyai kemampuan yang sama dengan kontrol positif (hidroklorotiazid). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa akar alang-alang (Imperata cylindrica) mempunyai efek diuretik

Dokumen lengkap, hubungi:
PDII-LIPI
Telp. 021-7560537
E-mail: pdiiserpong@yahoo.com

Tidak ada komentar: